Bulan Ramadan Merupakan Ladang Amal, Salurkan Bantuan di Tengah Pandemi

Endah Wijayanti16 Mei 2020, 13:15 WIB
kisah my forgiveness matters 9

Fimela.com, Jakarta Punya kisah atau kesan tak terlupakan terkait bulan Ramadan? Atau mungkin punya harapan khusus di bulan Ramadan? Bulan Ramadan memang bulan yang istimewa. Masing-masing dari kita pun punya kisah atau pengalaman tak terlupakan yang berkaitan dengan bulan ini. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam My Ramadan Story: Berbagi Kisah di Bulan yang Suci ini.

***

Oleh: Nur Khoiro Umatin

Ramadan merupakan bulan istimewa yang sangat ditunggu-tunggu kehadirannya. Ramadan tahun 2020 atau 1441 Hijriah sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ramadan tahun 2020 ini masyarakat Indonesia pada khususnya masih berada di bawah tekanan Covid-19 atau pandemi virus corona. Pandemi ini tentu mengubah segala tradisi dan kebiasaan yang dilaksanakan selama bulan Ramadan. Pemerintah mengimbau masyarakat agar membiasakan diri mencuci tangan, memakai masker jika terpaksa keluar rumah, social distancing, dan physical distancing. Berbagai imbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat hingga pemerintah desa harus dipatuhi demi kebaikan bersama.

Dampak yang ditimbulkan oleh paparan Covid-19 sungguh luar biasa termasuk di bidang ekonomi. Banyak pekerja yang harus mengikuti imbauan untuk Work From Home (WFH). WFH bisa dilakukan bagi para pekerja yang pekerjaannya bisa dibawa ke rumah. Ada beberapa profesi yang pekerjaannya bisa dikerjakan di rumah. Akan tetapi, ada beberapa pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan di rumah, terutama mereka yang bekerja harian atau gajinya dihitung berdasarkan hari atau jam dia bekerja. Saya sangat bersyukur karena masih bisa membawa pekerjaan ke rumah.

Ide Menggali Dana dan Bantuan

Bulan Ramadan merupakan ladang amal. Oleh karena itu, hadirnya Bulan Ramadan merupakan kesempatan beramal dan mengumpulkan pahala. Hal ini menjadi pendorong bagi saya dan beberapa teman untuk banyak beramal. Saya memiliki ide untuk meringankan beban mereka yang terdampak Covid-19 seperti mereka yang terpaksa berhenti dari pekerjaannya. Selain itu, anak yatim, piatu, yatim piatu, dan disabilitas juga memerlukan uluran tangan para dermawan. Ide tersebut saya utarakan kepada beberapa teman yang tergabung dalam kumpulan remaja masjid. Perbincangan setelah salat tarawih tersebut disambut baik oleh teman-teman yang lain.

Setelah melalui perbincangan panjang lebar akhirnya disepakati untuk menggali dana atau bantuan. Saya dan beberapa teman bertugas menggali dana atau bantuan. Caranya bisa melalui berbagai cara, seperti grup WhatsAp dan media sosial lainnya. Selain itu, kami mendatangi beberapa warga yang memiliki kelebihan rezeki dibanding yang lain. Selain ada tim yang bertugas menggali dana, ada pula beberapa teman yang bertugas mendata calon penerima bantuan.

Lebih kurang dua minggu penggalian bantuan dilakukan terkumpullah sejumlah uang dan beberapa kebutuhan pokok. Para dermawan yang memiliki kelebihaan rezeki terketuk hatinya untuk membantu sesama yang memerlukan bantuan. Kami menerima segala bentuk bantuan mulai uang, beras, gula, minyak goreng, maupun pakaian. Bantuan-bantuan tersebut kami pilah-pilah sesuai dengan kriteria calon penerima. Misalnya makanan pokok kami salurkan kepada mereka yang berhenti dari pekerjaannya. Pakaian kami serahkan kepada penerima sesuai dengan usia dan ukuran badan. Saya dan teman-teman merasa senang bisa mengisi Ramadan dengan sesuatu yang bermanfaat.

Penyerahan Bantuan

kisah my forgiveness matters 5
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Hari ke-22 Ramadan disepakati sebagai hari penyerahan bantuan kepada para penerima. Penyerahan bantuan dilakukan dengan mendatangi rumah atau tempat tinggal penerima. Hal ini kami lakukan untuk meminimalisir kegiatan kumpul-kumpul dengan banyak orang. Imbauan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 tetap dilaksanakan. Saat menyerahkan bantuan kami tetap memerhatikan imbauan pemerintah. Baju lengan panjang, masker, kaos tangan, dan kaos kaki tetap melekat pada tubuh kami. Tidak lupa pula kami menyiapkan hand sanitizer agar bisa dipakai sewaktu dibutuhkan. Oleh karena jumlah penerima lumayan banyak dan tempat tinggal mereka terpencar, akhirnya disepakati pembagian saya dan teman-teman dibagi menjadi empat tim. Upaya ini dilakukan agar santunan dan bantuan bisa didistribusikan pada hari itu.

Saat azan Asar berkumandang usailah penyerahan bantuan. Selanjutnya, saya dan teman-teman berkumpul kembali di masjid untuk melaksanakan salat Asar. Alhamdulillah, kami bisa mengisi Bulan Ramadan dengan kegiatan yang bermanfaat. Saya dan teman-teman merasa lega karena amanah yang diberikan oleh para donatur telah usai kami salurkan. Lega rasanya melihat wajah-wajah ceria para penerima bantuan dan santunan. Saya dan teman-teman berharap bantuan tersebut bermanfaat dan dapat meringankan beban di tengah-tengah pandemi Covid-19.

Terima kasih kami haturkan untuk para dermawan yang telah rela menyisihkan sebagian rezekinya untuk meringankan beban sesama. Semoga Allah SWT membalas semua amal baik para dermawan dengan rezeki yang melimpah dan surga-Nya di akhirat kelak. Terima kaish pula kami sampaikan kepada teman-teman yang telah rela meluangkan waktu dan tenaga untuk menggali dana/bantuan sekaligus menyalurkannya. Semoga Malaikat Rakib mencatat kegiatan kita sebagai amal baik.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓