3 Kesalahpahaman Terbesar tentang Keluarga Kerajaan Inggris

Annissa Wulan29 Mei 2020, 19:30 WIB
Ratu Elizabeth

Fimela.com, Jakarta Pembahasan tentang Royal Family atau keluarga kerajaan Inggris mungkin telah banyak kamu baca melalui media sosial, namun ternyata banyak dari informasi itu yang salah kaprah. Dilansir dari purewow.com, Jumat (29/5/2020), berikut ini adalah beberapa kesalahpahaman terbesar tentang keluarga kerajaan Inggris yang perlu kamu ketahui.

1. Ratu Elizabeth hanya ratu di Inggris

Sebagai anggota keluarga kerajaan Inggris, secara teknis, Ratu Elizabeth tidak hanya memiliki kekuasaan politik atas Inggris saja, namun juga seluruh Inggris yang terdiri dari 16 negara berbeda. Negara-negara tersebut termasuk Irlandia Utara, Skotlandia, Jamaika, Selandia Baru, dan Australia. Inilah mengapa Ratu Elizabeth memiliki gelar yang berbeda-beda di setiap negara.

2. Diana adalah seorang putri

Putri Diana
Putri Diana (PATRICK RIVIERE / AFP)

Diana biasa disebut sebagai The People's Princess, The Princess of Wales, atau Princess Diana. Namun, sebenarnya Diana tidak pernah dianggap sebagai putri resmi oleh keluarga kerajaan Inggris.

Ketika Diana menikah dengan Pangeran Charles di tahun 1981, ia diberi gelar resmi Her Royal Highness The Princess Of Wales yang sebenarnya tidak akurat. Karena untuk mendapatkan gelar putri harus didahului oleh nama, seperti Princess Anne atau Princess Charlotte.

Diana tidak pernah menerima gelar putri secara resmi, walaupun media menyebutnya sebagai Princess Diana atau Putri Diana. Situasi yang sama dialami oleh istri kedua Pangeran Charles, Camilia Parker Bowles yang memiliki gelar resmi Duchess of Cornwall.

3. Pangeran Charles akan menyerahkan mahkota kepada Pangeran William

Pangeran Charles
Pangeran Charles. Sumber foto: Instagram Royal Family.

Ini tidak akan pernah terjadi. Ketika Ratu Elizabeth turun tahta, maka kekuasaan berikutnya akan dipegang sepenuhnya oleh Pangeran Charles. Secara konstitusional juga mustahil bagi Pangeran Charles untuk keluar dari garis suksesi, karena sudah menjadi tradisi bagi putra sulung untuk menjadi raja. Selain itu, Ratu Elizabeth juga telah mengeluarkan permintaan resmi untuk menunjuk Pangeran Charles sebagai penggantinya di tahun 2018 lalu.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓