Tidur Nyenyak Dapat Menjaga Kekebalan Tubuh dan Bebas Stres saat Pandemi Virus Corona

Anisha Saktian Putri01 Jun 2020, 11:00 WIB
wudu sebelum tidur

Fimela.com, Jakarta Situasi pandemi COVID-19 yang mendunia ini menimbulkan rasa kepanikan dan cemas. Seluruh masyarakat di dunia diharuskan tetap tinggal di rumah untuk mencegah penyebarannya. Rasa stres pun tak terhindarkan lagi di tengah pandemi seperti saat ini.

WHO mengatakan bahwa bahwa kondisi pandemi COVID-19 ini telah membuat perubahan besar pada rutinitas harian kita. Perubahan-perubahan ini bisa sangat sulit bagi mereka yang memiliki tantangan kesehatan mental. Perasaan stres dan bingung merupakan sebuah dampak alami yang dapat terjadi di tengah masa krisis ini. Untungnya, ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan mental kita.

Lalu apa yang harus kita lakukan agar tidak stres dari kepanikan? dr. Herman Irawan, Health Practitioner, PT Avrtist Assurance menyarankan, pertama, adalah mencegah rasa cemas dan gelisah dengan membekali diri dengan pengetahuan yang tepat mengenai COVID- 19 dan menjaga kualitas berita yang diterima setiap hari.

"Carilah informasi mengenai COVID-19 dari sumber berita terpercaya agar mengurangi rasa ketidakpastian," ujarnya dalam siaran pers PT Avrist Assurance (Avrist Assurance) menggalakkan sebuah gerakan kesehatan bertajuk Wellness Made Easy.

Kedua, adalah melatih otak untuk tetap tenang dan memandang dengan perspektif berbeda serta memiliki pikiran yang positif. Luangkan waktu untuk belajar hal baru agar dapat mengalihkan rasa kecemasan.

Tidur nyenyak

Tidur nyenyak
Cukup istirahat untuk mengendalikan stres/shutterstock feelinglucky

Lalu yang tidak boleh dilewatkan ialah tidur yang cukup dengan kualitas yang baik bagi orang dewasa adalah 8 jam. Kualitas tidur yang baik akan terasa keesokan harinya saat seseorang bisa beraktivas dengan baik dan tidak merasa ngantuk di siang atausore hari.

Perhatikan asupan yang masuk dalam tubuh kita, khususnya kadar nikotin, kafein dan alkohol yang dapat mengganggu kualitas tidur seseorang. Batasi juga tidur di waktu siang hari sehingga saat waktu tidur di malam hari kita merasa kantuk. Lalu, memaksa rasa kantuk atau tidur akan semakin menegangkan pikiran sehingga berakibat tidak bisa tidur, ada baiknya sebelum tidur, latihan menenangkan pikiran dengan membayangkan kegiatan favorit, misalnya melalui meditasi.

"Serangan kecemasan dapat menyebabkan banyak orang merasa lelah. Rasa untuk tidur pun sulit terjadi karena kecemasan dan rasa khawatir. Kurangnya kualitas tidur seseorang akhirnya akan berdampak pada kesehatan pikiran dan tubuhnya, yang akhirnya akan menekan sistem kekebalan tubuh seseorang," ujar dr. Herman.

 

 

 

 

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓