Menghadiahi Diri Sendiri Itu Penting demi Menjaga Kewarasan

Endah Wijayanti27 Mar 2020, 12:15 WIB
minum teh hijau

Fimela.com, Jakarta Mencintai diri sendiri bukanlah tindakan egois. Justru dengan mencintai diri sendiri, kita bisa menjalani hidup dengan lebih baik. Di antara kita ada yang harus melewati banyak hal berat dalam hidup sampai rasanya sudah tak punya harapan apa-apa lagi. Namun, dengan kembali mencintai diri sendiri dan membenahi diri, cahaya baru dalam hidup akan kembali bersinar. Melalui salah satu tulisan yang dikirimkan Sahabat Fimela dalam Lomba My Self-Love Story: Caramu untuk Mencintai Diri ini kita akan memetik sebuah inspirasi baru yang dapat mencerahkan kembali hidup kita.

***

Oleh: Devi Novianawati

Self love sering saya terapkan ketika selesai mengerjakan suatu target atau tugas. Selesai mengerjakan beragam UAS yang semuanya take home akhir tahun lalu, saya memesan sebuah kamar untuk staycation satu hari keluar dari hiruk pikuk.

Tahun lalu, ketika belum genap enam bulan bekerja di sebuah lembaga, saya memilih mengambil cuti dua hari untuk kabur ke Bandung dan jalan-jalan. Atau awal tahun ini ketika saya harus sendiri di rumah karena keluarga lain ada kepentingan di luar kota, setiap hari saya selalu berusaha masak atau makan enak supaya hati tetap bahagia. Hal-hal itu saya lakukan supaya tetap waras menghadapi deadline dan target kantor, juga situasi-situasi yang sebenarnya saya tak cukup nyaman.

Jika tidak memungkinkan kabur atau liburan, reward bisa nonton channel YouTube kesukaan (saya suka food channel by the way) saya manfaatkan itu. Atau membeli makanan enak dan jajan minuman enak sudah cukup bagi saya. Makanan enak versi saya itu nasi goreng abang-abang, batagor pinggir kampus, mi ayam dekat rumah, atau takoyaki rumahan. Minuman enak versi saya itu kopi susu kekinian, teh hijau atau rimpang-rimpangan seperti kunyit, jahet atau sereh. Reward nggak selalu mahal dan susah, tidur cukup pun kadang jadi reward mahal ketika tugas berduyun-duyun datang. Tidur pukul 9 malam lalu kembali bangun pukul 2 pagi sering saya lakukan jika musim tugas datang. Ketika sudah mulai terselesaikan, barulah saya reward diri sendiri yang sudah bekerja keras beberapa waktu sebelumnya.

Menjaga Kebahagiaan

makan sebelum naik pesawat
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Heorshe

Atau ketika saya berupaya diet untuk menjaga berat badan stabil, untuk menambah semangat pada usaha saya, kadang saya menyengaja membeli makanan sehat yang kadang cukup menguras kantong. Dan karena sekarang sedang merebak wabah Covid19, awal bulan depan saya juga sudah menyiapkan budget tertentu untuk membeli makanan sehat. Agak lebih dari budget biasanya, karena saya ingin tidak hanya saya yang sehat namun keluarga juga. Makanan seperti almond, susu kedelai, gula aren, beras shorgum, dll jadi pilihan reward untuk tubuh supaya lebih sehat. Juga tak lupa buah-buahan seperti pisang, anggur, buah naga, pepaya, semangka jadi pilihan mudah untuk tetap hidup sehat.

Buat kalian yang merasa reward untuk diri sendiri itu boros, coba renungkan, kita akan jauh lebih boros untuk berobat ke ahli psikologi atau berobat fisik ke rumah sakit karena stressful dan kondisi badan drop daripada sekedar membeli reward kecil untuk diri sendiri. Oya satu lagi, saya juga sering memberikan apresiasi pada diri saya melalui tulisan. Apa pun, ucapan terimakasih, pujian karena berhasil menyelesaikan suatu tugas dan beragam kata positif yang impact-nya terasa banget kalau benar-benar diterapkan.

“How you love yourself is how you teach others to love you.” (Rupi Kaur)

Kalau kita sudah bisa mencintai diri kita sendiri yang salah satunya dengan memberi reward, akan jadi mudah buat kita untuk mengajarkan pada orang lain bagaimana cara mencintai kita.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓