Kamis Putih, Misa Perjamuan Terakhir Bersama Yesus yang Kini Dilakukan Secara Online

Vinsensia Dianawanti09 Apr 2020, 11:25 WIB
Kamis Putih, Perjamuan Terakhir Bersama Yesus yang Kini Dilakukan Secara Online

Fimela.com, Jakarta Hari ini, umat Kristiani memperingati hari Kamis Putih sebagai perjamuan malam terakhir bersama Yesus sebelum akhirnya wafat di kayu salib. Kamis Putih mengawali Tri Hari Suci untuk memperingati kisah sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus.

Selain menjadi momen terakhir makan malam bersama, Yesus mengajarkan murid-muridnya dengan tindakan membasuh kaki para murid. Meski merupakan tindakan yang hina dan biasa dilakukan oleh para budak, Yesus menjadikan pembasuhan kaki dengan makna pelayanan kepada murid-muridnya.

Sebagai pemimpin, Yesus mengajarkan bahwa seorang yang berada di posisi tinggi bukan merupakan pihak yang dilayani. Justru menjadi pihak yang harus melayani. Kerendahan hati, kesederhanaan, dan pelayanan menjadi makna penting yang dihayati dalam Kamis Putih.

Jika tahun-tahun sebelumnya dirayakan bersama, tahun ini misa Kamis Putih digelar secara online. Untuk mengurangi penyebaran virus corona yang semakin masif, pemerintah mengimbau untuk melakukan ibadah di rumah.

 

Dilanjutkan dengan tuguran

Ilustrasi Kamis Putih
Ilustrasi Kamis Putih (Foto: unsplash.com/Malcolm Lightbody)

Mengikuti imbauan tersebut, gereja katolik akan mengadakan misa Kamis Putih baik secara online maupun disiarkan secara langsung di televisi. Menteri Komunikasi dan Informasi Johnny G. Plate bersama sejumlah stasiun televisi BUMN maupun swasta mengakomodir untuk menyiarkan perayaan misa Kamis Putih dari Gereja Katedral Jakarta.

Di Jakarta, perayaan Misa Kamis Putih akan dipimpin Bapa Uskup Ignatius Kardinal Suharyo. Kemudian akan dilanjutkan dengan tuguran yang dipimpin oleh Rm. Andang L. Binawan dari Kapel Adorasi, Katedral.

Tuguran menjadi sebuah tradisi yang dilakukan setelah perayaan Kamis Putih dilakukan. Tuguran merupakan peringatan peristiwa di Taman Getsmani di mana Yesus bersama para murid berdoa setelah perjamuan malam selesai. Yesus berdoa dan menyerahkan segala keputusan di tangan Allah.

Tuguran Kamis Putih mengajarkan agar para murid yang diajak Yesus selalu berjaga-jaga dalam doa. Sehingga Tuguran Kamis Putih dilakukan dalam keadaan hening sembari terus berdoa.

Simak video berikut ini

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓