Mencintai Diri sebagai Wujud Rasa Syukur atas Apa Yang Tuhan Beri

Endah Wijayanti31 Mar 2020, 14:16 WIB
menjadi ibu rumah tangga

Fimela.com, Jakarta Oleh: Gayuh Yustia

Aku yakin bahwa Tuhan tidak pernah iseng menciptakan hamba-Nya. Setiap manusia terlahir di dunia dengan segala kelebihan dan kekurangan. Meski tiada yang sempurna, namun aku percaya bahwa setiap manusia ditakdirkan untuk membawa manfaat bagi sesama. Oleh sebab itu, adalah hal yang wajib bagiku untuk mensyukuri apa telah yang Tuhan beri dengan cara mencintai diri sendiri.

Mengembangkan Diri dan Mengejar Passion

Bagiku, mengembangkan diri dan mengejar passion adalah salah satu caraku mencintai diri sendiri. Jika kita sayang pada diri sendiri, tentu kita pun menginginkan yang terbaik untuk diri ini. Termasuk menginginkan adanya perubahan-perubahan positif. Perubahan diri menjadi lebih baik tentunya tidak bisa diraih dengan cara instan. Sabar, disiplin, dan konsisten adalah kuncinya.

Setelah menikah dan memiliki anak, aku memang memutuskan untuk berhenti bekerja kantoran. Meski demikian, aku berkomitmen pada diriku sendiri untuk bisa menjadi ibu produktif yang terus dapat mengembangkan diri sembari mengurus keluarga. Keseharianku sebagai ibu rumah tangga lebih banyak dilalui di rumah saja. Namun aku tidak mau melewatkan waktuku untuk hal-hal yang tidak berguna. Sebisa mungkin aku memanfaatkan waktu luang untuk upgrade ilmu dengan membaca, mengikuti seminar online maupun offline yang sesuai dengan passion ku. membuat literasi dan berharap dapat menjadi karya yang bermanfaat untuk sesama.

Aku juga bergabung dengan salah satu komunitas positif yang bagiku cukup membantu dalam proses pengembangan diriku, Bersama mereka, aku banyak menemukan ilmu dan pengalaman baru. Di komunitas yang mayoritas beranggotakan ibu-ibu muda ini, aku juga mendapat dukungan dari sesama perempuan yang tentunya membuatku semakin semangat dalam menjalani peran sebagai ibu. Support system itulah yang bagiku sangat diperlukan oleh perempuan ditengah banyaknya peran yang dijalani.

 

Meluangkan Waktu untuk Me-Time dan Merawat Diri

ibu tunggal tiga anak
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/ANURAK+PONGPATIMET

Meluangkan waktu untuk me time dan merawat diri juga merupakan bagian dari caraku mencintai diri sendiri. Bagiku, merawat diri merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan atas raga ini. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk merawat diri, misalnya dengan rutin berolahraga dan makan makanan bergizi.

Bagi sebagian perempuan, memanjakan diri dengan melakukan perawatan di salon juga menjadi ritual yang tak kalah penting dalam mengisi waktu luang. Jika tidak ada waktu dan budget ekstra untuk perawatan di salon, kita bisa melakukannya sendiri di rumah. Aku sendiri lebih sering melakukan perawatan wajah di rumah dengan menggunakan masker yang terbuat dari bahan-bahan alami. Menonton film di rumah ketika anak-anak sedang tidur juga dapat dijadikan opsi untuk agenda me time. Lebih hemat dan efisien, bukan?

Berpikir Positif, Berhenti Membandingkan Diri Sendiri dan Orang Lain

keluarga bahagia
ilustrasi./copyright from Shutterstock

Akan selalu ada banyak orang yang hidupnya terlihat lebih beruntung dibandingkan dengan kita, memiliki kekayaan dan keahlian lebih dari kita, terlihat sempurna fisiknya dengan kulit bersinar dan penampilan cetar membahana. Namun apakah itu menjadi tolak ukur sebuah kebahagiaan dan kesuksesan? Tidak, tentu tidak. Karena definisi dari sukses dan bahagia setiap manusia tidaklah sama.

Dulu aku pernah merasa rendah diri. Ruang gerakku pun menjadi sangat terbatas karena perasaan dan pikiran negatif yang kumiliki. Hingga akhirnya aku sadar bahwa ternyata aku hanya membuang energi dengan memelihara pikiran negatif itu. Lalu aku mulai memilah-milah apa yang menjadi kekurangan dan kelebihanku.

Dengan lebih mengenal diri sendiri, aku merasa lebih percaya diri. Aku pun menyadari bahwa membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain sama halnya dengan tidak menghargai diri sendiri. Oleh karenanya, berpikir positif itu sangat perlu. Selalu berusaha untuk berpikir positif dan berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain kini juga menjadi caraku untuk mencintai diri sendiri.

Well, apa pun bentuknya, setiap perempuan pasti punya cara masing-masing untuk mencintai diri sendiri. Yakinlah, bahwa meski tiada yang sempurna namun diri ini berhak bahagia. Mulailah dengan mencintai diri sendiri dan membahagiakan diri sendiri, agar dapat menularkan energi positif pada orang yang ada di sekitar kita.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓