Cara Perkembangan Virus Corona COVID-19 di Dalam Tubuh Manusia

Kezia Prasetya Christvidya27 Mar 2020, 17:35 WIB
sick-kezo

Fimela.com, Jakarta Dunia mulai heboh, karena virus corona berhasil menjajah hampir seluruh dunia. Virus corona ini berhasil menginfeksi banyak nyawa manusia, bahkan berhasil merenggut nyawa manusia juga.

Dilansir dari nih.gov, para ilmuwan yang berasal dari National Institute of Health (NIH), mengumpulkan orang yang sudah terinveksi virus corona untuk penelitian. Struktur virus corona berhasil terungkap oleh para ilmuwan NIH, dengan menggunakan mikroskop cahaya atau mikroskop elektron.

Virus Corona termasuk virus yang memiliki asam nukleat RNA. Virus yang termasuk RNA akan mengalami 3 gelombang. Biasanya gelombang pertama virus ini menyebar, kemudian terjadi pathogenesis yang tinggi, yang terakhir akan bermutasi. Artikel berikut ini akan mengulas tentang cara perkembangan virus corona di dalam tubuh manusia

Perkembangan Virus Corona pada Sistem Pernapasan

ilustrasi pernapasan/pexels
ilustrasi pernapasan/pexels

Orang yang terinfeksi virus corona akan mengalami gejala kurang lebih selama 14 hari. Pada gejala awal, pasien yang terinfeksi virus corona akan memiliki gejala sesak napas. Gejala inilah yang akan membuat paru-paru seseorang terinfeksi.

Perkembangan virus corona di paru-paru akan mengakibatkan seseorang mengalami sesak napas, atau pneumonia yang tidak akan menyebabkan kematian. Pada beberapa kasus, orang yang memiliki sistem imun lemah, akan mengalami kerusakaan pada paru-paru.

Virus corona akan berkembangbiak di paru-paru, kemudian virus ini merusak kantong udara paru-paru, dan mengakibatkan kerusakan pembuluh darah kecil. Akibatnya, dinding kantong udara akan menebal dan dilapisi oleh virus, lalu orang tersebut kehabisan oksigen, dan meninggal dunia.

Perkembangan Virus Corona pada Sistem Pencernaan

ilustrasi sakit perut/shuttershock
ilustrasi sakit perut/shuttershock

Selain gangguan sistem pernapasan, virus corona juga menyerang sistem pencernaan manusia. Pasien yang terinfeksi virus corona di Wuhan, sebagian besar mengalami gejala mual, perut sakit dan diare.

Pada beberapa kasus, virus corona menyebar di usus manusia. Seseorang yang mengalami gejala diare, akan lebih lama melakukan perawatan, daripada orang yang memiliki gejala umum.

Para ilmuwan dari New England Journal of Medicine, yang meneliti tentang COVID-19, mereka mengambil sampel dari tinja orang yang positif virus corona. Setelah diteliti, virus corona yang berkembang di usus, mengakibatkan tinja pasien menjadi positif corona. Namun, masih diteliti lebih lanjut, mengenai penularan virus corona melalui tinja manusia.

Perkembangan Virus Corona Menyerang Jantung

ilustrasi coronavirus/pexels
ilustrasi coronavirus/pexels

Virus corona bisa menyerang jantung. Hal ini dikarenakan virus merusak fungsi pembuluh darah.

Kerusakan organ paru-paru pada seseorang akan menghambat oksigen. Jika pembuluh darah didalam paru-paru rusak, dan paru-paru mengalami penebalan dinding, maka pembuluh darah tidak dapat memberikan oksigen untuk menyalurkan darah ke jantung.

Kalau virus corona berkembang di jantung, denyut nadi dan irama jantung seseorang tidak akan teratur. Orang tersebut akan mengalami tekanan darah yang rendah. Dan kemudian dapat menyebabkan serangan jantung hingga kematian.

Perkembangan Virus Corona pada Hati dan Ginjal

ilustrasi hati/pexels
ilustrasi hati/pexels

Kerusakan organ tubuh manusia, pada awalnya disebabkan oleh paru-paru. Paru-paru memiliki fungsi untuk memproduksi oksigen dalam tubuh.

Dilansir dari Healthline, tubuh yang kekurangan oksigen akan merusak sel-sel yang ada pada hati. Karena hati membutuhkan darah dan oksigen untuk melakukan tugasnya.

Sama seperti dengan hati. Kalau ginjal kekurangan oksigen, akan mengalami kerusakan parah, dan menyebabkan orang sakit gagal ginjal.

Kerusakan-kerusakan yang diakibatkan, akan membuat organ tersebut rusak dan memproduksi enzim yang berupa racun.

Perkembangan Virus Corona Merusak Sel Tubuh

ilustrasi sakit/unsplash
ilustrasi sakit/unsplash

Orang yang memiliki sistem imun kuat, tidak akan tertular penyakit. Kalau sakit, tubuh orang tersebut akan menjadi kebal dari suatu virus.

Sel imun pada tubuh, dapat rusak jika terserang virus corona. Walaupun hanya terinfeksi sedikit virus corona, virus ini akan menginfeksi sel tubuh. Sel yang sudah terinfeksi, akan hancur dan menyebarkan virus corona yang baru. Virus corona bisa menginfeksi sel dalam tubuh selama 10 hari, dan menciptakan jutaan virus baru.

Virus Corona Berkembang Selama 5 Minggu di Dalam Tubuh

ilustrasi wanita/unsplash
ilustrasi wanita/unsplash

Dilansir dari jurnal The Lancet Medical, virus corona atau COVID-19 dapat hidup dan berkembang di saluran pernapasan selama lebih dari 5 minggu. Beberapa pasien diberikan antivirus tetapi obat tersebut tidak bisa membunuh virus corona.

Dalam beberapa kasus, virus corona tidak dapat hidup selama 14 hari. Maka seseorang yang terinfeksi virus harus mengisolasi diri selama 14 hari.

Namun, hal mengejutkan terjadi setelah para ilmuan melakukan penelitian, virus corona dapat bertahan selama kurang lebih 37 hari. Atau setelah beberapa minggu setelah pasien dinyatakan sembuh.

Virus Corona juga tetap bisa hidup di dalam tubuh orang yang sudah meninggal. Perkembangan virus corona dalam tubuh ini harus di waspadai. Buat Sahabat Fimela yang memiliki tubuh sehat, disarankan mengikuti anjuran pemerintah untuk melakukan social distancing. Hal ini dilakukan untuk menghambat perkembangan virus corona di dalam tubuh. Dan mampu mencegah penyebaran virus corona.

Lanjutkan Membaca ↓