Bertahan dengan Pendapatan Suami yang Menurun selama Pandemi

Endah Wijayanti07 Apr 2020, 09:45 WIB
mengucap maaf

Fimela.com, Jakarta Mengubah rutinitas di tengah panedemi virus corona ini memang tidak mudah. Mengatasi rasa cemas dan was-was pun membuat kita tak nyaman. Kita semua pun berharap semua keadaan akan segera membaik. Melalui Lomba Share Your Stories: Berbagi Cerita tentang Pandemi Virus Corona ini Sahabat Fimela berbagai cerita dan harapannya di situasi ini. Langsung ikuti tulisannya di sini, ya.

***

Oleh: Leady Yuliana

Kami adalah keluarga sederhana yang tinggal di kontrakan seadanya yang berada di gang padat penduduk. Suamiku bekerja sebagai satpam yang gajinya tidak sampai UMR, tapi alhamdulillah meskipun begitu tiap bulan kami mampu membayar kontrakan.

Untuk biaya keseharian kami bergantung dari suamiku yang setiap sebelum kerja selalu mencari rezeki dengan menjadi driver ojek online sebelum Indonesia turut terkena pandemi covid 19. Alhamdulillah dari menggojek itu kami bisa tenang bisa membeli susu untuk anak-anak.

Akan tetapi semenjak beberapa toko tutup, jujur beberapa hari suamiku tidak mendapatkan penghasilan. Akibatnya aku harus berusaha mencari bantuan dari adik-adik ataupun orangtua karena dalam kondisi seperti ini keluargalah tempat bernaung.

Bertahan dengan Mengupayakan yang Terbaik

Mulai Mengatur Anggaran Keuangan
Ilustrasi./Credit: pexels.com/Breakingpic

Covid-19 menjadi bukti kekuasaan Allah SWT bahwa dengan mudahnya Allah membolak-balikkan keadaan manusia. Namun, aku percaya di balik semua kesulitan ini Allah pasti memberikan bantuan dan jawaban dari setiap ujian.

Pada saat ini hanya bisa terus berusaha dan terus berdoa, meskipun terasa amat sulit aku terus menyemangati suamiku untuk tetap berpikir positif karena hal yang baik berasal dari pikiran yang positif, usaha, dan berdoa.

Semoga ujian pandemi covid-19 segera usai, dan semoga dengan adanya ujian ini kita mampu bersikap dan mengubah kebiasaan yang buruk menjadi kebiasaan yang baik dan mulai bersikap baik terhadap sesama tanpa memandang status sosial, agama, dan profesi. Inilah ceritaku sebagai ibu dua anak yang terus berusaha bersikap positif dan ujian pandemi covid-19 ini.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓