Ini Alasan Selingkuh Itu Soal Pilihan, Bukan Kesalahan

Febi Anindya Kirana20 Apr 2020, 17:15 WIB
Diperbarui 20 Apr 2020, 17:15 WIB
pernikahan

Fimela.com, Jakarta Banyak orang yang menghadapi hubungan cinta dengan masalah perselingkuhan pasti tak akan pernah melupakan pengalaman hidup yang pahit ini. Ada banyak pro kontra mengenai bagaimana perselingkuhan itu berasal dan dimulai. Siapa yang salah di sini atau apa yang tak benar hingga seseorang bisa selingkuh dari pasangannya.

Mungkin perlu ditekankan bahwa sebenarnya selingkuh adalah pilihan. Orang berselingkuh karena mereka memiliki kesempatan melakukannya, bukan karena salah pasangannya.

Seseorang memutuskan selingkuh karena merasa didukung dengan banyak alasan yang mereka anggap "bisa dibenarkan", seperti misalnya pasangan kurang perhatian, kurang cantik atau kurang ini dan itu. Jika merasa ada yang kurang dalam hubungan, mengapa tidak dibicarakan? Dikomunikasikan dengan pasangan, karena itulah kunci penting hubungan yang bisa bertahan.

Selingkuh adalah pilihan

pernikahan selingkuh
ilustrasi pernikahan selingkuh/Photo by Nick Karvounis on Unsplash

Jika memang ada yang salah, semua yang terlibat dalam cinta segitiga inilah yang salah. Tapi tidak kemudian bisa melimpahkan kesalahan pada satu pihak.

Penelitian tahun 2017 yang diterbitkan dalam The Journal od Sex Reseach menemukan bahwa ada beberapa faktor yang membuat orang memutuskan tidak selingkuh, yaitu moralitas, efek terhadap anak-anak, takut akan sendirian, dan efek pandangan orang-orang terhadapnya.

Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya orang memiliki pilihan untuk selingkuh atau tidak selingkuh. Ketika mereka sudah memutuskan mengabaikan sekian faktor dalam pernikahan dan pandangan sosial, selingkuh mudah dilakukan.

Dan apakah mereka merasa bersalah? Tidak. Mereka hanya merasa bersalah karena ketahuan saja. Jika memang merasa bersalah, seharusnya tidak memilih untuk selingkuh dari awal.

Cek Video di Bawah Ini

#ChangeMaker with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by