Cara Menggunakan dan Membuang Masker yang Tepat

Gayuh Tri Pinjungwati26 Mar 2020, 13:15 WIB
masker

Fimela.com, Jakarta Virus corona salah satu virus baru yang saat ini masih dalam penelitian oleh bebebrapa peneliti. Sebagian dari peneliti telah melakukan penelitian untuk membuat vaksin COVID-19 ini. Penulran virus corona terjadi sangat cepat, terlebih jika seseorang terkena tetesan air dari penderita virus ini. Selain menjaga kebersihan dengan mencuci tangan, menggunakan masker saat keluar rumah perlu untuk dilakukan.

Namun, saat ini masker sangat susah untuk didapatkan baik masker dengan kain dan masker respirator N95 yang digunakan paramedis di rumah sakit. Semakin sulit mendapatkan masker, mungkin bagi sebagian orang menyayangkan untuk membuang masker setelah terpakai. Menggunakan kembali masker dalam kasus ini tidak ideal. Nah, berikut ini beberapa tips yang perlu diperhatikan saat menggunakan masker.

Kenakan dan Lepas Masker dengan Hati-hati

Jika menggunakan masker jenis apa pun, pastikan terlebih dahulu menggunakan masker tidak pada zona yang terkontaminasi dengan virus corona. Seseorang perlu untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menggunakan masker, melepasnya dan setelah melepasnya. The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telah mengilustrasikan bagaimana cara mengenakan dan melepas masker dengan benar. Memperingatkan bahwa setelah menggunakan masker, bagian depan masker memiliki risiko terkontaminasi dan jangan sampai sering menyentuhnya. Pegang ikatan bawah atau elastis masker, lalu lepaskan tanpa menyentuh bagian depan. Jangan menyentuh bagian dalam masker, jika dikenakan kembali, mungkin saja virus dengan mudah masuk melalui selaput lender.

Cuci Masker Kain

Salah satu studi 2015 yang diterbitkan dalam jurnal medis BJM Open memperingatkan terhadap penggunaan masker kain medis, dibandingkan dengan pakaian. Retensi kelembaban, penggunaan masker kain medis memiliki filtrasi yang buruk dapat mengakibatkan pengingkatan risiko infeksi. Akan tetapi, bagi orang-orang yang menggunakan amsker kain, idealnya harus mencucinya setiap sekali digunakan atau mencucinya dengan mesin cuci. Jika menggunakan masker kain buatan rumah, ketahuilah bahwa perlindungan hanya akan sedikit efektif dalam mencegah penyebaran penyakit menular, dibandingkan dengan masker bedah atau N95. Masker buatan sendiri hanya dianggap sebagai upaya terakhir untuk mencegah penularan tetesan dari orang yang terinfeksi, tetapi itu akan lebih baik daripada tidak ada perlindungan sama sekali.

Usahakan Masker Tetap Kering

perempuan menggunakan masker
ilustrasi perempuan pakai masker/copyright by Yusei (Shutterstock)

Saat melepaskan masker dengan aman, letakkan di suatu tempat yang bisa mengering dari kelembaban apa pun. CDC merekomendasikan wadah yang bersih dan memiliki sirkulasi udara seperti kantong kertas untuk menyimpan masker N95. Ingatlah untuk membuat wadah-wadah ini secara benar sehingga virus tidak menyebar. Jika masker tidak terbuat dari bahan yang mudah terbakar, sebaiknya cuci menggunakan air panas terlebih dahulu dan keringkan, setelah itu buang.

Meletakan Lapisan Lain di atas Maker

Jika memiliki masker dalam jumlah terbatas, dapat membuat lapisan dengan syal untuk melindungi setiap kali menggunakan masker. Ini dilakukan untuk menjaga filtasi udara tetap aman, sehingga kotoran dan virus dapat tersaring dan tidak dapat masuk ke dalam tubuh melalui hidung atau mulut.

Ketahui Kapan Harus Berhenti Menggunakan Masker

Jika menggunakan kembali masker, dirimu harus tahu kapan saatnya melepaskan dan membuangnya di tempat sampah yang tertutup. Ingatlah, saat melepaskan masker, jangan menyentuh bagian depan yang dapat terkontaminasi virus. Masker harus dibuang saat terlihat kotor atau basah.

Jika persediaan masker terbatas, ketahuilah bahwa menggunakannya kembali bukan satu-satunya pilihan untuk menghentikan penyebaran virus corona. Sebaiknya tetap cuci tangan dengan benar, tinggal di rumah, jangan menyentuh wajah, bersihkan permukaan di rumah yang sering disentuh oleh tangan lain, serta lakukan jarak sosial, ini adalah langkah pencegahan yang paling penting.

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓