Sterilisasi Rumah Sendirian walau Keluarga Menganggapku Berlebihan

Endah Wijayanti09 Apr 2020, 09:21 WIB
introver

Fimela.com, Jakarta Mengubah rutinitas di tengah panedemi virus corona ini memang tidak mudah. Mengatasi rasa cemas dan was-was pun membuat kita tak nyaman. Kita semua pun berharap semua keadaan akan segera membaik. Melalui Lomba Share Your Stories: Berbagi Cerita tentang Pandemi Virus Corona ini Sahabat Fimela berbagai cerita dan harapannya di situasi ini. Langsung ikuti tulisannya di sini, ya.

***

Oleh: Haruka Marie

Bahkan sebelum virus corona muncul, saya selalu menetapkan etika ketika batuk maupun bersin. Dengan menutup mulut menggunakan tisu ataupun lengan baju. Dan saya sering mengingatkan orang-orang di sekitar saya, tapi mereka tak pernah mau dengar. Waktu virus corona masuk di Indonesia, saya semakin sering menegur orang-orang sekitar yang batuk dan bersin sembarangan. Tapi kok mereka tetap tak mau dengar, ya?

Akhirnya pulanglah saudara saya dari zona merah virus corona. Dia mengisolasi diri, tapi malah marah waktu saya coba menyemprotkan disinfektan ke tempat-tempat yang sudah dia sentuh. Akhirnya saya dan keluarga bertengkar, karena saya 'kekeuh' untuk mensterilkan rumah, tapi mereka malah batuk dan bersin seenaknya.

Karena saya keras kepala, maka saya melakukan sterilisasi rumah sendirian. Saya tak peduli walau pun keluarga saya mengatai saya 'berlebihan'. Dan lucunya ibu saya mengaku kebal virus corona asalkan daya tahan tubuh kuat. Apa ibu tidak menggangap dirinya manusia, sehingga dia merasa kebal? Entahlah Hanya Tuhan dan dia yang tahu.

Jadi inilah rutinitas saya ketika pandemi virus corona menyerang. Bertengkar dengan keluarga dan sibuk mensterilkan dan menjaga keluarga tetap sehat. Walaupun sepertinya keluarga saya tak peduli.

#ChangeMaker