Mengetahui Filosofi dan Tradisi Makan Ketupat di Indonesia

Gayuh Tri Pinjungwati09 Mei 2020, 19:15 WIB
Diperbarui 09 Mei 2020, 19:15 WIB
ketupat

Fimela.com, Jakarta Lebaran atau Idul Fitri adalah perayaan Muslim terbesar di Indonesia. Lebaran menandai berakhirnya bulan puasa Ramadan. Dalam tradisi masyarakat Indonesia, salah satu makanan yang disajikan selama Idul Fitri adalah ketupat.

Ketupat adalah hidangan nasi yang dimasak menggunakan daun kelapa yang dibentuk seperti belah ketupat. Ketupat memiliki rasa yang hambar dan biasanya disajikan dengan hidangan lain seperti rendan, kari ayam, atau kari daging sapi kering.

Ketupat sangat mudah dibuat sendiri di rumah. Namun, untuk membuat bidang ketupatlah, seseorang harus memiliki keterampilan untuk membuatnya. Jika kesulitan untuk membuat, ada banyak ketupat yang dijual di pasar tradisional.

Filosofi Ketupat

Selama Idul Fitri, ketupat bukan hanya menu khas yang ditawarkan kepada pengunjung tetapi juga memiliki makna yang mendalam, tidak hanya dalam hal agama tetapi juga melampurkan makna budaya pada perayaan tersebut. Ketupat melambangkan permintaan maaf dan berkah. Bahan utama ketupat adalah beras dan daun kelapa muda yang memiliki arti khusus. Beras dianggap sebagai simbol nafsu, sedangkan daun adalah singkatan dari “jatining nur” (cahaya sejati) dalam bahasa Jawa, yang berarti hati nurani. Ketupat digambarkan sebagai simbol nafsu hati nurani, yaitu manusia harus mampu menahan nafsu dunia dengan nurani mereka.

Dalam bahasa Sunda, ketupat, juga disebut “kupat” yang berarti bahwa manusia tidak diizinkan untuk “ngupat” yang berbicara tentang hal-hal buruk kepada orang lain.

Ketupat memiliki beberapa filosofi, mulai dari bentuk tenunan hingga lauk ketupat. Anyaman rumit dari pembungkus menunjukkan kesalahan manusia. Isi ketupat, yaitu warna putih beras, mencerminkan kebersihan dan kemurnian hati manusia setelah memaafkan orang lain. Bentuk ketupat berlian yang sempurna melambangkan kemenangan umat Islam setelah puasa sebulan sebelum Idul Fitri.

Tradisi Mengonsumsi Ketupat di Indonesia

ketupat
ilustrasi/ ketupat. copyright shutterstock.com

Perilaku konsumsi ketupat di Indonesia memiliki keunikan tersendiri. Indonesia memiliki beragam suku dan budaya yang mempengaruhi preferensi makanan di setiap wilayah di Indonesia. Berikut ini beberapa cara menikmati ketupat dari beberapa wilayah di Indonesia.

Jawa

Pulau Jawa adalah pulai pertama yang memulai tradisi ketupat di Indonesia. Pulau Jawa adalah salah satu pulau dengan jumlah penduduk tertinggi. Oleh karena itu, berbagai hidangan yang berasal dari Pulau Jawa mudah menyebar ke daerah lain dengan memodifikasi. Ada berbagai jenis ketupat yang disajikan dengan berbagai lauk berdasarkan masing-masing daerah. Jawa Tengah memiliki makanan khas yaitu ketupat sumpil, ketupat ini berbentuk segitiga dengan ukuran kecil dan bisa dinikmati dengan sayur atau parutan kelapa. Di Jawa Barat, kupat biasanya disajikan dengan hidangan tahu atau sering disebut kupat tahu. Kupat tahu biasanya berisi tahu goreng, tauge, dan siraman saus kacang. Sedangkan di Jawa Timur, di Malang salah satu kota di Jawa Timur, masakan ketupat yang terkenal adalah orem-orem. Orem-orem disajika dengan santan, tauge, dan irisan tempe kecil-kecil.

Bali

Mayoritas orang Bali beragama Hindu. Dalam budaya Bali, ketupat biasanya disebut “tipat.” Tipat sering disajikan sebagai hidangan ritual, misalnya hari keberuntungan Kajeng Kliwon oleh orang-orang Hindu Bali. Tipat tidak hanya disiapkan pada acara-acara khusus tetapi juga dikonsumsi sebagai makanan sehari-hari bersama dengan acara-acara khusus tetapi juga dikonsumsi sebagai makanan sehari-hari seperti dengan sate, ayam bakar, bakso atau sup ayam.

Sumatera

Sumatera, ketupat dibuat dengan beberapa modifikasi. Ketupat Sumatera dubuat dengan menggunakan berbagai jenis beras dan ditambahkan bumbu spesial. Bberapa variasi ketupat Sumatera adalah ketupat bareh, katan kapau, palas dan sipulut.

Kalimantan

Banjarmasin, Kalimantan Selatan, memiliki hidangan ketupat yang dikenal bernama ketupat kandangan. Orang-orang mengonsumsinya pada acara khusus dan dapat dengan mudah ditemukan di Banjarmasin. Ketupat Kandangan biasanya disajikan dengan sayur ikan.

Ketupat adalah bagian dari budaya makanan Indonesia. Ketupat memainkan peran penting dalam perayaan Idul Fitri. Meskipun ketupat sebelumnya dikenal seagai salaha satu perayaan Muslim, ketupat telah menyebar ke hampir semua wilayah di Indonesia.

 

 

Cek Video di Bawah Ini

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓