Protokol Donor Darah Aman di Tengah Pandemi Virus Corona

Karla Farhana07 Apr 2020, 16:00 WIB
[Fimela] donor darah

Fimela.com, Jakarta Pandemi virus Corona atau COVID-19 ternyata menimbulkan dampak di berbagai bidang. Mulai dari bidang kesehatan hingga ekonomi. Di sektor kesehatan, dampak virus ini bukan hanya terlihat dalam pengecekan suhu dan penyemprotan disinfektan di berbagai tempat umum. Tetapi juga berdampak pada stok darah Palang Merah Indonesia (PMI) di beberapa kota yang mulai menipis. 

Hal ini, tulis Liputan6, disebabkan karena jumlah pendonor berkurang. Stok yang menipis ini sebenarnya sudah mulai terlihat sejak pertengahan Maret 2020. Bahkan pada 26 Maret 2020 kemarin, PMI Kota Bekasi, Jawa Barat mengalami ketiadaan stok darah. 

Ada begitu banyak pendonor yang hendak mendonorkan darah mereka kepada PMI. Namun sayang, pandemi virus Corona membuat mereka takut dan khawatir untuk keluar rumah dan bahkan melakukan kontak dengan orang lain saat mendonor darah. Untuk itu, Liputan6 menulis, berikut ini beberapa tips bagi Sahabat Fimela yang ingin mendonorkan darahnya kepada PMI dengan aman. 

Petugas Kenakan APD

[Fimela] masker mulut
ilustrasi masker mulut | pexels.com/@polina-tankilevitch

Untuk menjaga keamanan, para petugas PMI akan mengenakan APD lengkap untuk melindungi diri dan pendonor dari virus Corona. 

Ketua Bidang Unit Transfusi Darah Pusat PMI, Linda Lukita Waseso mengatakan, protokol donor darah tersebut meliputi tempat, pendonor, mobil unit atau pendonoran darah di rumah. 

"Seluruh petugasnya menggunakan APD, nah dari pendonornya yang pasti harus sehat kemudian social distancing, menggunakan masker jadi itu yang disebut protokol," katanya seperti dikutip dari Liputan6. 

Protokol untuk Pendonor

[Fimela] ilustrasi donor darah
ilustrasi donor darah | pexels.com/@shvetsa

Liputan6 juga melaporkan, ada 7 langkah protokol yang harus dijalani pendonor, yaitu: 

  1. Cek suhu tubuh: calon pendonor dengan suhu tubuh kurang dari 37,5 derajat calon pendonor akan diberikan formulir. Sementara calon pendonor dengan suhu tubuh lebih dari 37,5 derajat akan ditolak. 
  2. Wajib mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau menggunakan hand sanitizer. 
  3. Jaga jarak fisik
  4. Mendaftarkan diri ke bagian administrasi
  5. Melakukan pemeriksaan dokter
  6. Melakukan cek hemoglobin/HB dan tensi
  7. Masuk ruang pengambilan darah

Mengingat ketersediaan stok darah turun hingga 90 persen. Karena itu, upaya menggencarkan kembali donor darah pun dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. 

#ChangeMaker

 

Lanjutkan Membaca ↓