Pahami Perbedaan Hantavirus dengan Covid-19, Disertai Gejalanya

Kezia Prasetya Christvidya27 Mar 2020, 18:55 WIB
hanta virus-kezo

Fimela.com, Jakarta Baru-baru ini China dikabarkan sudah bebas dari virus corona penyebab penyakit. Tetapi pada tanggal 23 Maret 2020, China dikabarkan terinfeksi hantavirus. Hal ini terjadi karena ada seorang laki-laki meninggal dunia, dan didiagnosa positif hantavirus.

Menurut berita yang beredar, pria yang meninggal itu sedang dalam perjalan, dan akan kembali ke Provinsi Shandong, China. Kejadian tersebut membuat panik semua orang yang berada dalam bus yang sama. Kemudian 32 orang lainnya yang ada dalam bus diuji.

Hal Yang Harus Dipahami Tentang Hanta Virus

ilustrasi virus/shuttershock
ilustrasi virus/shuttershock

Hantavirus adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dari gen Hantavirus. Virus ini merupakan virus yang memiliki asam nukleat berupa RNA. Sama seperti virus Corona yang memiliki asam nukleat RNA. Virus yang memiliki asam nukleat RNA, bisa bermutasi hingga 3 segmen.

Dilansir dari jurnal Catatan Baru Reservoir Hantavirus, yang ditulis oleh Arief Mulyono, Ristiyanto, Farida Dwi Handayani, Lulus Susanti, dan Jarohman Raharjo, dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit Salatiga, hantavirus terdiri dari beberapa jenis hewan mamalia yang berperan sebagai inang.

Jenis hewan hantavirus yaitu 51 jenis hewan pengerat, 7 jenis kelelawar  dan  20  jenis  cecurut. Tikus merupakan hewan pengerat yang memiliki banyak jenis. Sedangkan di Indonesia, terdapat kurang lebih 171 jenis tikus dan 22 jenis diantaranya ada di Pulau Jawa.

Penularan Hanta Virus

ilustrasi penularan virus/shuttershock
ilustrasi penularan virus/shuttershock

Penularan hanta virus tidak terlalu cepat menyebar seperti COVID-19. Sebenarnya hanta virus ini sudah ada sejak dahulu. Hanta virus bukanlah ancaman untuk dunia.

Pada umumnya, hanta virus hanya menular ke sesama hewan. Namun, Hanta virus juga dapat menular ke manusia.

Virus corona penyebab penyakit COVID-19, dapat menular pada manusia, jika manusia melakukan kontak langsung. Hanta virus hanya dapat menyebar jika manusia tergigit hewan yang terinfeksi hanta virus. Manusia juga bisa tertular hanta virus kalau melakukan kontak langsung dengan urin, feses atau air liur hewan yang terinfeksi hantavirus. di Indonesia kurang lebih ada 171 jenis tikus dan 22 jenis diantaranya ada di Pulau Jawa.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), manusia yang terinfeksi hanta virus, tidak dapat menularkan ke manusia lainnya.

Gejala Awal Hanta Virus

ilustrasi sakit/pexels
ilustrasi sakit/pexels

Menurut ahli, orang yang terinfeksi hanta virus agak susah didiagnosis. Gejala awal hanta virus yaitu seseorang yang terinfeksi akan mengalami demam, nyeri otot dan merasa lelah. Gejala ini hampir sama dengan gejala virus lainnya.

Bahkan orang yang terinfeksi virus Corona, juga mengalami gejala awal seperti demam. Namun, virus corona tidak menyebabkan nyeri otot pada penderitannya.

Kalau Sahabat Fimela mengalami gejala seperti itu, segeralah pergi berobat ke dokter. Untuk mempercepat diagnosis dokter, pasien bisa menceritakan kejadian sebelum terjadi demam, dan memberitahu dokter kalau bertemu hewan pengerat.

Gejala Kronis Hanta Virus

ilustrasi sakit/pexels
ilustrasi sakit/pexels

Seperti gejala kronis yang terjadi pada infeksi virus corona, hanta virus juga bisa menyebabkan sindrom paru-paru. Diawali dengan adanya sesak napas, dan berlanjut hingga masalah pernapasan yang kronis.

Selain menginfeksi paru-paru, hanta virus juga bisa menyebabkan gagal ginjal. Kondisi ini ditemukan di Eropa dan Asia. Pada gejala awal, orang yang terinfeksi hanta virus akan mengalami masalah pencernaan juga. Kemudian penglihatan mulai kabur.

Pengobatan Hanta Virus

ilustrasi rumahsakit/shuttershock
ilustrasi rumahsakit/shuttershock

Pada gejala awal, biasanya orang yang mengalami demam, dapat disembuhkan dengan obat penurun demam pada umumnya. Tapi kalau demam semakin parah, bisa konsultasi ke dokter.

Orang yang terinfeksi hanta virus, sebenarnya tidak akan dirawat secara khusus. Berbeda dengan virus corona, pasien yang terinfeksi virus corona akan di isolasi, dan tidak boleh bertemu dengan keluarga. Karena COVID-19 akan menularkan virus sesama manusia.

Pasien hanya akan dirawat secara intensif. Kalau sudah mengalami gejala pernapasan yang cukup berat, pasien akan diterapi dengan oksigen, agar pasien bisa bernapas normal

Namun, jika pasien mengalami gagal ginjal, maka akan dirawat dengan cuci darah secara intensif.

Jagalah Lingkungan

ilustrasi sepeda/shuttershock
ilustrasi sepeda/shuttershock

Di Indonesia telat ditemukan beberapa jenis tikus. Menurut penelitian beberapa ahli, tikus yang di temukan, termasuk hewan yang bisa menyebarkan hanta virus.

Beberapa jenis tikus tersebut tersebar di hutan yang berdekatan dengan pemukiman, hutan  jauh dari pemukiman, pantai yang dekat  pemukiman, pantai jauh pemukiman, dan kawasan perkotaan yang padat penduduk.

Kalau Sahabat Fimela melihat banyak tikus di sekitar rumah, segera laporkan kepada kepala desa atau pemerintah desa. Agar segera dilakukan tindakan pengendalian tikus.

Selain melakukan pengendalian tikus, masyarakat juga harus diberikan informasi mengenai hanta virus.

Jagalah kebersihan di sekitar rumah dan jaga kesehatan badan. Pada umumnya, virus tidak akan menyerang orang yang berimun kuat.

Lanjutkan Membaca ↓