Mengurangi Plastik, Refill Station Bikin Belanja Kebutuhan Rumah Tangga Lebih Ramah Lingkungan

Vinsensia Dianawanti25 Feb 2020, 16:30 WIB
Mengurangi Plastik, Refill Station Bikin Belanja Kebutuhan Rumah Tangga Lebih Ramah Lingkungan

Fimela.com, Jakarta Rata-rata penduduk Indonesia memproduksi sampah sekitar 0,7 kg perorang perhari atau sekitar 6,7 juta ton perhari. 15 persen di antaranya merupakan sampah plastik. Sementara plastik sudah menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari, Unilever membuat sebuah inovasi untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Adalah Refill Station yang menjadi tempat pengisian ulang untuk produk rumah tangga dari Unilever. Diluncurkan pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, kehadiran Refill Station ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung mewujudkan Indonesia Bebas Polusi Plastik di 2040.

“Sampah plastik masih menjadi masalah besar dunia, termasuk di Indonesia. Unilever percaya bahwa hal ini akan dapat diatasi jika semua pihak saling bahu membahu dan bekolaborasi. Proyek uji coba Refill Station yang hari ini kami perkenalkan adalah bagian dari upaya kami dalam memberikan pilihan kepada konsumen y ang ingin menggunakan produk kami sekaligus mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai," ungkap Nurdiana Darus selaku Head of Corporate Affair & Sustainability Unilever Indonesia.

Kehadiran Refill Station ini juga menjadi bagian dari penerapan konsep ekonomi sirkular yang mengedepankan unsur penggunaan kembali dan daur ulang serta mengurangi penggunaan plastik. Secara global, Unilever berkomitmen untuk mengurangi hingga setengah dari penggunaan plastik baru, mempercepat penggunaan plastik daur ulang, mengumpulkan serta memproses kemasan plastik lebih banyak dari yang dijual pada 2025.

 

Bagian dari pengelolaan sampah

Mengurangi Plastik, Refill Station Bikin Belanja Kebutuhan Rumah Tangga Lebih Ramah Lingkungan
Belanja kebutuhan rumah tangga lebih ramah lingkungan dengan Refill Station (Foto: Vinsensia Dianawanti)

"Hari Peduli Sampah Nasional jadi momentuk kesadaran kolektif mengelola sampah. Program yang dicanangkan hari ini adalah peran industri untuk mengatasi sampah bersama. Pendekatan pengelolaan sampah harus dibangun dengan terintegrasi, multilayer, dan multistakeholder," ungkap Ujang Solihin Sidik, S.Si., M.Sc., Kepala Sub Direktorat Barang dan Kemasan, Direktorat Pengelolaan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia

Sebanyak 11 merek yang berada di bawah naungan Unilever ikut ambil bagian dari Refiil Station, seperti Rinso, Molto, Sunlight, Superpell, Lifebuoy, Clear, Dove, Sunsilk, TRESemmé, Love Beauty and Planet, dan Bango. Mereka dibagi menjadi tiga kategori, yakni bahan pangan, produk perawatan pribadi, dan perawatan rumah tangga.

Dalam masa uji coba ini, Refill Station baru tersedia di Saruga Bintaro yang menjadi gerai tanpa kemasan atau gerai curah yang berlokasi di Bintaro. Saruga sendiri menjadi satu dari 24 gerai di Indonesia yang menggunakan kembali konsep bulk store atau gerai curah yang dulu digunakan sebelum kehadiran produk kemasan.

 

Lebih ramah di kantong

Mengurangi Plastik, Refill Station Bikin Belanja Kebutuhan Rumah Tangga Lebih Ramah Lingkungan
Belanja kebutuhan rumah tangga lebih ramah lingkungan dengan Refill Station (Foto: Vinsensia Dianawanti)

Untuk berbelanja, kamu hanya datang dengan membawa kemasan sendiri untuk diisi ulang. Sebelum berbelanja, setiap kemasan akan ditimbang dalam keadaan kosong. Kemudian diisi dengan produk yang dibutuhkan, baru kembali ke kasir dan ditimbang ulang untuk dikurangi dengan berat wadah sebelum diisi.

Selain menjadi lebih ramah lingkungan, belanja kebutuhan rumah tangga di Refill Station juga menjadi lebih hemat. Di mana kamu bisa berhemat sekitar 10 persen untuk belanja kebutuhan rumah tangga.

Simak video berikut ini

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓