Tips Menghadapi Pasangan yang Pemarah agar Hubungan Tetap Awet

Kezia Prasetya Christvidya25 Mei 2020, 11:15 WIB
marah-kezo

Fimela.com, Jakarta Memiliki pasangan yang baik, sabar dan penyayang, adalah sebuah anugerah indah yang dimiliki. Sifat orang yang berbeda-beda, membuat orang yang berpasangan, harus beradaptasi dengan sifat yang berbeda.

Memiliki pasangan yang pemarah bukanlah hal buruk, walaupun butuh kesabaran, agar hubungan tetap awet. Pada dasarnya sifat seseorang akan susah untuk dirubah, jika tidak didasari keinginan untuk berubah, dari diri sendiri.

Agar hubunganmu tetap awet, berikut tips menghadapi pasangan yang pemarah, yang sudah dirangkum dari berbagai sumber:

 

Jadilah Seorang Penenang

ilustrasi tips menghadapi pasangan pemarah/pexels
ilustrasi tips menghadapi pasangan pemarah/pexels

Tips menghadapi pasangan pemarah yang pertama, Sahabat Fimela bisa menjadi seorang penenang untuk pasangan, agar hubungan tetap awet. Seseorang yang memiliki sifat pemarah, akan memunculkan kemarahan kapanpun dan dimanapun, sehingga harus dikendalikan agar tidak semakin emosi.

Orang yang pemarah, cenderung akan lebih sering membentak pasangan, dan mengeluarkan kata-kata kasar yang cenderung menyakiti hati. Pasangan yang marah, harus ditanggapi dengan sifat yang tenang, dan harus dihadapi penuh kesabaran.

Menjadi seorang yang penenang, untuk pasangan yang memiliki sifat pemarah, bisa membuat hubungan menjadi tetap awet.

Biarkan Emosinya Meluap

Tips menghadapi pasangan yang pemarah, Sahabat Fimela bisa membiarkannya mengeluarkan emosi terlebih dahulu, agar hubungan tetap awet. Saat pasangan yang pemarah sedang mengeluarkan emosinya, biarkan terlebih dahulu untuk meluapkannya, karena kalau ditanggapi dengan emosi akan membuat keadaan semakin buruk.

Menanggapi emosi dengan emosi, tidak akan menyelesaikan masalah yang terjadi, justru akan membuat hubunganmu putus. Maka dari itu, biarkan pasanganmu mengeluarkan emosinya terlebih dulu, jika sudah tenang silahkan komunikasikan dengan baik-baik permasalahannya.

Berbicara dengan Santai

ilustrasi tips menghadapi pasangan pemarah/pexels
ilustrasi tips menghadapi pasangan pemarah/pexels

Tips menghadapi pasangan yang pemarah, bisa dilakukan dengan berbicara santai, agar hubungan tetap awet. Saat pasangan sedang marah, biasanya akan mengeluarkan emosi dan berbicara dengan nada tinggi. Sahabat Fimela bisa menanggapi emosinya dengan nada rendah yang santai.

Tidak perlu untuk membela diri dan ikutan membentak. Berbicara dengan nada rendah dan santai, akan membuat pasanganmu lebih tenang. Komunikasi dengan nada rendah dan santai, bisa membuat hubungan tetap awet, karena masalah bisa didiskusikan dan dikomunikasikan dengan baik-baik tanpa emosi.

Perasaan sabar, tenang dan santai, bisa membawa energi positif dan mengubah energi negatif yang dikeluarkan pasangan pemarah.

Tidak Perlu Bawa Perasaan

ilustrasi tips menghadapi pasangan pemarah/pexels
ilustrasi tips menghadapi pasangan pemarah/pexels

Tips menghadapi pasangan pemarah, jangan pernah mengambil hati atau dimasukkan ke dalam perasaan, agar hubungan tetap awet. Sebenarnya pemarah hanyalah sifat buruk yang dimiliki pasangan. Ia tidak bermaksud melontarkan kata-kata yang menyakiti hati, sehingga tidak perlu dibawa dengan perasaan.

Seseorang yang memiliki sifat pemarah, tidak sadar dengan sifatnya yang akan menyakiti perasaan orang lain saat marah, bahkan ia tidak sempat berpikir tentang konsekuensi yang akan dia hadapi saat kemarahannya memuncak.

Sahabat Fimela tidak perlu menanggapi emosinya dengan perasaan. Karena setelah pasangan marah akan meminta maaf dan sadar sendiri bahwa sifat pemarah yang ia miliki menyakiti orang lain, walaupun ia akan mengulang perbuatannya kembali tanpa sadar.

Komunikasi dengan Baik

ilustrasi tips menghadapi pasangan pemarah/pexels
ilustrasi tips menghadapi pasangan pemarah/pexels

Tips mengahadapi pasangan pemarah yang terakhir, komunikasikan tentang sifat pasanganmu, agar hubungan tetap awet. Komunikasi dengan pasangan, jangan dilakukan pada saat pasanganmu sedang emosi. Tunggu saat emosinya turun dan hatinya tenang.

Jangann pernah berkomunikasi dan memutuskan sesuatu, saat hati dan perasaan sedang emosi, karena akan membuat keputusan yang salah. Sahabat Fimela harus jujur dengan pasangan, ceritakan perasaanmu yang tertekan pada pasanganmu yang pemarah, tanpa menggunakan kata-kata yang menyinggung perasaan.

Perasaan memang tidak bisa dibohongi. Jika memang tidak kuat mengatasi sifat pasangan yang pemarah, komunikasikan dengan baik dan kalau putus adalah jalan yang terbaik maka hadapilah dengan lapang dada dan hati yang tenang tanpa emosi.

Lanjutkan Membaca ↓