4 Tips untuk Melatih Kesabaran Ketika Mengalami Stres

Fimela Editor31 Mar 2020, 16:30 WIB
depresi

Fimela.com, Jakarta Kamu tentu pernah merasa stres. Sebenarnya, kunci untuk mengatasi rasa tertekan itu adalah dengan melatih kesabaran. Dengan ini, mereka akan memberi kamu kemampuan untuk memiliki kontrol diri, sehingga memiliki ruang untuk memilih respons yang paling efektif, bahkan ketika sedang stres, tertekan, dan kelelahan.

Ada beberapa faktor yang menunjukkan kamu perlu memperluas toleransi dalam menghadapi tekanan atau rasa sakit fisik atau emosional, yaitu :

- Mendapati dirimu menghabiskan banyak waktu tentang kesalahan dan masalah di masa lalu

.- Ada saat-saat ketika kamu menemukan diri melampiaskan frustrasi pada orang lain.

- Pada akhirnya mungkin kamu berperilaku merugikan diri sendiri untuk menghukum diri sendiri.

Tidak satu pun dari perilaku ini yang menyelesaikan apa pun atau meningkatkan kemampuan untuk menavigasi kehidupan secara efektif. Oleh karena itu, berikut adalah empat tips yang kamu butuhkan untuk meningkatkan kesabaran dan mengurangi stres yang dilansir dari yourtango.com.

1. Penerimaan radikal

Penerimaan radikal adalah perubahan pola pikir. Meskipun mungkin tidak menyukai situasi atau perilaku orang lain, kamu dapat mengubah sikap. Penerimaan radikal adalah cara yang berguna untuk melihat hidup dan situasi yang kamu hadapi dengan harapan mendapatkan hasil yang lebih baik.

Penerimaan radikal tidak berarti bahwa kamu menyukai atau menyetujui suatu situasi. Ini hanya penerimaan dari realitasmu. Dengan menerima kenyataan, kamu dapat mengalihkan perhatian dari kesal terhadap langkah-langkah apa yang perlu dilakukan untuk menghadapi situasi tersebut. Ini juga merupakan jalan untuk melepaskan penilaian dan kritik.

Semua yang dilakukan dengan penerimaan radikal akan mengakui situasimu saat ini, sehingga kamu dapat memulai pekerjaan untuk bergerak maju dan membiarkan diri untuk sabar dengan prosesnya.

Tips tetap sabar saat dilanda stres

ibu depresi
Tak perlu terlalu keras pada diri sendiri./Copyright shutterstock.com/g/PRImageFactory

2. Ubah narasi

Kamu terlalu sering memikirkan banyak hal negatif. Kamu memberi diri batasan, memperjuangkan diri dalam ketakutan, atau kemarahan dan melakukan semua hal ini dengan narasi negatif yang mulai dijalankan dalam pikiranmu.

Mengubah narasi tidak berarti kamu menghadapi situasi sulit dan mengubah pikiran menjadi semacam kesempurnaan. Semua itu berarti menerima apa yang kamu katakan dan menantang unsur-unsur yang paling negatif dan sering kali tidak memberdayakan.

Jika berada dalam situasi di mana sedang frustrasi dan hampir kehilangan akal, maka normalkanlah tingkat frustrasi itu dan berikan ruang pada diri sendiri untuk memikirkan solusi baru.

3. Mengalihkan perhatian

Mengalihkan perhatian bisa menjadi salah satu trik yang paling berguna untuk meningkatkan kesabaran. Ketika sedang marah atau frustrasi, respons otomatis dapat membuatmu dalam masalah atau membuat kekacauan besar yang harus diselesaikan.

Ambillah waktu jeda dari situasi yang menjengkelkan dengan berbagai cara yang menyenangkan. Misalnya, jalan-jalan, membaca buku, menonton film komedi, tidur sebentar, dan kegiatan-kegiatan lainnya. Intinya, berikan dirimu ruang untuk relaksasi dari situasi tersebut.

Kamu juga dapat pindah ke lingkungan yang baru. Dengan ini, pada akhirnya dapat membantumu kembali seimbang. Perlu kamu ketahui bahwa keseimbangan dan pernapasan keduanya sangat mendukung kemampuan untuk bersabar.

4. Tenangkan diri

Teknik ini terhubung untuk mengalihkan perhatian tetapi kamu juga bisa menenangkan diri di saat mungkin tidak bisa pergi. Ada beberapa penelitian menarik tentang minum minuman dingin ketika sedang kesal karena dapat membantumu menjadi tenang.

Jika kamu punya waktu, mandi atau membaca buku sambil mendengarkan musik favorit adalah cara yang bagus untuk menenangkan diri. Kegiatan-kegiatan ini juga dapat membantu mengalihkan perhatian dari apa yang mengganggumu.

Ketika kamu sedang menghadapi stres, penting untuk meluangkan waktu dan membuat rencana untuk merawat diri sendiri, Sahabat Fimela.

Penulis: Rafinda

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓