Memahami 6 Bahaya Polusi Udara di Hari Lingkungan Hidup

Vinsensia Dianawanti05 Jun 2020, 14:00 WIB
Ilustrasi polusi

Fimela.com, Jakarta Polusi udara telah menjadi masalah serius bagi masyarakat global. Masalah ini pun mendorong masyarakat untuk bergerak meminimalisir terjadinya polusi udara yang semakin meluas.

Menurut WHO, banyak faktor yang meningkatkan polusi udara secara global. Dimulai dari asap saat memasak, hingga pembakaran kayu maupun aktivitas kendaraan bermotor. Akibatnya, terjadi kematian prematur pada 3,8 juta orang setiap tahunnya pada negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Di Hari Lingkungan Hidup yang diperingati hari ini, kita diajak menyadari seberapa besar efek berbahaya yang ditimbulkan dari polusi udara, seperti dilansir dari Boldsky pada Jumat (5/6/2020)

1. Hujan asam

Kejadian ini disebabkan oleh reaksi kimia dari dua polutan beracun yang disebut sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Ketika kedua senyawa ini dilepaskan ke udara, mereka dapat naik ke atmosfe dan menyatu dengan oksigen dan air untuk membuat polutan yang lebih asam, yang dikenal sebagai hujan asam. Kedua polutan ini mudah larut dalam air dan bisa menyebabkan kerusakan pada pohon, tanaman, danau, sungai dan organisme hidup.

2. Haze

Ini menjadi komponen partikel kabut yang mengandung sulfur dioksida, nitrogen dioksida, asam sulfat, nitrat, ozon, asam nitrat, dan sulfat. Ketika partikel ini dilepaskan di udara, ia akan menutupu langit dan mengurangi transparansi atmosfer.

 

3. Merusak lapisan ozone

Masker Menjadi Barang Wajib
Ilustrasi Pemakaian Masker Credit: pexels.com/Anna

Lapisan ozone stratosfer melindungi bumi dari bahaya sinar UV. Sayangnya, zat kimia seperti pestisida dan aerosol merusak molekul ozone di stratosfer yang mengakibatkan penipisan lapisan. Sehingga menyebabkan sinar UV bisa menembus bumi dan merusak sel-sel tanaman. Tumbuhan memang menggunakan sinar matahari untuk fotosintesis. Namun sinar UV yang berbahaya justru mengurangi proses fotosintesis.

4. Mengancam kehidupan satwa liar

Polusi udara juga dapat mencemari tanah dan air. Sehingga mengancam habitat hewan liar. Pada hewan, bisa terjadi kegagalan reproduksi maupun cacat lahir yang membuat mereka sulit berkembang biak. Dilaporkan bahwa hewan yang terpapar polusi udara kini sudah cukup tinggi.

5. Perubahan iklim

Perubahan iklim meningkatkan suhu bumi yang menyebabkan peristiwa cuaca ekstrem, mengubah habitat satwa liar, hingga kenaikan tingkat air akibat pencairan gletser dan gunung es.

6. Eutrofikasi

Hal ini terjadi ketika lingkungan mengandung jumlah nutrisi berlebih terutama nitrogen. Ia bisa memicu produk alga secara berlebihan. Alga yang berlebihan bisa mengganggu fungsi normal ekosistem dengan menggunakan semua oksigen di dalam air sehingga makhluk lain tidak mendapat asupan oksigen secara cukup.

Simak video berikut ini

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓