Hamil 9 Bulan di Tengah Ramadan yang Dilanda Pandemi, Harus Kuat!

Endah Wijayanti15 Mei 2020, 09:56 WIB
ibu hamil dan puasa

Fimela.com, Jakarta Punya kisah atau kesan tak terlupakan terkait bulan Ramadan? Atau mungkin punya harapan khusus di bulan Ramadan? Bulan Ramadan memang bulan yang istimewa. Masing-masing dari kita pun punya kisah atau pengalaman tak terlupakan yang berkaitan dengan bulan ini. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam My Ramadan Story: Berbagi Kisah di Bulan yang Suci ini.

***

Oleh: Nursittah Nasution

Bulan Ramadan kali ini terasa sangat berbeda, kita semua pasti merasakannya. Sejak virus corona masuk ke Indonesia begitu banyak hal yang terjadi, seluruh aspek kehidupan terdampak. Mulai dari kesehatan, ekonomi, pendidikan, perdagangan, pun tak luput mempengaruhi suasana bulan Ramadan yang biasanya semarak dengan berbagai kegiatan keagamaan, acara buka bersama, atau hanya sekadar ngabuburit di sore hari sekarang tampak sepi apalagi semenjak diberlakukannya PSBB di beberapa kota.

Aku, salah satu dari ribuan manusia lainnya yang turut merasakan kesedihan dengan adanya virus corona ini. Saat ini aku tengah hamil 9 bulan dan ini merupakan kehamilan pertama yang kami tunggu-tunggu setelah 1 tahun pernikahan kami. Tentu saja hal yang paling aku inginkan adalah bisa melahirkan dengan tenang, aman, dan nyaman tanpa ada rasa was-was dan yang paling utama adalah aku ingin didampingi oleh suamiku dalam menyambut buah hati kami.

Namun, harapanku sepertinya belum tentu terwujud. Satu bulan sudah suamiku tidak bisa pulang ke rumah dikarenakan peraturan dari perusahaan yang melarang karyawannya untuk pulang ketika day off. Selama ini aku memang LDR-an dengan suami, karena pekerjaan suami di bidang kehutanan yang tidak memungkinkan aku untuk dibawa ke tempat dia bekerja. Biasanya kami hanya bertemu sebulan sekali selama seminggu ketika suami day off. Sebelumnya suamiku juga sempat diisolasi selama 14 hari karena baru berkunjung dari kawasan zona merah, imbasnya dia tidak diizinkan untuk pulang bahkan lebaran nanti pun harus tetap stay di lokasi.

 

Berusaha Tetap Kuat

manfaat pilates untuk ibu hamil
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/oduaimages

Hati siapa yang tidak terenyuh, mendengar kabar dia diisolasi saja rasanya sedih, ditambah tidak bisa pulang saat Ramadan dan lebaran tahun ini. Aku yang tengah hamil 9 bulan merasa putus asa, menanti hari-hari menjelang HPL (Hari Perkiraan Lahir) dengan perasaan tak menentu, sedih, was-was, terkadang aku merasa stres. Tak terbayangkan harus melewati semuanya sendirian. Terkadang aku iri melihat pasangan yang istrinya lagi hamil tengah jalan pagi, sementara aku jalan pagi sendirian tanpa suami di sisiku.

Namun aku sadar, jika aku sedih bayi yang ada dalam kandunganku juga akan ikut sedih. Aku berusaha bangkit, membangun kembali kekuatan dari dalam diriku, kuyakinkan diriku bahwa semuanya akan baik-baik saja, meskipun nantinya aku harus melahirkan sendirian tanpa suami di sisiku. Karena aku yakin, Tuhan pasti punya rencana indah untuk kami.

Teruntuk Suamiku,

"Bersabarlah sayang, ujian ini pasti akan berlalu, Tuhan pasti sudah memilihkan jalan yang terbaik untuk kita."

Teruntuk Buah Hati Kami,

"Nak, saat ini dunia memang sedang tidak ramah, tapi percayalah, Abi dan Ammi akan menjaga dan melindungimu apapun yang terjadi."

Teruntuk para bumil di luar sana yang mungkin kondisinya sama sepertiku, stay strong. Kita adalah wanita-wanita hebat pilihan Tuhan dan buah hati kita akan bangga terlahir dari rahim perempuan hebat.

Semoga virus corona ini segera berakhir dan kondisi kembali membaik seperti sediakala.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓