4 Cara Mempraktikkan Kejujuran dalam Kehidupan Sehari-hari

Gayuh Tri Pinjungwati07 Apr 2020, 19:15 WIB
kejujuran

Fimela.com, Jakarta Orang sering membuat kesalahan dengan mengharapkan orang lain untuk memahami mereka tanpa menungkapkan apa yang mereka rasakan. Ini bisa dimengerti karena kejujuran tentang perasaan kita bukanlah hal yang mudah untuk hasilnya, kita mulai mengalami kesulitan dalam mengekspresikan emosi dan niat kita. Sampai taraf tertentu, kita bahkan mengahrapkan orang lain untuk membaca pikiran kita dan kadang-kadang bahkan marah ketika mereka gagal.

Kesulitan dalam berkomunikasi dapat menyebabkan lebih banyak masalah dalam hubungan kita. Ketika kita berharap dipahami tanpa mengatakan apa yang ada dalam pikiran kita, kita kecewa. Karena kami gagal mengatakan sesuatu, mungkin akan menghindari masalah ini. Kita mungkin bisa menjadi jauh, berpura-pura tidak ada yang salah ketika ada sesuatu.

Ketika hal-hal seperti ini menumpuk, kita menjadi terlalu terbebani oleh beban yang kita tanggung sendiri. Itu akan membuat frustasi, dan ketika itu terjadi, kita akan menjadi terlalu emosional untuk menjelaskan semuanya. Ketika kita bisa mengatakan semuanya dengan tenang di awal. Ada nilai dalam kejujuran. Lihat saja berapa banyak pepatah yang dikatakan dan ditulis tentang hal itu. Ketika kita jujur, kita mengendalikan situasi dan emosi kita. Ini akan menghasilkan komunikasi yang lebih baik dan hubungan lebih baik. Berikut ini beberapa cara untuk mempraktikkan kejujuran dalam kehidupan kita.

Jujur pada Diri Sendiri

Bahkan sebelum mencoba untuk lebih jujur dengan orang lain, kita harus berlatih bersikap jujur pada kita sendiri terlebih dahulu. Itu benar ketika orang mengatakan bahwa tidak ada yang mengenalmu lebih baik daripada dirimu sendiri. Jadi, mundur selangkah dan periksa emosi dan niatmu. Dengan jujur kepada diri sendiri, kita akan tahu apa yang harus dikatakan dan apa yang harus diperhatikan.

 

Pahami Apa yang Membuatmu Ingin Berbohong

[Fimela] Depresi
Ilustrasi Depresi | unsplash.com/@anthonytran

Ketika kita berbohong kepada orang lain, itu bukan karena niat kita untuk mengkhianati atau menyakiti mereka. Lebih sering daripada tidak, itu karena kami pikir itu adalah cara terbaik untuk menghindari masalah dan argumen. Yang rumit tentang ini adalah kebohongan cenderung menyebabkan kebohongan lain. Kebohongan yang lebih besar dan mungkin dirimu ridak ingin itu terjadi. Hal ini bisa dikatakan tentang meyembunyikan kebenaran atau kebohongan karena kelalaian.

Yang perlu dilakukan adalah memahami mengapa dirimu berada di tempat pertama, dan menilai apakah dirimu benar dalam pikiran itu adalah masalahnya. Jika dirimu menempatkan diri pada posisi orang lain, dirimu akan tahu bahwa mereka lebih suka diberitahu kebenaran dan disakiti daripada keperyaan mereka dikhianati.

Jadilah Dirimu Sendiri

Sekarang setelah dirimu memahami niat dan kebenaran di balik kebohonganmu, dirimu harus mulai mengakui siapa dirimu sebenarnya. Ini mungkin pil pahit yang harus ditelan, tetapi dirimu harus mengakui bahwa dalam proses menciptakan jaringan kebohonganmu, dirimu mungkin mengembangkan perilaku yang menyenangkan orang. Sebagian besar waktu, ini mengorbankan kepribadian aslimu.

Jadilah Bijaksana

Seseorang pernah berkata Kejujuran tanpa kebijaksanaan adalah kekejaman.” Lebih sering daripada tidak, kita menyakiti orang lain dengan kebenaran karena kita mengatakanya dengan cara yang salah. Inilah mengapa kebijaksanaan penting. Inilah mengapa kita perlu memikirkan kata-kata kita. Tanyakan kepada diri sendiri apakah kata-kata yang dipilih sensitif, akurat dan dapat diucapkan dari tempat yang penuh cinta. Dirimu selalu bisa benar tentang apa yang dirimu katakan, tetapi salah dalam caramu mengatakannya. Jadi pikirkan dua kali, mungkin bahkan tiga kali sebelum dirimu memberi tahu orang itu kebenaran yang berisiko. Kejujuran memiliki konsekuensinya, tetapi selalu lebih baik berbuat salah di sisi kebaikan. Berbelas kasih, bukannya menuduh. Bersikap baik, tetapi juga bersiaplah untuk menerima reaksi mereka.

Belajar berkomunikasi dengan jujur dimulai dengan menghapus anggapan bahwa kita hanya akan menyakiti orang-orang dengan kebenaran.

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓