Fakta tentang Biodiversitas yang Menjadi Fokus di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2020

Karla Farhana04 Jun 2020, 08:30 WIB
[Fimela] ilustrasi keanekaragaman hayati

Fimela.com, Jakarta Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Juni. Setiap tahunnya, peringatan ini memiliki tema besar dan fokus untuk mengajak masyarakat dunia lebih peduli akan lingkungan hidup. Setiap tahunnya pula, World Environment Day lewat lamannya mengajak individu, organisasi, dan bisnis untuk bergabung bersama dalam mengikuti berbagai program dan kegiatan yang dilakukan secara global dan virtual dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. 

Tahun ini, tema besar yang diangkat adalah Time for Nature. Manusia di Bumi tentu tidak bisa dipisahkan dari tumbuhan, air, bahkan cuaca yang memberikan Bumi kehidupan. Manusia membutuhkan beragam macam tanaman dan udara bersih untuk dapat hidup dengan sehat. Namun, untuk merawat diri, tentu saja kita harus merawat alam. Untuk itu, dengan mengangkat teman besar ini, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia mengajak setiap orang untuk melakukan banyak hal demi alam di sekitar. 

Tahun ini pula, dalam sebuah Practical Guide World Environment Day 2020, peringatan ini berfokus pada biodiversitas, atau biodiversity yang lebih dikenal dengan keanekaragaman hayati. Sub tema ini diangkat sebagai a call of action untuk memerangi degradasi spesies di lingkungan sekitar. 

Masalah Semakin Cepatnya Kepunahan Keanekaragaman hayati

[Fimela] keanekaragaman hayati
keanekaragaman hayati | pexels.com/@jeremy-bishop-1260133

Perubahan iklim yang pernah menjadi perhatian dunia memang belum usai. Namun, sat ini ada sejuta tanaman dan spesies binatang yang hampir punah. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh ulah manusia. 

Demi menghentikan kepunahan hewan dan spesies tanaman, World Environment Day bekerja sama dengan negara Jerman, dengan Colombo sebagai tuan rumah, untuk mengadakan sebuah gerakan untuk mendesak masyarakat dunia untuk memikirkan kembali bagaimana sistem ekonomi telah berevolusi dan berdampak terhadap lingkungan. 

 

5 Faktor Punahnya Keanekaragaman Hayati

[Fimela] keanekaragaman hayati
Keanekaragaman hayati | pexels.com/@cindyg

Ada 5 faktor utama yang menyebabkan kepunahan sebagian besar spesies hewan dan tumbuhan, menurut IPBES dan laporan GEO-6. Yaitu; 

  • Permintaan manusia terhadap makanan yang mendorong terjadinya deforestasi
  • Eksploitasi tumbuhan dan hewan
  • Situasi darurat iklim
  • Polusi 
  • dan Invasi parasit yang mengancam keanekaragaman hayati

Sebenarnya, kepunahan keanekargaman hayati bisa dicegah dengan mengubah apa saja yang manusia konsumsi dan produksi, dan bagaimana cara manusia dapat melindungi lingkungan alam dengan baik. Salah satunya, dengan memulai hidup ramah lingkungan. Sudahkah kamu memulainya? 

#ChangeMaker

Simak Video Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓