4 Tips Melakukan Self-Healing Untuk Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

Imelda Rahma08 Apr 2020, 08:25 WIB
Self Healing

Fimela.com, Jakarta Self-healing merupakan salah satu cara menyembuhkan sakit hati atau sebuah istilah ketika tubuhmu dan pikiranmu sedang ingin beristirahat. Biasanya orang akan melakukan self-healing setelah melewati sebuah peristiwa yang berbekas, bisa juga menyakitkan.

Sebagian besar orang pasti pernah mengalami patah hati dalam berbagai bentuk. Misalnya, patah hati karena gagal meraih sesuatu, kecewa terhadap seseorang dan masih banyak lagi deretan peristiwa yang bisa menyebabkan patah hati.

Biasanya ketika sudah seperti itu, orang-orang akan mengambil waktu untuk melakukan self-healing. Ada yang prosesnya cepat tetapi juga ada yang prosesnya lama, tiap orang berbeda-beda. Hal tersebut juga dipengaruhi seberapa besar pengaruh dari peristiwa yang dialami.

Self-healing sangat erat hubungannya dengan kehidupan, bahkan secara sadar maupun tidak sadar, banyak orang yang sebenarnya membutuhkan self-healing agar senantiasa terhindar dari gangguan kecemasan dan stres yang berlebihan.

Tahukah kamu, self-healing bisa dilakukan dengan berbagai cara, agar self-healing yang kamu lakukan dapat berdampak maka, artikel ini cocok untukmu. Fimela.com kali ini akan membahas 4 tips melakukan self-healing agar menjadi pribadi yang lebih baik. Cek tipsnya berikut ini.

Berdamai Dengan Kenyataan

Berdamai Dengan Kenyataan
Ilustrasi Berdamai Dengan Kenyataan Credit: pexels.com/pixabay

Tips melakukan self-healing yang pertama ialah berdamai dengan kenyataan hidup yang sedang kamu jalani sekarang. Kamu akan terus merasa lelah dan merasa tidak pernah cukup jika kamu tidak berdamai dengannya.

Memaksakan sesuatu sesuai keinginanmu juga pasti akan sangat menguras banyak tenaga, tapi bukan berarti berdamai artinya tidak pernah berusaha. Hanya saja diluar sana ada banyak hal yang tidak sepenuhnya bisa kamu kontrol sesuai dengan apa yang kamu inginkan.

Maka dari itu, berdamailah dengan keadaan dengan cara menerimanya secara ikhlas dan lapang dada. Hal itu akan membuat perasaan dan pikiranmu jauh lebih tenang. Berdamai dengan kenyataan juga akan membawamu satu step lebih dewasa dalam menyikapi permasalahan.

Me Time

Me Time
Ilustrasi Me Time Credit: pexels.com/EllyFairytale

Me time adalah salah satu tips melakukan self-healing yang paling ampuh dan biasanya paling sering dipilih orang. Saat kamu mengambil waktu untuk me time, kamu bisa melakukan banyak hal yang sekiranya menenangkan atau menyenangkan untukmu.

Selama me time, kamu juga punya banyak kesempatan untuk melakukan refleksi diri dengan apa yang sudah terjadi dalam kehidupanmu. Tariklah dirimu sebentar dari keramaian dan lihat apa yang sebenarnya menyakitimu dan apa yang kamu inginkan.

Me time juga bisa diisi dengan sejumlah aktivitas seperti berlibur atau menonton film kesukaanmu, apapun kegiatan yang bisa membuatmu tenang. Walaupun terlihat sepele, me time sangat penting untuk kesehatan mental seseorang.

Ada waktu dimana kamu ingin sendiri atau mengenal dirimu kembali dengan cara yang berbeda dan pastinya tidak ingin diganggu oleh orang lain. Terkadang orang memerlukan self-healing tatkala mereka terlalu sibuk dengan aktivitasnya yang padat sehingga me time jadi alternatif terbaik untuk memulihkan kondisi.

Masa Lalu adalah Masa lalu

Masa Lalu adalah Masa lalu
Ilustrasi Mengenang Masa Lalu Credit: pexels.com/TessEmilySeymour

Selanjutnya, tips melakukan self-healing berikutnya ialah menempatkan masa lalu sebagai masa lalu. Banyak orang mudah mengalami trauma bahkan stres karena tidak bisa merelakan masa lalu. Entah ada sesuatu yang belum selesai atau kamu hanya saja belum bisa menerimanya bahwa itu sudah berakhir.

Jadikan masa lalu sebagai cerminan atau pelajaran berharga tetapi bukan sebagai penghambat dirimu untuk melangkah. Setiap orang memiliki masa lalu baik itu buruk maupun tidak, kamu harus memahami konsep ini.

Jangan sia-siakan masa depan dengan terus terpaut masa lalu, relakanlah dan lepaskanlah, itu membuat dirimu akan jadi lebih tenang. Lagipula seberapun kamu mengingatnya, masa itu tidak akan pernah kembali. Jadikan masa lalumu sebagai motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Jadikan Penyesalan Sebagai Kekuatan

Jadikan Penyesalan Sebagai Kekuatan
Ilustrasi Optimisme Credit: pexels.com/Hassan

Terakhir, tips melakukan self-healing berikutnya ialah dengan menjadikan penyesalan sebagai kekuatan. Sama seperti masa lalu, kamu tidak boleh larut dalam penyesalan. Jadikan penyesalan sebagai titik balik kekuatanmu untuk berkata bahwa kamu cukup kuat dalam melewati hal-hal yang menyakitkan.

Tempatkan penyesalan sebagai pengingat bahwa kamu tidak boleh mengulangi kesalahan dimasa lalu dan juga belajar dari kesalahan tersebut. Banyak orang yang tenggelam dengan penyesalan lalu berpikir bahwa semuanya sudah berakhir, padahal tidak.

Penyesalan adalah sinyal dari perasaanmu bahwa kamu menyadari itu salah, bahwa mungkin seharusnya yang terbaik bukan seperti itu. Maka, manfaatkanlah penyesalan yang kamu rasakan sebagai semangat baru untuk memulai semuanya. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki sesuatu karena kamu melakukan hal yang benar.

Lanjutkan Membaca ↓