Kepercayaan Diri Saat Menggunakan Bahasa Asing Jadi Faktor Pendukung Utama

Anisha Saktian Putri26 Feb 2020, 17:00 WIB
Percakapan bahasa Inggris/Unsplash Priscilla

ringkasan

  • Keterampilan bahasa asing generasi muda menjadi salah satu komponen penting untuk pertumbuhan sebuah bangsa
  • Diperlukan peran dan kehadiran guru sebagai motivator yang dapat mendorong seseorang agar lebih percaya diri dalam berbahasa asing
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Keterampilan bahasa asing generasi muda menjadi salah satu komponen penting untuk pertumbuhan sebuah bangsa. Sayangnya masih banyak yang tidak memiliki kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa asing untuk bahasa sehari-hari. 

Padahal, menurut Dr. Minh Tran, Executive Director of Academic Affairs & Partnership EF Education First, kepercayaan diri dalam berbahasa asing menjadi aset penting yang harus terus ditumbuhkan dalam diri seseorang. 

MacIntyre et al (1998) menuturkan bahwa indeks kepercayaan diri para pengguna bahasa asing dapat dilihat dari skala yang terukur. Banyak orang yang sama sekali tidak memiliki kepercayaan diri ketika berbicara bahasa asing, walau memiliki kemampuan tinggi dalam bahasa ibunya, begitu pula sebaliknya. 

Dalam hal ini, diperlukan peran dan kehadiran guru sebagai motivator yang dapat mendorong seseorang agar lebih percaya diri dalam berbahasa asing. Menyadari hal ini, EF Education First menggelar EF Excellence Award in Language Teaching, sebuah penghargaan khusus bagi para guru pengajar bahasa asing (L2) yang akan diadakan setiap tahun, dan diikuti oleh guru-guru dari seluruh dunia.

Untuk tahun ini, EF Excellence Award in Language Teaching mengusung tema “Cultivating Confident L2 Communicators” atau “Menumbuhkan Kepercayaan Diri Para Pengguna Bahasa Asing”.

“EF Excellence Award in Language Teaching pertama kali diadakan di tahun 2019, ajang penghargaan ini merupakan apresiasi kami bagi para guru terbaik di dunia. Tema yang kami angkat ini sejalan dengan prinsip utama pembelajaran bahasa di EF yaitu membantu menumbuhkan kepercayaan diri siswa-siswi kami saat mereka berkomunikasi menggunakan bahasa asing. Saat seseorang dapat berbicara bahasa asing dengan percaya diri, alih-alih mengacu hanya pada hasil skor ujian semata, hal tersebut merupakan salah satu tanda keberhasilan dalam pembelajaran bahasa,” papar Dr. Minh dalam siaran pers yang diterima Fimela.com. 

 

Berbagi pengalaman

EF Excellence Award in Language Teaching
EF Excellence Award in Language Teaching

Dr. Mihn menambahkan , jika para guru yang berpartisipasi dalam ajang ini, nantinya akan diminta untuk berbagi pengalaman dalam mengembangkan program pendidikan yang bertujuan untuk menumbuhkan kemampuan bahasa asing murid-muridnya melalui sebuah tulisan. Mereka juga akan diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan yang menjadi persyaratan utama dalam seleksi penghargaan ini.

“Penyisihan akan dibagi menjadi dua tahap, yakni tahap nasional yang akan dilaksanakan mulai tanggal 1 hingga 15 April dan dilanjutkan ke tahap global pada tanggal 16 sampai 30 April 2020,” tambahnya.

Pendaftaran untuk proses seleksi EF Excellence Award in Language Training akan ditutup pada tanggal 31 Maret 2020, dan bagi guru yang ingin berpartisipasi di ajang ini dapat mengakses formulir pendaftaran di website EF, ef.id/teacheraward.

Selain memperoleh penghargaan dari EF, para guru yang terpilih akan diterbangkan ke New York untuk mengikuti Global Summit pada bulan Agustus 2020 mendatang. Pada rangkaian kegiatan tersebut, seluruh pemenang berkesempatan untuk bertemu dan membangun network dengan guru-guru dari berbagai negara, belajar dari ahli pendidikan terbaik di dunia, serta mengikuti konferensi bergengsi di tingkat internasional.

Dalam rangka untuk memperluas dan meningkatkan partisipasi guru-guru di Indonesia pada EF Excellence Award ini, EF Education akan berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

“Kami ingin mengajak seluruh guru terbaik dunia untuk bersosialisasi dan berbagi ilmu dalam Global Summit yang akan datang sehingga mereka dapat menggunakan ilmu yang telah didapatkan dari pertemuan akbar tersebut untuk mengembangkan sistem pendidikan di negara masing-masing, dan juga menyebarkannya demi kemajuan pendidikan bahasa asing di dunia.” Pungkas Minh.

#Changemakers

Lanjutkan Membaca ↓