Saat Dihadapkan pada Hal Sulit, Yakinlah Kita Cukup Kuat untuk Melaluinya

Endah Wijayanti31 Mei 2020, 07:15 WIB
karier 5 tahun

Fimela.com, Jakarta Punya kisah atau kesan tak terlupakan terkait bulan Ramadan? Atau mungkin punya harapan khusus di bulan Ramadan? Bulan Ramadan memang bulan yang istimewa. Masing-masing dari kita pun punya kisah atau pengalaman tak terlupakan yang berkaitan dengan bulan ini. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam My Ramadan Story: Berbagi Kisah di Bulan yang Suci ini.

***

Oleh: Nurul Armylia

Ramadan kali ini terasa begitu berbeda. Tak ada lagi undangan buka bersama, acara ngabuburit yang diakhiri berburu takjil, apalagi rencana mudik. Ramadan di tengah pandemi ini menjadi agak rumit. Antara mereka yang dengan keyakinannya tetap memilih beribadah dari masjid, alih-alih beribadah dari rumah sesuai anjuran pemerintah. Antara yang harus tetap bekerja di luar rumah, demi memenuhi kebutuhan perut padahal sebenarnya ingin untuk berusaha aman dengan tinggal di rumah saja. Antara yang ingin fokus memperbaiki ibadah, namun juga harus melatih kesabaran lebih untuk mengambil alih tugas yang biasa dilakukan para guru di sekolah untuk menemani anak-anak belajar.

Bahkan hari-hari yang kulalui pun terasa berbeda karena harus bekerja dari rumah. Bulan Mei ini adalah bulan ketiga aku work from home. Selain tetap berusaha bekerja di tengah-tengah kesemrawutan mengasuh anak yang masih berumur 16 bulan, hal yang terpenting adalah berusaha untuk menjaga kewarasan. Biasa bekerja di kantor, dan bertemu banyak orang di lingkungan kerja, mendadak tidak bisa seperti itu lagi rasanya jetlag. Belum lagi rasa bosan, kejenuhan yang melanda yang kian hari kian meracuni pikiran.

Mari Sama-Sama Berjuang

Doa Ramadan
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Tahun 2020 membawa begitu banyak kabar duka. Namun jika kita berusaha untuk tetap memandangnya dengan positif, akan selalu ada hal yang dapat kita syukuri. Aku misalnya, masih dapat bertemu dengan kedua orangtuaku, bahkan malah jadi bisa berkumpul dengan suami dan anakku, yang sebelumnya menjalani long distance marriage karena tuntutan pekerjaan. Di saat teman yang lain harus menahan diri untuk tidak pulang kampung mengunjungi orangtua, dan tidak dapat berkumpul bersama sanak saudara.

Walau Ramadan kali ini mungkin terasa lebih berat dari yang sudah-sudah, mari sama-sama berjuang. Sehingga kelak, kita dapat menyongsong Hari Kemenangan dan keluar sebagai sebenar-benarnya pemenang. Allah tidak menjanjikannya mudah, namun percayalah kita semua cukup kuat untuk melaluinya. Berbahagialah, paling tidak untuk diri kita sendiri.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓