Yang Paling Menyedihkan dari Patah Hati adalah saat Merasa Tak Layak Dicintai

Endah Wijayanti03 Apr 2020, 14:15 WIB
perempuan sedih

Fimela.com, Jakarta Patah hati tak pernah menyenangkan. Pengalaman putus cinta, dikhianati, diselingkuhi, atau cinta yang bertepuk sebelah tangan selalu meninggalkan luka yang bekasnya takkan pernah hilang. Segala hal yang membuat kita patah hati jelas bukan pengalaman yang menyenangkan.

Dari semua rasa sakit dan perih dari patah hati, satu hal yang biasanya terasa sangat menyedihkan adalah ketika kita sudah merasa tidak lagi layak dicintai. Saat muncul rasa mati rasa, hidup pun terasa makin hampa. Seakan dalam sisi hidup kita nantinya kita tak akan pernah lagi bisa mendapatkan cinta atau merasakan indahnya dicintai.

Sakitnya Patah Hati Sangatlah Nyata

Hanya orang-orang yang pernah patah hati yang paham betul betapa pedihnya rasa sakit yang dirasa. Kesedihan yang begitu pedih bisa menyebabkan stres. Saat tubuh sudah stres, maka tubuh kita akan mengeluarkan lebih hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Kondisi ini membuat tubuh terasa tidak nyaman. Sulit untuk berpikir jernih dan rasanya kita menjadi satu-satunya orang yang paling malang di dunia.

 

No one can take away the hurt. Nothing you tell yourself or make yourself think or do ever sets you free from the crushing feelings that heartbreak dumps all over your word. – yourtango.com

menyentuh wajah
Ilustrasi/copyrightshuttestock/maroke

Selalu Butuh Waktu untuk Memulihkan Diri

Di saat kita baru patah hati, dunia memang rasanya seakan runtuh. Segalanya tampak hancur. Semua hal di sekeliling kita hancur. Bahkan yang lebih parah lagi adalah diri kita pun ikut hancur di dalamnya. Dari segala sesuatu yang hancur, jiwa dan hati kitalah yang paling remuk.

Ya, selalu butuh waktu untuk memulihkan diri. Memang akan muncul perasaan seakan tak layak lagi dicintai. Namun, coba pelan-pelan perbaiki diri. Berdamai dengan keadaan dan mengambil satu langkah pertama untuk kembali menjalani hidup yang lebih baik.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓