Bukti Studi, Pria yang Bergantung Secara Finansial pada Istrinya Justru Rentan Selingkuh

Febi Anindya Kirana03 Mei 2020, 11:35 WIB
Diperbarui 03 Mei 2020, 11:35 WIB
pernikahan selingkuh

Fimela.com, Jakarta Pernikahan menjadi tanggung jawab kedua belah pihak yang menjalaninya. Sebelum menikah, pasangan yang ingin menikah tentu harus mempertimbangan banyak hal, serta memperkirakan faktor apa saja yang bisa menjadi masalah ke depannya.

Misalnya saja selingkuh, tak ada yang ingin diselingkuhi dan dikhianati selama menjalani hubungan cinta. Meski demikian, akan selalau ada kasus perselingkuhan yang terjadi dengan banyak alasan.

Salah satu alasan seseorang selingkuh adalah karena uang. Sebuah penelitian tahun 2015 yang diterbitkan dalam jurnal American Sociological Review menemukan bahwa seseorang yang bergantung secara ekomoni kepada pasangannya, terutama suami kepada istrinya, ternyata rentan selingkuh.

Uang membuat pria rentan selingkuh

pernikahan
ilustrasi diselingkuhi/copyright unsplash/Wenni Zhou

Penelitian yang melibatkan 2.800 orang dengan usai 18-32 tahun ini menunjukkan bahwa sebesar 15% responden pria yang bergantung secara keuangan kepada istrinya ternyata cenderung selingkuh, dibandingkan istri yang bergantung secara finansial kepada suaminya.

Hal mengejutkan lainnya dari hasil penelitian ini adalah, semakin banyak uang yang dihasilkan seorang pria dalam pernikahan, hingga memenuhi 70% kebutuhan rumah tangga, maka semakin besar pula keinginannya untuk selingkuh.

Dengan kata lain, pria miskin cenderung selingkuh dan pria terlalu kaya juga rentan selingkuh. Pria yang mandiri dan mapan secara keuangan dalam kondisi standar atau rata-rata lah yang mampu menjaga kesetiannya dalam rumah tangga.

Jadi bisa ditarik kesimpulan, ketika suami istri mampu berbagi tanggung jawab secara merata secara keuangan dalam pernikahan, maka hubungan pernikahan akan lebih stabil.

#ChangeMaker with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓