Waspada, 5 Alasan Virus Corona Berbahaya

Karla Farhana02 Apr 2020, 14:00 WIB
[Fimela] virus corona

Fimela.com, Jakarta Virus Corona jenis baru atau COVID-19 pertama kali dilaporkan di Wuhan, Cina, pada akhir tahun 2019. Sejak saat itu, virus ini pun menyebar ke hampir seluruh negara di dunia. Setelah 2 bulan Indonesia dinyatakan negatif, virus Corona pun terkonfirmasi terjadi di Indonesia di tahun 2020. 

Meski gejalanya mirip dengan flu biasa, seperti batuk kering, pilek, dan demam, namun virus ini dinyatakan sangat berbahaya untuk kesehatan. Menurut dr. Erni Juwita Nelwan, MD, FACP, FINASIM penyakit ini merupakan penyakit infeksi. Erni pun menjelaskan mengapa virus ini berbahaya. 

"COVID-19 adalah penyakit infeksi yang virusnya begitu agresif. Sehingga penting sekali untuk masyarakat berada di rumah saja," kata Erni di acara sharing session Fimelahood from Home in Collaboration with the Conversation Indonesia, pada Kamis (26/3/20).

Berikut ini beberapa alasan kenapa virus Corona dinyatakan sangat berbahaya bagi kesehatan dan nyawa seseorang. 

1. Penularan cepat lewat droplets

[Fimela] ilustrasi droplets
ilustrasi droplets | pexels.com/@olly

Erni menjelaskan, penularan virus Corona melalui droplets yang ukurannya berbagai macam. Ada droplets besar dan kecil. Droplets besar ini akan memindahkan virus lewat tangan. Seperti ketika bersin, batuk, yang kemudian orang sakit tersebut memegang benda-benda di sekitarnya. Sementara droplets kecil menularkan virus dari orang positif Corona ke orang lain secara langsung. 

Sementara itu, droplets besar bisa berpindah dalam jarak kurang dari 1 meter. Berbeda dengan droplets kecil, yang bisa berpindah dalam jarak lebih dari 1 meter. Sehingga, penting sekali bagi Sahabat Fimela untuk menjaga jarak minimal 2 meter dengan orang lain. 

2. Agresif

Virus Corona merupakan virus yang agresif dengan tingkat penularan yang tinggi. Meski SARS dinyatakan virus mematikan, namun perbedannya dengan virus Corona ada pada kecepatan penularan virus. Virus Corona justru menular lebih cepat dari SARS. 

3. Penularan Lewat Interaksi

[Fimela] corona
ilustrasi pencegahan virus corona | pexels.com/@gustavo-fring

Dilansir dari Liputan6, penularan virus Corona juga bisa lewat berkumpul atau beraktivitas di tengah kerumunan. Sebab, virus Corona dapat menempel secara kasat mata pada pakaian dan benda yang dibawa orang lain. 

 

4. Gejala Ringan

Selain itu, COVID-19 memiliki gejala ringan seperti gangguan pernapasan atau penyakit flu biasa. Sehingga agak sulit untuk mengetahui gejalanya tanpa melakukan pemeriksaan atau tes di rumah sakit khusus. 

Adapun beberapa gejalanya, tulis Liputan6, antara lain batuk kering, demam, pilek, sakit tenggorokan, gangguan pernapasan, letih, serta lesu. 

5. Riwayat Penyakit

Bagi orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti diabetes dan penyakit jantung, lebih rentan mengalami kondisi parah ketika tertular COVID-19. 

#ChangeMaker

 

Lanjutkan Membaca ↓