Saat Kita Berusaha Ikhlas, Pertolongan Tuhan Datang dengan Sendirinya

Endah Wijayanti30 Mar 2020, 16:40 WIB
karakter zodiak

Fimela.com, Jakarta Mencintai diri sendiri bukanlah tindakan egois. Justru dengan mencintai diri sendiri, kita bisa menjalani hidup dengan lebih baik. Di antara kita ada yang harus melewati banyak hal berat dalam hidup sampai rasanya sudah tak punya harapan apa-apa lagi. Namun, dengan kembali mencintai diri sendiri dan membenahi diri, cahaya baru dalam hidup akan kembali bersinar. Melalui salah satu tulisan yang dikirimkan Sahabat Fimela dalam Lomba My Self-Love Story: Caramu untuk Mencintai Diri ini kita akan memetik sebuah inspirasi baru yang dapat mencerahkan kembali hidup kita.

***

Oleh: K

Wajah mulus dan glowing seakan menjadi kiblat kecantikan zaman sekarang, berbagai macam brand kosmetik berlomba-lomba meluncurkan skincare dengan tema glowing. Orang yang kulitnya sudah mulus pun banyak yang masih tidak puas, seakan tidak glowing tidak cantik. Beberapa bulan yang lalu saya memiliki masalah kulit yang hampir setiap orang pernah mengalaminya, ya masalah yang satu ini memang cukup membuat stres.

Awalnya wajah saya tidak terlalu parah, hanya kondisi yang lumrah dialami oleh setiap orang khususnya wanita. Namun karena tren kulit glowing ini sudah seperti virus bagi kaum hawa, saya pun sempat terkena ‘virus’ ini. Saya sangat stres dengan wajah saya yang tidak semulus dulu, saya tidak sabar menginginkan kulit saya kembali seperti semula sehingga saya melakukan berbagai macam cara untuk mengatasinya, mulai dari obat tradisional hingga skincare dari berbagai brand.

Sampai wajah saya semakin hari semakin buruk, semakin parah, semakin diobati semakin jadi pula masalah itu. Saya sudah mengelilingi dokter kulit biasa hingga dokter estetika untuk mengatasinya, dalam waktu satu bulan saya bisa menghabiskan uang berjuta-juta hanya untuk treatment, dan ini terjadi selama berbulan-bulan. Kenapa saya melakukan semua itu? Karena saya ingin sembuh, saya ingin memiliki kulit yang ‘glowing’ seperti mereka. 

 

 

Merasa Menjadi Manusia yang Paling Menderita

karakter zodiak
ilustrasi./Photo by Polina Zimmerman from Pexels

Hingga akhirnya saya lelah, saya putus asa dan memutuskan untuk tidak melakukan apa pun pada wajah saya yang malang pada saat itu. Kalau diingat sekarang, sungguh meyedihkan kulit wajah saya, menjadi kelinci percobaan berbagai treatment dan produk hanya untuk menuruti nafsu saya yang ingin cantik seperti orang di luar sana. Saat itu saya sedih, tidak lepas dari masker, tidak mau keluar rumah, dunia saya benar-benar hanya sebatas perjalanan dari rumah ke kantor dan sebaliknya.

Pernah suatu hari saya hendak keluar rumah namun lupa memakai masker, para tetangga yang melihat saya langsung memulai aksinya mengghibah, menggunjing, dan menggosip berbisik satu sama lain. Bukan main sedihnya saya saat melihat pandangan merendahkan di mata mereka saat melihat saya, melihat itu saya langsung kembali masuk, seakan tidak puas berbisik di depan saya tadi, mereka bergosip dengan suara keras saat saya telah menutup pintu, mereka mengatakan kalimat yang sangat menyakitkan.

Saya merasa seolah mereka memang mengharapkan wajah saya menjadi seperti itu, rasanya saya lemas sekali mendengar cemoohan mereka, saya tidak pernah memakai produk-produk yang mereka sebutkan untuk mendapatkan kepuasan instan hingga wajah saya hancur saat itu. Merasa tidak bersemangat, saya pergi ke kamar mandi tanpa melakukan apa pun, hanya duduk lalu memandangi wajah saya di cermin. Belakangan ini saya memang sering sekali mendapatkan celaan karena wajah saya, wajah yang dulunya baik-baik saja, kini menjadi hinaan dan bahan tertawaan.

Berusaha Ikhlas, Pertolongan Tuhan Datang

self-love
ilustrasi./copyright by Shutterstock

Suatu hari, seakan telah kebal dengan hinaan mereka. Lagi-lagi saya pandangi diri saya di cermin, wajah yang cemberut itu saya bimbing untuk tersenyum, saya katakan pada diri saya, "Tetaplah seperti ini, tetaplah tersenyum apapun yang mereka katakan.” Saat itu saya memutuskan untuk masa bodoh, dan mencoba ikhlas menerima apa pun yang Tuhan berikan, saya lelah mendengar cemoohan yang tiada habisnya.

Saya percaya diri, saya suka dengan setiap apa yang ada pada saya, entah itu baik atau buruk, saya tetap menyukai diri saya apa adanya tanpa harus menuntutnya agar sesuai dengan kriteria orang lain. Ajaibnya, ketika saya mulai ikhlas dengan semua keadaan, saya menemukan titik terang dari permasalahan ini. Wajah saya perlahan-lahan mulai kembali seperti dulu, tanpa pengobatan apapun.

Tidak ada obat tradisional, tidak ada skincare, tidak ada treatment. Uang yang biasanya saya habiskan untuk treatment dan skincare, sekarang saya lebih memilih menggunakannya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, saya jauh lebih senang dan lega sekarang. Rasanya beban dan kegelapan yang ada di hati saya yang disebabkan oleh berbagai masalah yang datang dari berbagai penjuru selama ini telah diguyur hujan yang menyenangkan, terasa sangat ringan dan damai.

Love Yourself

Bahagia
Ilustrasi./copyright shutterstock

Setiap makhluk yang hidup pasti memiliki masalah, entah masalah keluarga, percintaan ataupun masalah lainnya. Ada masalah yang datang sebagai cobaan, ada yang datang sebagai teguran, bahkan ada yang datang sebagai balasan. Kita tidak pernah tahu masalah jenis apa yang kita alami, cobaan kah? Teguran kah? Atau malah balasan. Yang pasti, tergantung bagaimana cara kita menyikapinya. Apakah kita banyak mengeluh dengan adanya masalah atau kita berusaha ikhlas dan berserah kepada Tuhan.

Saya bersyukur dengan adanya berbagai masalah yang saya alami, karena dengan adanya berbagai masalah ini saya belajar untuk menjadi orang yang ikhlas, saya lebih mencintai diri, menerima kekurangan diri dan berusaha memperbaikinya bukan malah mencaci kekurangan itu. Saya menemukan bahwa kunci hidup bahagia adalah dengan bersyukur dan lebih menerima serta mencintai apa yang kita miliki, jangan membanding-bandingkan diri dengan orang lain kalau itu hanya membuat kita banyak mengeluh.

Syukuri dan nikmati saja apa yang ada, kalau memang ingin memiliki seperti yang dimiliki orang lain, maka berusahalah sewajarnya tapi jangan sampai membuat diri sendiri ataupun orang lain terluka. Yang terpenting hargai dan buatlah dirimu sendiri bahagia, kamu tidak bisa menyalahkan orang lain ketika mereka merendahkanmu saat kamu pun merendahkan dirimu sendiri.

Bahagiakanlah dirimu, jangan gantungkan bahagiamu pada apapun atau siapa pun yang tidak kekal, karena suatu hari mereka bisa hilang, pergi. Lalu, apa yang akan terjadi padamu saat mereka pergi? Kamu akan bersedih lagi, jadi bergantunglah hanya pada Tuhan. Yakinlah bahwa Tuhan tau apa yang terbaik untukmu, saat kamu bahagia maka kamu juga bisa membuat orang lain bahagia. Take care of yourself, be yourself, love yourself!

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓