Ngemil Biskuit, Meski Rendah Kalori Tapi Apakah Sehat?

Febi Anindya Kirana23 Feb 2020, 14:12 WIB
biskuit

Fimela.com, Jakarta Banyak orang suka makan biskuit saat perut mulai lapar. Biskuit memang menjadi camilan ringan yang mudah didapat dan praktis dimakan kapan saja. Karena rasanya enak dan kalorinya yang mungkin tidak sebesar keripik dan gorengan, bisa jadi biskuit adalah camilan yang sehat.

Tapi benarkah biskuit jadi camilan yang sehat? Jika makan satu dua keping saja masih sehat, tapi jelas sekali biskuit bukan camilan yang bisa dimakan dalam jangka waktu lama dan dalam porsi besar.

Biskuit tak sehat sebagai camilan

Biskuit
Ilustrasi/copyright shutterstock.com/naito29

Karena seperti disebutkan ahli gizi Sharon Palmer dalam Women's Health, biskuit bukanlah makanan sehat. Camilan ini dibuat dari tepung, gula, lemak/minyak, telur, dan garam, yang mana sebagian besar komposisinya adalah karbohidrat, jadi kalorinya tetap banyak dan rentan menaikkan kadar gula darah.

Jadi, jika ingin sehat boleh saja makan biskuit namun 3-4 keping saja per hari. Apalagi kandungan nutrisi biskuit juga cenderung rendah, sehingga bukan camilan yang bisa dikonsumsi dalam jumlah banyak dan sering.

Jika ingin ngemil, tetap lebih sehat buah dan sayur, kalau ingin makanan yang gurih, bisa diganti kacang-kacangan.

#ChangeMaker with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓