Kehangatan Hari Raya Tetap Bisa Dirasakan walau Tidak Bisa Mudik

Endah Wijayanti26 Mei 2020, 14:45 WIB
video call dengan keluarga

Fimela.com, Jakarta Punya kisah atau kesan tak terlupakan terkait bulan Ramadan? Atau mungkin punya harapan khusus di bulan Ramadan? Bulan Ramadan memang bulan yang istimewa. Masing-masing dari kita pun punya kisah atau pengalaman tak terlupakan yang berkaitan dengan bulan ini. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam My Ramadan Story: Berbagi Kisah di Bulan yang Suci ini.

***

Oleh: Zahra Dyani Kadra

Ramadan kali ini merupakan bulan Ramadan yang berbeda dari bulan-bulan sebelumnya. Tidak hanya merayakan hari raya Idulfitri seorang diri tetapi juga harus jauh dari keluarga tercinta. Sedih kian terasa ketika hanya menatap layar untuk meluluhkan rindu yang ada di hati tapi ini jauh lebih baik demi melindungi mereka yang terkasih di situasi pandemi yang kian meningkat dan tak menentu kapan akan berakhir.

Bukan bulan Ramadan biasa ini semenjak pandemi Covid-19 yang pertama kalinya menyerang dan membuat semua ini menjadi hikmah yang begitu besar maknanya. Seperti yang sedang kualami sekarang ini. Bermula ketika aku pulang dari Singapura, begitu booming kata yang sangat melekat kala itu. Ya, virus corona atau yang biasa dikenal dengan Covid 19. Semua orang di kantorku sering membicarakannya hingga seperti trending topic. Tiada hari tanpa kabar terbaru mengenai hal itu. Dari mulai terserat berita bahwa akan diadakannya PSBB dan larangan untuk mudik, lalu seketika itulah aku merasa sangat terkejut karena pertama kalinya aku tidak mudik ketika menjelang bulan Ramadan telah berakhir.

Tidak Mudik Dulu

Melakukan Video Call atau Zoom Meeting
Ilustrasi Video Call Credit: freepik.com

Ketika mendapati kabar tersebut, aku langsung berkomunikasi dengan keluargaku agar mereka tidak khawatir. Selama dari awal aku menjalani puasa hingga malam takbiran ini. Begitu banyak kekhawatiran, dan tantangan bagiku. Mulai dari pandemi yang dari demi hari kian meningkat dan itu membuat khawatirku kepada keluargaku seperti ibuku dan adik-adikku yang jauh dariku. Lalu, pertama kalinya melakukan salat tarawih sendiri, tidak melakukan tarawih di masjid. Lalu, aku menjalani ibadah puasa di saat pandemi dengan tetap bekerja ke kantor (karena tidak dapat work from home). Serta yang terakhir ketika aku mendengar ada yang menyatakan boleh mudik tapi aku memutuskan untuk tidak mudik.

Hati kecil ini, ingin sekali rasanya bisa berkumpul dengan ibu dan adik-adikku. Tapi percayalah, dari semua yang dilakukan itu pasti ada makna yang tersirat dan merupakan pembelajaran yang sebenarnya berharga tidak hanya untukku tapi semua orang. Yang bisa jadi hal positif walaupun belum terasa sekarang tapi bisa jadi berpengaruh besar di masa mendatang. Jadi untuk Ramadan kali ini memanglah unik, tapi tetap melakukan banyak kebaikan dan hal-hal positif walaupun membutuhkan proses yang tidak mudah dan waktu yang sangat panjang sekalipun serta dekatkanlah diri kepada Tuhan, karena Tuhan merupakan jawaban dari semua hal yang terjadi.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓