Jangan Pernah Menggantungkan Kebahagiaan Kita kepada Orang Lain

Endah Wijayanti09 Mar 2020, 15:15 WIB
ingin menjadi ibu rumah tangga

Fimela.com, Jakarta Mencintai diri sendiri bukanlah tindakan egois. Justru dengan mencintai diri sendiri, kita bisa menjalani hidup dengan lebih baik. Di antara kita ada yang harus melewati banyak hal berat dalam hidup sampai rasanya sudah tak punya harapan apa-apa lagi. Namun, dengan kembali mencintai diri sendiri dan membenahi diri, cahaya baru dalam hidup akan kembali bersinar. Melalui salah satu tulisan yang dikirimkan Sahabat Fimela dalam Lomba My Self-Love Story: Caramu untuk Mencintai Diri ini kita akan memetik sebuah inspirasi baru yang dapat mencerahkan kembali hidup kita.

***

Oleh: Rahmawati

Masa muda adalah masa di mana kita lebih mengedepankan emosi dan perasaan. Sebelum menikah aku bekerja di salah perusahaan di Bekasi dengan sistem kontrak. Aku sampai berpikir sampai kapan aku bekerja dikontrak terus oleh perusahaan. Akhirnya demi menggapai impian agar aku tetap menjadi wanita produktif aku kuliah di sekolah tinggi di Jakarta. Di mana kala itu aku merasa inilah yang aku inginkan, tetap aktif dan produktif menjadi wanita yang bermanfaat. Sampai akhirnya aku bertemu dengan laki-laki sebut saja Andi.

Di sinilah awal kebodohanku bermula. Andi selalu mendekatiku. Dia pandai membuat wanita agar simpati. Sampai suatu hari dia mengalami kecelakaan saat ingin datang ke rumahku padahal aku melarangnya karena aku memang tak ingin bertemu dengannya. Aku pun merasa sangat bersalah. Aku cari dia di setiap rumah sakit Bekasi. Demi menebus rasa bersalahku aku menikah dengannya. Saat aku merasa sulit menjalani hidup kuputuskan berhenti kuliah dan kerja dan akhirnya aku menjadi perempuan yang amat bergantung kepada suami.

Suamiku, orang yang tidak pernah mendukung mimpiku. Ketika memiliki suami namun semua harus dilakukan sendiri, suamiku seperti masih bujang walaupun aku sedang mengandung anaknya. Aku seperti dijadikan pembantu. Harga diriku terus diinjak-injak. Sampai suatu hari aku pergi dari rumahnya membawa anakku dan hanya membawa barang-barang bekas dulu aku masih kerja. Aku beranikan diri untuk bercerai. Dengan modal sejuta aku ngontrak rumah dan mencari pekerjaan kembali dengan susah payah. Akhirnya aku diterima bekerja walau hanya menjadi buruh pabrik konveksi.

Menikah untuk Kedua Kalinya

resolusi menikah tahun ini
Ilustrasi./Copyright unsplash.com/alvin mahmudov

Demi menggapai cita-cita untuk menjadi wanita yang memiliki penghasilan aku pun mengikuti beberapa kursus menjahit dan kursus memasak di Jakarta. Semua ini kulakukan agar aku tetap bisa mengurus anaku dan di sinilah aku bertemu dengan suamiku yang sekarang dan aku pun menikah untuk kedua kalinya. Sampai akhirnya aku memberanikan diri untuk membuka usaha katering dan suamiku pun selalu mendukung dan membantu dalam segala hal sampai akhirnya bisnis katering bisa dikatakan lumayan.

Ya dan aku pun sekarang bahagia. Aku menemukan passion yang tepat dan memiliki keluarga yang sempurna. Proses mencintai diri sendiri bagiku adalah melepaskan sesuatu yang membuat kita tidak bahagia yang membuat kita mengalami kemunduran. Aku mencintai diriku sendiri untuk memaafkan segala kesalahan dan kebodohanku di masa lalu agar aku tenang menjalani hidup. Mencintai diriku sendiri saat aku bisa menemukan passion yang cocok untukku dan dapat melakukan hal-hal yang aku suka seperti hidup yang bermanfaat bagi orang lain.

Itulah proses aku dapat mencintai diriku sendiri. Menghargai diriku sendiri walau di titik terendah pun kita harus bisa bangkit dan mampu mengambil keputusan. Wanita itu berhak bahagia. Jangan pernah menggantungkan kebahagiaan kita kepada orang lain karena bahagia itu datang dari diri sendiri. Hargai dirimu sendiri dan cintailah dirimu sendiri. Semoga kisahku dapat menjadi pelajaran dan hikmah yang dipetik.

Terima kasih.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓