Ketika Niat Sudah Tertanam, Semua Rencana Bisa Berjalan Lebih Mudah

Endah Wijayanti26 Mei 2020, 11:45 WIB
salat duha

Fimela.com, Jakarta Punya kisah atau kesan tak terlupakan terkait bulan Ramadan? Atau mungkin punya harapan khusus di bulan Ramadan? Bulan Ramadan memang bulan yang istimewa. Masing-masing dari kita pun punya kisah atau pengalaman tak terlupakan yang berkaitan dengan bulan ini. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam My Ramadan Story: Berbagi Kisah di Bulan yang Suci ini.

***

Oleh: Fitria Julestri

Ketika semua di rumah saja, aku harus tetap bekerja sebagai relawan sosial. Bukannya abai terhadap anjuran pemerintah, namun justru pekerjaanku menjadi "harus berkontribusi" dengan situasi pandemi ini. Aku mengajak orang-orang untuk tetap berbagi di tengah masa-masa sulit pandemi ini. Ya, itu karena aku bekerja di lembaga sosial yang harus siaga dan waspada untuk membantu sesama di tengah pandemi.

Baru saja, tanggal 15 Mei 2020 kemarin aku menyalurkan donasi untuk anak yatim 6 tahun yang operasi luka bakar mencapai separuh badan. Sebelumnya, aku juga menyalurkan donasi untuk anak yatim yang baru saja daftar sekolah, namun ibunya buruh pabrik sebagai tulang punggung terkena PHK. Ada lagi, keluarga penyandang disabilitas yang setiap harinya menghabiskan 2 bubur instan bayi untuk anaknya yang berusia 7 tahun.

Begitulah mereka diberi cobaan dengan keadaan ekonomi, banyak kisah pilu. Apalagi di tengah corona. Ah, rasa-rasanya aku tak perlu mengeluh, karena mereka yang berada dalam kondisi sulit pun masih tetap bertahan dengan semangatnya. Aku pun mencoba begitu.

Di tengah Ramadan ini, tentu kita tidak hanya ingin mengisi bulan berlimpah pahala dan ampunan dengan amalan puasa saja. Ada semangat untuk boost up amalan ibadah lainnya. Seperti baca Alquran misalnya.

Aku sempat lalai di awal Ramadan. Kerja, kewaspadaan corona, dan alasan memiliki anak satu tahun kadang membuatku lelah sehingga aku melupakan amal tambahan Ramadan. Ditambah lagi, aku haid di tengah bulan puasa. Jadi hanya tersisa 22 hari saja kujalani Ramadan di tengah corona. Sehari, maksimal aku hanya bisa membaca Alquran 1 juz saja. Padahal aku ingin mengkhatamkan Alquran setelah tahun sebelumnya Ramadanku sibuk dengan newborn anak pertama.

Aku menyadari betapa aku telah melalaikan Ramadan ini dengan segudang alasan. Di hari ke-22 Ramadan, aku baru membaca 13 juz Alquran. Aku pun coba speed up di hari ke-23 Ramadan. Di sisa-sisa terakhir akan aku maksimalkan amalan yang ingin aku capai, yakni membaca Alquran. Betapa malunya jika dalam Ramadan ini aku tidak dapat mengkhatamkan Alquran meskipun sekali.

 

Membaca Al-Quran

Doa Ramadan
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Ternyata di luar dugaan. Aku yang biasanya sehari kadang lupa membaca ayat-ayat Allah, kini aku bisa menyelesaikan 3 juz Alquran dalam sehari. Ketika niat sudah tertanam, Allah akan memudahkan.

Di tempat kerja, sebelum dan seusai kerja, aku bisa menyelesaikan 1 juz Alquran. Ketika di rumah, mulai jam 9 malam atau seusai anak tidur, aku menyelesaikan 1 juz Alquran. Setelah sahur, kugunakan untuk membaca 1 juz Alquran. Di Ramadan terkahir ini aku sudah mencapai juz 26. Dan aku berniat akan mengkhatamkan pada malam ini.

Teringat satu perkataan dari Syaikh Shalih al-Fauan Hafizhahullah, "Barangsiapa menyia-nyiakan hari-hari yang telah lewat, hendaklah dia memperbaikinya pada sisa (hari-hari) bulan ini. Sungguh, amal-amal itu tergantung penutup-penutupnya."

This is my story. Cerita ini bukan untuk menampakkan amal. Aku hanya ingin mengajak kepada semua wanita yang mengalami haid di tengah Ramadan, seorang ibu yang tentu sibuk mengurus anak, wanita karier, dan entah siapa pun itu. Ketika Ramadan kita ingin memperbaiki diri dan amalan ibadah, maka Allah akan memberikan jalan.

Seuntai semangat lagi, tahun 2019 lalu, aku bertemu dengan Ibu Susiana yang menjadi penyandang tunanetra sejak lahir. Mengagumkannya, bukan di bulan Ramadan saja beliau bisa membaca mengkhataman Alquran setiap bulan. Ya Allah, terima kasih Engkau masih mengaungerahkanku rasa malu atas sedikitnya amalanku. Ramadan di tengah pandemi tak menghalangi kita beribadah dengan sebaik amalan.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓