Sesuatu yang Kecil di Mata Kita Bisa Jadi Sangat Berarti bagi Orang Lain

Endah Wijayanti28 Mei 2020, 09:45 WIB
perempuan kesepian

Fimela.com, Jakarta Punya kisah atau kesan tak terlupakan terkait bulan Ramadan? Atau mungkin punya harapan khusus di bulan Ramadan? Bulan Ramadan memang bulan yang istimewa. Masing-masing dari kita pun punya kisah atau pengalaman tak terlupakan yang berkaitan dengan bulan ini. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam My Ramadan Story: Berbagi Kisah di Bulan yang Suci ini.

***

Oleh: Karatika Eka Okirianti

Ramadan pertama setelah bertahun lamanya tidak sekhusuk ini. Pandemi mengubah segalanya termasuk memberikan kebaikan kepada bertambahnya spirit dalam beribadah. Hidup di kota kecil dengan jumlah pasien positif Covid-19 yang tidak banyak, muncul sebuah rasa syukur yang tak terhingga. Meskipun ketika membuka mata lebih lebar ada hati yang sangat terkoyak melihat saudara-saudara kita di luar sana sedang berjuang di tengah pandemi yang sangat mengerikan. Namun, sebagai makhluk Tuhan yang beriman, kita harus tetap tawakal dan menganggap bahwa semua ini sudah menjadi kehendak-Nya.

Ramadan ini memang sungguh berbeda dan luar biasa. Ramadan yang mengajarkan arti sesungguhnya dalam beribadah dan berderma. Ketika di Ramadan sebelumnya sedekah dan zakat fitrah hanyalah sebuah kewajiban yang harus ditunaikan, tahun ini hal itu menjadi sebuah tindakan emas. Sedikit yang kita keluarkan ternyata sangat membantu mereka yang terdampak Covid-19 dan menyelamatkan banyak jiwa-jiwa yang suci.

Pandemi membukakan hati kita bahwa Islam mengajarkan tentang bagaimana saling menjaga. Bahkan, mengajarkan untuk tidak mengecilkan rezeki yang diberikan oleh-Nya. Karena hal-hal yang menurut kita kecil nilainya, ternyata sangat berarti bagi mereka yang memiliki kehidupan berbeda dan menyelamatkan mereka dari kegelapan dan ketidakberdayaan di tengah pandemi.

Menghadapi Situasi yang Berbeda

zodiak
ilustrasi./Photo by Renato Abati from Pexels

Ramadan ini sangat berbeda. Seperti menemukan kembali hakikat diri yang telah lama tersisih dalam pikuk ambisi dan pekerjaan yang tiada henti. Laiknya memasuki fase baru dalam kehidupan, "new normal". Normalnya sebuah makhluk yang diciptakan-Nya dengan segala kesempurnaan bahwa hidup ini adalah tentang beribadah kepada-Nya.

Ketika sebelumnya, beribadah terasa berat dan hanya sekadar menggugurkan kewajiban, Ramadan kali ini penuh kesyukuran. Ketika badan berat untuk beranjak, teringat kembali saudara-saudara kita yang sedang berjuang melawan Covid-19 atau mereka yang terdampak pandemi hingga makan saja harus menunggu uluran tangan. Kita yang diberikan kesehatan dan diberikan tempat yang aman oleh Allah SWT masihkah ingkar dengan tidak menjalankan perintah-Nya? Malu. Dan malu ini yang mengantarkan untuk semakin berusaha memperbaiki diri dengan lebih banyak beribadah kepada-Nya.

Ramadan yang sangat berharga. Ramadan yang mengajarkan tentang kembalinya fitrah manusia sebagai makhluk yang diciptakan dengan tujuan untuk beribadah kepada-Nya. Meskipun dalam kondisi pandemi, Ramdhan kali ini adalah Ramadan yang lebih baik dari Ramadan sebelum-sebelumnya. Dan telah membukakan hati untuk lebih banyak berderma dan menyisihkan sebagian rezeki untuk saudara kita. Tidak loba dan mementingkan diri sendiri. Ramadan ini juga telah mengingatkan bahwa beribadah adalah sebuah kewajiban dan wujud rasa syukur bahwa kita selalu dilimpahi kasih sayang-Nya. Alhamdulillah.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓