Darurat Lockdown, Ketahui Apa Saja yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan serta Dampaknya

Imelda Rahma30 Mar 2020, 21:17 WIB
Lockdown

Fimela.com, Jakarta Kondisi wabah Covid-19 semakin mengkhawatirkan seluruh pihak, baik masyarakat maupun pemerintah. Jumlah korban yang positif terinfeksi sudah mencapai angka seribu lebih begitupun dengan jumlah yang meninggal mencapai puluhan. Situasi ini mendorong pemerintah untuk mengambil kebijakan lockdown.

Sebelumnya, pemerintah sudah menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk melaksanakan social distancing dan membatasi aktivitas diluar rumah. Tetapi himbauan tersebut nampaknya belum cukup efektif karena tetap tidak bisa menekan jumlah angka korban di Indonesia.

Berita terkini bahkan menyebutkan sejumlah wilayah telah memutuskan untuk melaksanakan lockdown selama beberapa hari. Lockdown sudah mulai dilakukan dari cakupan yang paling kecil yakni, desa – desa. Banyak penduduk yang sudah memasang portal lockdown agar masyarakat luar tidak memasuki area tersebut.

Akan tetapi, istilah lockdown sampai saat ini masih bias dan banyak pihak yang salah kaprah. Pembicaraan lockdown sempat menjadi perdebatan sengi tantara tokoh publik dimedia sosial. Terjadi perbedaan pendapat antara keputusan harus dilakukan lockdown atau tidak dengan mempertimbangkan dampaknya.

Oleh karena itu, Fimela.com kali ini akan membahas isu lockdown, apa yang boleh dan bisa dilakukan masyarakat selama lockdown dan apa yang tidak boleh dilkukan beserta dampaknya apabila lockdown diberlakukan. Berikut pemaparannya.

Penjelasan Mengenai Lockdown

Penjelasan Mengenai Lockdown
Ilustrasi Lockdown Credit: pexels.com/cottonbro

Secara singkat lockdown berarti penutupan akses dari dalam maupun luar. Kebijakan lockdown biasanya hanya ditetapkan oleh otoritas pemerintah yang sah dan merupakan protocol darurat. Dalam kasus Covid-19, negara yang memberlakukan lockdown akan mengunci akses keluar masuk demi mencegah peningkatan penyebaran virus.

Selain mengunci akses keluar masuk, lockdown juga biasanya akan diikuti dengan larangan untuk mengadakan pertemuan yang melibatkan orang banyak. Hal ini perlu dilakukan untuk menekan risiko penularan virus yang bisa saja dibawa dari masyarakat luar wilayah lockdown. Tetapi tidak perlu khawatir, aturan ini bersifat sementara dan bisa dicabut apabila keadaan sudah dipastikan membaik.

Akses Hanya Dibuka untuk Kepentingan Darurat

Akses Hanya Dibuka untuk Kepentingan Darurat
Ilustrasi Kebutuhan Kesehatan Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

Saat lockdown diberlakukan disuatu wilayah maka, wilayah tersebut akan dijaga dengan sangat ketat dan diusahakan steril. Bahkan masyarakat yang berada diwilayah lockdown tidak diperkenankan untuk keluar. Apabila kamu merasa memiliki kepentingan darurat untuk keluar maka kamu harus siap dengan protokolnya yang amat rumit.

Tidak sembarang orang bisa keluar dari wilayah lockdown, biasanya hanya mereka dengan kebutuhan mendesak saja yang bisa. Salah satu kebutuhan mendesak yang bisa diperbolehkan untuk keluar misalnya berurusan dengan kebutuhan kesehatan. Membeli obat atau alat kesehatan bisa menjadi alasan serius untuk anda keluar.

Biasanya, sebelum suatu wilayah dinyatakan lockdown, pihak berwenang setempat akan memberikan pengumuman kepada masyarakat terlebih dahulu. Kemudian, masyarakat akan diberikan waktu untuk berbelanja kebutuhan pokok. Setelahnya, kamu harus siap untuk ikut bagian dari pelaksanaan lockdown dengan menahan diri dirumah dan hanya beraktivitas dirumah.

Penutupan Akses untuk Masyarakat Luar Wilayah Lockdown

Penutupan Akses untuk Masyarakat Luar Wilayah Lockdown
Ilustrasi Lockdown Credit: pexels.com/Mike

Berbicara mengenai lockdown, semua pihak pasti akan terkena dampaknya, baik mereka yang berada didalam wilayah lockdown maupun yang berada diluar wilayah lockdown. Apabila suatu wilayah dinyatakan lockdown, artinya ada pembatasan yang sangat serius. Tidak akan lagi ditemukan satu orang dengan orang lainnya dengan mudah berkunjung.

Lockdown berarti penutupan akses untuk masyarakat luar, tidak boleh ada kontak sosial lagi antara mereka yang didalam dan diluar wilayah, contohnya bertemu. Masyarakat luar yang nekat memasuki wilayah lockdown akan mendapat respon keras diawal portal. Mereka biasanya akan dicegat, ditanyai, dilakukan pemeriksaan atau diusir karena tidak diijinkan masuk.

Walaupun terkesan sangat otoriter, tujuannya bukanlah mempersulit orang atau menindas, ini merupakan langkah tegas agar penyebaran dapat terkendali. Oleh karena itu, disarankan masyarakat yang bukan berasal dari wilayah lockdown untuk tidak nekat berkunjung atau memaksa masuk ke wilayah tersebut.

Adanya Beberapa Tindakan Khusus Saat Lockdown

Adanya Beberapa Tindakan Khusus Saat Lockdown
Ilustrasi Polisi Credit: pexels.com/pixabay

Tahukah kamu beberapa negara yang sudah memberlakukan lockdown memiliki beberapa tindakan khusus apabila mereka mendapati masyarakat melanggar peraturan. Tidak mungkin bagi sebuah negara memberlakukan lockdown apabila situasinya tidak genting, kebijakan ini tentunya harus mendapat dukungan dari masyarakat.

Namun, apabila ada masyarakat yang melakukan pelanggaran, biasanya beberapa negara akan menindaknya dengan tegas. Sebagai contoh, Italia menegur masyarakat secara langsung yang kedapatan masih berada diluar rumah, teguran ini sampai pada pemaksaan agar orang tersebut mau menahan diri dirumah.

Apabila kamu mengikuti berita perkembangan Covid-19, kamu pasti pernah mendengar Italia memberlakukan sistem denda apabila masyarakat kedapatan melanggar. Selain Italia, India bahkan memukuli warganya yang kedapatan berada diluar rumah atau menlakukan aktivitas diluar rumah.

Tindakan tersebut terlihat seperti kekerasan namun, hal itu bergantung pada kebijakan masing-masing negara. Situasi yang semakin tidak terkendali memaksa pihak pemerintah memberlakukan kebijakan tegas.

Dampak dari Lockdown

Dampak dari Lockdown
Ilustrasi Dampak Lockdown Credit: pexels.com/pixabay

Salah satu dampak yang sangat diperhitungkan apabila suatu wilayah ataupun negara melakukan lockdown adalah kondisi ekonomi. Baik ekonomi secara mikro maupun makro. Pandemi Covid-19 benar-benar mengguncang ekonomi dunia.

Salah satu pertanyaan sederhana apabila lockdown diberlakukan adalah bagaimana dengan nasib masyarakat kelas bawah yang mengandalkan pendapatan dari aktivitas ekonomi berjualan maupun berdagang. Tentunya, hal ini perlu disikapi bersama.

Pemerintah harus berkomitmen menjamin kesejahteraan masyarakat apabila ingin memberlakukan lockdown. Beberapa hal yang bisa dilakukan contohnya, menjamin ketersediaan pangan karena itu merupakan kebutuhan primer setiap masyarakat.

Satu hal yang perlu diperhatikan mengenai lockdown adalah kesiapan pemerintah dan kerjasama masyakarat. Pemerintah harus memiliki strategi untuk menjaga kesejahteraan masyarakat saat wabah berlangsung dan mampu menghidupkan kembali ekonomi apabila wabah selesai. Sementara masyarakat ikut bekerjasama dengan mendukung kebijakan pemerintah.

Lanjutkan Membaca ↓