5 Alasan Hubungan Mudah Berakhir dalam Pernikahan

Gayuh Tri Pinjungwati03 Apr 2020, 18:15 WIB
putus

Fimela.com, Jakarta Putus hubungan dengan seseorang bisa sulit. Ini tidak dibandungkan dengan jumlah rasa sakit dan penderitaan yang dirimu alami, membawa yang terburuk mutlak satu sama lain. Dirimu sudah membuatnya bekerja lagi dan lagi tetapi, banyak hal tidak lagi terlihat. Dirimu berhenti memegang janji dan harapan, tetapi terutama, dirimu berhenti memegang satu sama lain. Apakah dirimu merasa semakin sulit untuk menstabilkan hubungan? Apakah cintamu untuk pasangan hancur? Berikut ini beberapa alasan mengapa hubungan lebih mudah berakhir.

Masalah Komunikasi

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa komunikasi atau lebih tepatnya kurangnya komunikasi adalah salah satu penyebab utama perpisahan dan perceraian. Ini juga salah satu alasan utama orang beralih ke terapi pasangan untuk mencari bantuan. Setelah menghabiskan lebih dari 20 tahun melakukan penelitian pada studi pasangan, Dr John Gottaman dari University Washington menyimpulkan bahwa penghinaan adalah prediktor perceraian tertinggi. Penghinaan ditunjukkan ketika kedua pasangan menyatakan penilaian negatif, kritik atau sarkase mengenai nilai satu sama lain. Dengan kata lain, penghinaan terjadi ketika dua orang mulai menerima satu sama lain begitu saja dan menjatuhkan satu sama lain daripada mendorong satu sama lain. Alih-alih menyelesaikan masalah atau perilaku itu sendiri, orang tersebut disalahkan secara keseluruhan dan empati diabaikan sama sekali. Tidak terlalu lama setelah ini bahwa kurangnya saling pengertian mengikuti, yang akhirnya membuat dua orang menjauh.

Harapan dan Prioritas yang Berbeda

Sangat mudah untuk membentuk percikan pada awalnya ketika hasrat lahir dari unsur-unsur seperti ketertarikan fisik dan minat yang sama, tetapi ketika realitas dan tuntutan kehidupan sehari-hari terjadi. Saat itulah pengujian sejati terjadi. Jalan seseorang mulai menyimpang ketika harapan tidak selaras satu sama lain. Selain itu, dirimu dan pasangan mungkin memrioritaskan hubungan secara berbeda. Misalnya, salah satu dari kalian mungkin mengutamakan karier atau keluarga, sementara yang lain memrioritaskan hubungan. Sementara salah satu di antara dirimu mungkin lebih serius tentang orang lain, pasangan lain mungkin menggap hubungan itu nyaman untuk saat ini. Ini dapat dengan mudah merubah menjadi permainan memimpin orang lain jika komunikasi tidak jujur sejak awal tentang apa yang dirimu dan pasangan inginkan.

Tumbuh dengan Kecepatan yang Berbeda

memutuskan cerai
Pernikahan berakhir perceraian./Copyright shutterstock.com/g/kitzcorner

bagian tersulit dari mempertahankan hubungan dari waktu ke waktu adalah mampu tumbuh bersama pasangan. Salah satu darimu mungkin megejar karier dan memperluas lingkaran profesional sementara mitra lain mungkin memiliki keinginan untuk menetap. Ketika tumbuh pada kecepatan yang berbeda, semakin sulit bagi hidupmu untuk hidup berdampingan secara seimbang dan sehat, terutama jika kebutuhan tidak lagi dapat dipenuhi satu sama lain.

Ketidak Cocokan

 Ketika dirimu mulai belajar lebih banyak tentang pasanganmu dari waktu ke waktu, dirimu mengetahui apakah kalian berdua cocok atau tidak. Masalahnya tentang kompatibilitas, adalah tidak hanya satu komponen. Banyak orang berpikir bahwa jika satu komponen kurang kompatibilitas, maka mereka dapat menggunakan komponen lain untuk menembusnya. Inilah sebabnya mengapa beberapa pasangan tetap bersama. Tapi seiring berjalannya waktu, jika mereka tidak dirangsang secara emosional atau intelektual satu sama lain atau memiliki perselisihan tentang kehidupan secara umum, maka sulit untuk menemukan alasan lain bagi mereka untuk menjalin ikatan. Kompatibilitas dieksplorasi dalam berbagai aspek, mulai dari tipe kepribadian, keintiman, dan gaya kelekatan yang dikembangkan sejak masa kanak-kanak dan didikan orang tua.

Masalah Kepercayaan

Hubungan yang kuat dan langgeng dibangun di atas dasar kepercayaan. Tanpan elen kunci ini, menjadi mustahil bagi cinta untuk tumbuh dan bertaham. Masalah kepercayaan berkembang karena faktor-faktor seperti kecemburuan, posesif, perselingkuhan, emosional, perselingkuhan fisik atau seksual, dan kekuatan yang mungkin tidak masuk akal. Rasa tidak aman tidak selalu terkait dengan perilaku pasangan lain dan bisa menjadi sesuatu yang terbentuk dari dalam berdasarkan pada kekuatan kita sendiri dan gagasan yang terbentuk sebelumnya. Inilah sebabnya mengapa orang sering mencari cara untuk memperbaiki diri setelah putus. Karena mereka menyadari hubungan itu tidak berhasil karena masalah pribadi yang belum terselesaikan dan mencegah mereka semakin dekat dengan pasangan mereka.

Kunci utama dalam hubungan adalah kejujuran dan komunikasi. Sebanarnya semua aspek saling berhubungan, dimana ketika salah satu ada yang tidak dapat berjalan maka hubungan mungkin akan mengalami masalah. Usahakan untuk membuat komitmen dengan pasangan dan jalankan komitmen tersebut.

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓