4 Alasan Menuntut untuk Dicintai Orang Lain Bisa Membuat Hati Makin Rapuh

Endah Wijayanti23 Mar 2020, 12:45 WIB
maaf dilema

ringkasan

  • Menggantungkan Kebahagiaan pada Orang Lain Itu Melelahkan
  • Ada Hal-Hal yang di Luar Kendali Kita
  • Menyulitkan Kita Membagi Prioritas Hidup yang Lain
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Lebih baik dicintai atau mencintai? Lebih susah mencintai atau dicintai? Mana yang lebih menyenangkan, menerima cinta atau menerima cinta? Kalau sudah membahas soal cinta, rasanya tak ada habisnya. Masing-masing dari kita punya pendapat hingga pengalaman masing-masing terkait cinta.

Kita mungkin pernah berada pada suatu masa saat kita terlalu menuntut orang lain mencintai kita apa adanya. Kita meminta orang lain mencintai kita. Meminta dicintai sesuai dengan keinginan kita. Namun, seringkali kita lupa bahwa kita tak bisa memaksakan perasaan orang lain. Kita tak bisa mengatur-atur urusan hati orang lain, sekalipun orang tersebut adalah orang yang sudah kita kenal dengan lama.

Menggantungkan Kebahagiaan pada Orang Lain Itu Melelahkan

Kita baru merasa bahagia bila mendapatkan perhatian dan cintanya. Baru bisa tersenyum saat dia memberi kejutan manis untuk kita. Namun, saat sikapnya berubah atau ada masalah yang membuatnya tidak bisa memberikan perhatian yang kita harapkan, kita jadi kecewa. Kita terlalu menggantungkan kebahagiaan kita pada orang lain. Dan hal itu bisa membuat hidup kita terasa melelahkan.

Ada Hal-Hal yang di Luar Kendali Kita

Tentu saja kita ingin dicintai oleh orang yang kita cintai. Kita ingin merasakan dan mendapatkan kehangatan cinta dari orang terkasih. Namun, kita juga perlu ingat bahwa ada hal-hal yang berada di luar kendali kita. Kita tak bisa mengubah seseorang sesuai standar yang kita punya. Kita tak punya kendali penuh menuntut seseorang memberikan seluruh dunianya untuk kita.

Because one believes in oneself, one doesn’t try to convince others. Because one is content with oneself, one doesn’t need others’ approval. Because one accepts oneself, the whole world accepts him or her. - Lao Tzu

[Fimela] Self Love
Ilustrasi Self Love | pexels.com/@hazardos

Menyulitkan Kita Membagi Prioritas Hidup yang Lain

Dunia kita terlalu terpusat padanya. Kita terlalu sibuk ingin meminta dicintai. Kita terlalu merepotkan diri sendiri untuk mendapatkan perhatian sepenuhnya darinya. Sampai-sampai kita jadi melupakan hal-hal penting yang lain dalam hidup. Kita kesulitan membagi prioritas hidup kita yang lain. Mengabaikan orang-orang yang lebih dulu mencintai kita apa adanya. Tanpa kita sadari, hati kita teracuni oleh keinginan semua untuk mendapatkan dunia seseorang seutuhnya.

Kekecewaan akan Terasa Begitu Dalam saat Ada yang Tak Berjalan Sesuai Keinginan

Berharap terlalu tinggi, maka ada kemungkinan muncul kekecewaan yang besar saat ada sebuah masalah muncul. Terlalu menuntut dicintai oleh seseorang membuat kita menaruh harapan yang begitu besar padanya. Kadang sampai membuat kita kehilangan akal sehat. Saat ada satu saja hal kecil yang membuat kita sedih, maka kekecewaannya akan terasa begitu dalam. Hati bisa hancur berkeping-keping.

Mencintai dan dicintai, dua hal tersebut memang kerap menghadirkan dilema tersendiri dalam hidup kita. Satu hal penting yang perlu kembali kita ingat adalah pentingnya untuk mencintai diri kita terlebih dahulu. Cintai dirimu terlebih dahulu sebelum menuntut orang lain untuk mencintaimu.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓