Perbedaan Introver dengan Perilaku Antisosial

Gayuh Tri Pinjungwati05 Apr 2020, 18:15 WIB
Introver

Fimela.com, Jakarta Kepribadian introver adalah seseorang yang lebih suka lingkungan yang tenang dan minim stimulasi. Introver cenderung merasa terkuras setelah bersosialisasi dan mendapatkan kembali energi mereka dengan menghabiskan waktu sendirian. Ini sebagian besar otak introver merespon dopamin secara berbeda dari otak ekstrover.

Meskipun demikian seorang introver tidak dapat dikatakan orang yang antisosial. Bahkan ia masih dapat melakukan interaksi dengan orang yang ada di sekitarnya dan mampu berubah menjadi ekstrover. Berikut ini beberapa perbedaan introver dengan perilaku antisosial.

Introver adalah Sifat Kepribadian

Ciri kepribadian didefinisikan sebagai karakteristik yang relatif abadi dalam diri seseorang yang dapat dikatakan untuk menhelaskan konsistensi dalam perilaku mereka. Sederhananya, itu berarti bahwa menjadi seorang introver adalah bagian dari siapa dirimu dan bagian dari apa yang membuatmu unik. Sebenarnya tidak ada sifat kepribadian baik atau buruk.

Ada pun perilaku antisosial, orang-orang yang menampilkan ini cenderung telah didagnosis dengan Anti-Social Peronality Disorder. Diagnosis terdiri dari beberapa kriteria untuk menilai ada tidaknya sesuatu dengan cara seseorang berpikir, merasa atau berperilaku. Orang yang antisosial adalah apa yang biasanya di sebut “psikopat”.

Introver Menikmati Bersosialisasi

Bertentangan dengan kepercayaan populer, introver sebenarnya menikmati bersosialisasi sebanyak ekstrover, mereka hanya kurang membutuhkannya, bahwa ini karena ekstrover memiliki korteks frontal yang lebih kecil, yang berarti mereka membutuhkan lebih banyak stimulasi eksternal daripada introver.

Yang cukup menarik, ini juga berlaku bagi mereka yang memiliki gangguan kepribadian antisosial, tetapi perbedaannya jauh lebih ekstrim dalam kasus mereka. Tidak hanya korteks frontal mereka lebih kecil, tetapi juga cenderung ada disfungsi pada amigdala mereka. Inilah alasannya, sebagian besar peneliti menduga, mengapa mereka merasa kurang takut dan menikmati kekerasan dan kehancuran.

Introver Dapat Memiliki Hubungan

introver
Ilustrasi/copyrightshutterstock/Quality Stock Arts

Introver sangat mampu memiliki hubungan yang sehat dan bermakna dengan orang lain. Meskipun mereka mungkin memiliki lebih sedikit teman daripada ekstrover, ini tidak berarti bahwa mereka secara sosial tidak kompeten dalam cara apa pun, tidak seperti orang anti-sosial. Ini hanya masalah preferensi pribadi.

Masalah umum di antara gangguan kepribadian adalah bahwa mereka yang menderita gangguan anti-sosial sangat sulit membentuk dan mempertahankan hubungan. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa psikopat yang didiagnosis hampir seluruhnya tidak dapat berhubungan dengan orang lain sama sekali. Mereka tidak memahami hubungan, tidak bisa berempati dengan orang lain, dan hanya mencari untuk mengeksploitasi orang-orang di sekitar mereka.

Introvert Cenderung Pemalu

Mungkin cara termudah untuk mengetahui apakah seseorang adalah seorang introver adalah jika mereka tampak malu ketika pertama kali bertemu mereka. Tidak seperti ekstrover, kaum introver lebih memilih untuk menjaga diri mereka sendiri dan mendengarkan lebih banyak daripada mereka berbicara dalam percakapan. Mereka mungkin lebih hidup atau lebih bergairah di sekitar mereka yang dekat dengan mereka, tetapi mereka biasanya tidak menikmati kehidupan pesta.

Di sisi lain, orang yang antisosial bisa sangat ramah ketika mereka membutuhkannya. Mereka suka menggunakan pesona mereka untuk memanipulasi orang-orang di sekitar mereka untuk memberi mereka apa yang mereka inginkan. Mereka bisa berani, menggoda, dan bermulut keras ketika mereka ingin menjadi , sifat yang jarang dirimu gunakan untuk menggambarkan seorang introver.

Jadi meskipun menjadi seseorang yang kesulitan saat berada pada sosialisasi banyak orang, introver adalah bukan seseorang yang antisosial. Bahkan mereka bisa menjalin hubungan baik dan melakukan interaksi dengan orang di sekitarnya meskipun tidak sebanyak ekstrover.

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓