Whatsapp Mulai Batasi Pesan Berantai Soal Virus Corona

Vinsensia Dianawanti10 Apr 2020, 14:30 WIB
[Fimela] ilustrasi whatsapp

Fimela.com, Jakarta Membagikan pesan menjadi hal yang lumrah dalam aplikasi Whatsapp. Terlebih di tengah pandemi virus corona seperti sekarang ini, berkirim pesan melalui Whatsapp menjadi cara yang efektif untuk tetap melakukan komunikasi dengan dokter, guru, hingga orang-orang terdekat.

Itu sebabnya, Whatsapp mengatur semua pesan dan panggilan secara default yang dienkripsi secara end-to-end untuk memberikan ruang yang aman bagi percakapan pribadi. Tahun lalu, Whatsapp memberikan tanda khusus untuk pesan yang diteruskan atau Forwarded Message berkali-kali kepada pengguna.

Pesan ini ditandai dengan ikon "panah ganda" untuk menunjukkan pesan tersebut tidak berasal dari kontak terdekat. Pesan-pesan seperti ini menunjukkan sifat yang kurang personal dibandingkan dengan pesan lainnya. Untuk itu, Whatsapp pun menghadirkan fitur yang membatasi pesan-pesan ini sehingga hanya dapat diteruskan ke satu chat saja dalam satu waktu.

Whatsapp sendiri sudah melakukan berbagai upaya untuk membantu menjaga percakapan yang bersifat pribadi. Terbukti dengan adanya penurunan pesan yang diteruskan sebanyak 25 persen secara global.

Meneruskan pesan atau pesan berantai tidak selalu bermakna buruk. Pengguna banyak yang meneruskan informasi yang bermanfaat, video lucu, meme, serta kata-kata mutiara atau doa yang bermakna.

Namun, adanya peningkatan pesan berantai secara signifikan bisa berujung pada terlalu banyak pesan dan berpotensi mengandung misinformasi. Whatsapp bekerja sama dengan Lembara Swadaya Masyarakat, pemerintah, WHO dan lebih dari 20 kementerian kesehatan di seluruh dunia untuk membantu menghubungkan orang-orang dengan informasi yang akurat.

"Kami percaya bahwa sekarang semakin banyak orang dapat terhubung secara pribadi. Tim kami terus bekerja keras untuk memastikan WhatsApp tetap memberikan layanan terbaik selama masa pandemi global ini. Kami akan terus mendengarkan umpan balik dari Anda dan senantiasa berupaya agar semua dapat saling terhubung dengan lebih baik lagi di WhatsApp," ungkap Whatsapp dalam siaran tertulis.

 

 

Bekerja sama dengan instansi terkait

[Fimela] WhatsApp
Ilustrasi Media Sosial dan Aplikasi Chat | unsplash.com/@christianw

Bersama lembaga tersebut, Whatsapp telah mengirimkan ratusan juta secara langsung kepada orang-orang yang ingin memperoleh informasi resmi. Kamupun bisa mempelajari lebih lanjut tentang melaporkan mitos, hoaks, maupun berita palsu kepada organisasi pemeriksa fakta di Pusat Informasi Coronavirus.

Di Indonesia, Whatsapp bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi menghadirkan chatbot terkait COVID-19. Pengguna dapat mengirimkan chat ke nomor resmi Whatsapp chatbot COVID-19 (0811-3339-9000) dan menerima jawaban berupa pilihan informasi yang dapat diketahui lebih lanjut.

Layanan chatbot ini dirancang sebagai salah satu kanal resmi pemerintah Indonesia untuk menyediakan sumber informasi resmi dan tips bermanfaat kepada masyarakat Indonesia agar senantiasa aman dan terlindungi dari penyebaran virus corona.

Simak video berikut ini

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓