Perempuan yang Menguatkan Diri Hadapi Pahitnya Realita Hidup, Tak Suka Dikasihani

Endah Wijayanti27 Mar 2020, 08:45 WIB
perempuan yang menguatkan diri

Fimela.com, Jakarta Kenyataan kadang jauh berbeda dari harapan yang kita punya. Ada kalanya yang terjadi adalah kemungkinan terburuk yang pernah kita bayangkan. Kadang ada realita hidup yang begitu pahit yang harus kita hadapi seorang diri. Ada pil pahit yang terpaksa kita telan seorang diri.

Dalam kondisi kita sedang berusaha untuk menguatkan diri, satu hal yang biasa paling kita benci adalah dikasihani. Memang tak semua orang paham dengan situasi dan kondisi hidup yang kita hadapi. Kita pun tak bisa menjelaskan semua yang kita rasakan pada setiap orang. Hanya saja dikasihani oleh orang lain kadang malah memperburuk suasana hati kita.

Kadang Kita Hanya Butuh Sedikit Pengertian

Di saat sedang ada masalah, kita akan sulit berpikir jernih. Bertemu dengan orang-orang yang malah mengasihani diri kita, malah bisa membuat suasana hati kita buruk. Seringkali yang paling kita butuhkan adalah sedikit pengertian. Kita ingin sedikit pengertian saja. Kita hanya perlu diberi pengertian bahwa segala sesuatunya bisa diatasi dan dijalani. Setiap kesulitan yang menghampiri kita akan memberi kita kekuatan.

I believe in strong women. I believe in the woman who is able to stand up for herself. I believe in the woman who doesn't need to hide behind her husband's back. I believe that if you have problems, as a woman you deal with them, you don't play victim, you don't make yourself look pitiful, you don't point fingers. You stand and you deal. You face the world with a head held high and you carry the universe in your heart. ― C. JoyBell C.

karakter zodiak
ilustrasi.Photo by Rio Kuncoro from Pexels

Dikasihani Membuat Perasaan Kadang Makin Hancur

Misalnya, kita baru mengalami patah hati karena kekasih yang selingkuh. Lalu, orang terdekat kita malah mengasihani kita dan membuat kita merasa jadi orang yang paling malang. Oke, mungkin maksudnya dia ingin menghibur kita tapi bukan rasa kasihan yang kita inginkan. Dikasihani kadang malah membuat perasaan makin hancur karena membuat kita merasa jadi orang paling sial dan malang.

Kita Tak Pernah Benar-Benar Siap Hadapi Pahitnya Realita Hidup

Kekasih ternyata selingkuh. Bos tiba-tiba memberhentikanmu dari pekerjaanmu. Orangtuamu menyalahkanmu atas sesuatu yang di luar kendalimu. Sahabat terdekatmu ternyata menusukmu dari belakang. Mendadak mengalami kecelakaan dan harus membatalkan berbagai macam rencana yang sudah dirancang dengan matang. Ada masalah yang tiba-tiba dilimpahkan kepadamu dan harus kamu tangani seorang diri. Pahitnya realita hidup memang terjadi di luar kendali kita. Kita tak pernah benar-benar siap hadapi pahitnya realita hidup.

Hanya Butuh Genggaman Tangan yang Lebih Kuat

Daripada tatapan mata yang penuh rasa kasihan, jika bisa memilih kita ingin genggaman tangan yang lebih kuat. Menguatkan diri tak pernah mudah. Menerima perlakuan yang tak kita inginkan dari orang lain pun bakal memperburuk keadaan. Di saat-saat sulit, kadang kita hanya ingin mendengar ucapan, "Kamu sudah berusaha keras. Tak apa jika keadaan saat ini belum membaik. Pelan-pelan saja, ya."

Menghadapi masa sulit dan pahitnya realita hidup tak pernah mudah. Kadang saat satu masalah baru selesai, muncul lagi masalah yang baru. Lingkaran kesedihan pun seakan tak ada habisnya. Air mata pun terus mengalir. Di saat-saat sulit, seringkali yang kita butuhkan adalah sedikit pengertian dan ruang untuk mengumpulkan kekuatan baru demi jalani semua.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓