Tanda-tanda Hubungan Jarak Jauh Tidak dapat Dipertahankan

Gayuh Tri Pinjungwati27 Mei 2020, 11:15 WIB
LDR

Fimela.com, Jakarta Hubungan jarak jauh adalah jenis romansa yang unik namun umum terjadi. Pasangan dalam hubungan ini tidak hanya berani melawan waktu tetapi juga jarak. Beberapa dari mereka mungkin tinggal di berbagai kota, negara atau bahkan benua. Tetapi mereka melakukan yang terbaik untuk memperjuangkan cinta yang mereka.

Namun, tidak semua orang dapat menjalin hubungan jarak jauh. Mungkin juga ada kejadian, ketika seseorang menyadari bahwa ikatan tersebut telah lama berakhir bahkan sebelum disadarinya. Situasi tersebut dapat menghancurkan hati setelah seseorang putus cinta. Bahkan seseorang juga tidak tahu bagaimana ia harus bergerak maju setelah kehilangan orang yang dicintai yang berada dalam jarak yang cukup jauh. Hubungan jarak jauh yang telah berakhir, seperti halnya hubungan pada umumnya. Berikut ini adalah tanda-tanda bahwa seseorang mungkin perlu mengakhiri hubungan jarak jauh dengan pasangannya.

Jarang Melakukan Komunikasi

Pasangan LDR menghargai menghabiskan waktu bersama, bahkan ketika mereka hanya bisa melakukannya melalui panggilan atau obrolan video. Ini adalah satu-satunya cara mereka dapat berbagi waktu berkualitas bersama. Ini berarti tidak sama seperti pasangan sehat yang bisa keluar dan menonton film kapan saja yang mereka mau.

Namun, jika Sahabat Fimela dan pasangan menjalani hubungan jarak jauh tidak lagi melakukan panggilan video atau bertukar pesan yang tampaknya tak berujung, maka ini bisa menjadi sebuah tanda. Mungkin sudah waktunya untuk membahas berbagai hal dan melihat apakah hubunganmu masih bertahan atau tidak.

Tidak Lagi Membicarakan Hal yang Menarik

Kualitas unik lainnya yang ditemukan pada pasangan LDR adalah bahwa meskipun terpisah, mereka memiliki banyak hal untuk dibagikan satu sama lain, yang mereka anggap menarik. Ini juga yang membuat semangat mereka lebih membara. Sementara, jika seseorang berada dalam hubungan jarak jauh, tetapi ia mulai merasa berkewajiban untuk menghabiskan waktu dengan pasangannya, maka lebih baik tanyakan pada diri sendiri apa yang terjadi. Perhatikan bahwa komunikasi teratur sangat penting untuk keberhasilan hubungan dan jika seseorang tidak menemukan hatinya berada di dalam hubungan tersebut, maka perlu untuk mempertimbangkan kembali tentang hubungan tersebut.

Salah Satu Darimu Mulai Mengelak

Perceraian
Ilustrasi/copyrightshutterstock/TORWAISTUDIO

Katakanlah selama awal hubunganmu, kalian berdua tidak dapat saling memuaskan. Meluangkan waktu untuk menghabiskan waktu bersama, atau bertukar foto selfie sesekali. Tentu semua ini melambat seiring berjalannya waktu adalah hal yang normal, terutama ketika dirimu dan pasangan sudah saling percaya. Namun apa jadinya ketika salah satu darimu mulai menghindari yang lain dengan sengaja? Ini adalah salah satu indikator bahwa salah satu darimu mengalami masalah tentang hubungan tersebut.

Hubungan Jarak Jauh Menjadi Beracun

Mungkin bendera merah terbesar untuk mengakhiri hubungan jarak jauh adalah ketika sudah mulai menghancurkan kehidupanmu. Hubungan yang harus membantumu tumbuh sebagai pribadi yang baik. Seharusnya tidak menghalangimu untuk tumbuh secara emosional, profesional dan bahkan finansial. Hal tersebut juga harus sehat untuk pikiran, tubuh dan jiwa.

Jika Sahabat Fimela selalu melihat dirimu menangis, sakit dan mengacaukan hidup, mungkin ini saat yang tepat untuk mengakhiri hubungan jarak jauh yang beracun. Ini mungkin proses yang menyakitkan, tetapi dirimu harus mempertimbangkan untuk mendetoksifikasi hidupmu, tidak hanya untuk dirimu sendiri tetapi juga untuk keluarga, teman dan orang lain yang juga membutuhkanmu dan mencintaimu.

Jika Sahabat Fimela melihat tanda-tanda bahwa hubungan jarak jauh akan segera berakhir, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah berbicara dengan pasangan. Dengarkan masalah masing-masing, dengarkan apa yang diinginkan pasangan dan beri tahu mereka apa yang dirimu inginkan juga.

Cek Video di Bawah Ini

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓