Beberapa Tanda Kesehatan Mental Seseorang Mengalami Kekacauan

Gayuh Tri Pinjungwati06 Apr 2020, 13:15 WIB
depresi

Fimela.com, Jakarta Saat ini masih ada banyak orang yang gagal menyadari betapa pentingnya kesehatan mental. Kelelahan emosional adalah masalah serius dan kelelahan sudah dianggap sebagai penyakit mental oleh American Association of Psychology. Kedua masalah ini adalah hasil dari mengabaikan kesehatan mental seseorang.  Berikut ini tanda-tanda seseorang memiliki gangguan kesehatan mental yang kacau berantakan.

Pola Tidur dan Makan Telah Berubah

Jika seseorang mengalami kesulitan tidur atau makan dengan benar belakangan ini, maka itu merubah tanda bahaya serius bagi kesehatan mentalmu. Ini bisa merupa kekurangan tidur, tidur berlebihan, makan berlebihan, atau tidak cukup makan. Studi menunjukkan bahwa perubahan dramatis dalam pola tidur dan atau makan seseorang sering dikaitkan dengan perawatan pribadi yang buruk. Keduanya sangat penting untuk tidak hanya kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental.

Ketika tidak mendapatkan banyak istirahat yang dibutuhkan, itu bisa menyulitkan seseorang untuk berkonsentrasi dan menjadi produktif. Itu membuatmu lebih mudah tersinggung, cemas, dan stres. Di sisi lain, diet yang tidak sehat dapat membuatmu menjadi kurang energik, percaya diri dan lebih rentan terhadap depresi.

Suasana Hati Tidak Stabil

Tanda umum lain dari kesehatan mental yang buruk adalah mengalami perubahan suasana hati yang sering. Ketika seseorang merasa mudah tersinggung atau tertekan bahkan oleh ketidaknyamanan yang paling kecil, pikiran mungkin berteriak minta tolong. Pergeseran yang tiba-tiba atau intens dalam emosi,  ini mungkin besar disesbkan oleh kelelahan emosional atau kerja keras sendiri. Ini memberitahu seseorang bahwa seseorang sudah sangat membutuhkan istirahat.

Ketika seseorang tidak mengurus diri sendiri atau melupakan kebutuhan emosionalnya, itu membuat orak lebih sulit untuk berfungsi dan mengatur apa yang dirasakan seperti biasanya. Karena itu, seseorang mungkin merasa stres sepanjang waktu, tidak termotivasi untuk melakukan apa pun, atau kewalahan oleh segala sesuatu yang terjadi dalam hidupnya. Dalam kasus yang ekrtim, beberapa orang bahkan mengalami kecemasan dan serangan panik karena tidak mampu mengatasi tekanan emosional.

Merasa Terputus dari Segalanya

[Fimela] Depresi
Ilustrasi Depresi | unsplash.com/@anthonytran

Penarikan dan isolasi sosial adalah salah satu konsekuensi terburuk dari kesehatan mental yang buruk. Ketika ini terjadi, seseorang mulai kehilangan minat dalam kegiatan sosial dan tidak lagi menikmati menghabiskan waktu bersama orang lain, bahkan orang yang dicintai. Seseorang merasa terputus dari mereka dan semua orang di sekitarnya, dan bahkan mungkin menjadai apatis dan mati rasa secara emosional meskipun bersikap ramah atau bersahabat sebelumnya.

Ini adalah tanda kritis bahwa dirimu harus mulai merawat diri sendiri dengan lebih baik secara mental. Mengisolasi diri sendiri dari orang lain dapat mempersulit mereka untuk membantu. Jadi, seseorang perlu melakukan yang terbaik untuk membantu diri sendiri. Jika tidak, mungkin akan mengalami perasaan kesepian, kekosongan dan keputusasaan yang kronis, yang membuat seseorang lebih sulit meningkatkan kesehatan mental.

Merasa Sedih Sepanjang Waktu

Jika seseorang mengalami suasana hati yang depresi, ini merupakan alasan yang perlu diperhatikan ketika menyangkut kesehatan mental. Selain murung dan mudah tersinggung, seringkali, orang-orang yang kesehatan mentalnya digantung dengan benang akan tampak tidak tertarik, tidak termotivasi dan kelelahan. Ketika seseorang menumakan bahwa kesulitan baginya untuk merasakan kesenangan apa pun lagi, bahkan dari hal-hal yang dulu membuatnya bahagia, maka inilah saatnya untuk mulai merawat kesahatan psikologis dengan lebih baik.

Mengalami Kesulitan Berkonsentrasi

Akhirnya, mengalami kesulitan mempertahankan fokus dan menyelesaikan tugas (tidak pedulu betapa mudahnya) adalah salah satu cara yang paling jelas untuk mengetahui apakah seseorang menjaga kesehatan mental atau tidak. Jika mereka merasa lebih sulit untuk berkonsentrasi, mengingat informasi, menganalisis masalah, atau bahkan mengngkapkan pikiran sendiri, maka mereka pasti menderita kelelahan mental.

Mayoritas orang dengan penurunan kesehatan mental menunjukkan tanda-tanda gangguan fungsi kognitif. Umumnya dikenal sebagai kabut otak. Ini dapat terjadi ketika seseorang terlalu banyak menidurkan diri (mental, fisik atau emosional) dan tidak membiarkan dirinya sendiri waktu yang diperlukan untuk mengistirahatkan pikiran dan melakukan hal-hal yang disuka.

Masyarakat industry yang serba maju dan serba cepat menbuatnya begitu mudah untuk mengabaikan kesehatan mental demi menjaga kesibukannya, tetapi tidak peduli seberapa sibuknya mereka, mereka harus selalu menemukan waktu untuk merawat diri dan emosi dengan baik. Faktanya, melakukan hal itu telah terbukti membuat seseorang lebih bahagia, lebih sehat secara fisik dan lebih produktif di tempat kerja (World Helath Orginzation, 2001). Mengetahui tanda-tanda penyakit mental dapat menyelamatkan hidup dan menjaga dari lingkaran depresi atau kecemasan. Jika merasa kesulitan dengan salah satu dari masalah ini, dapat juga menghubungi dokter.

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓