Strategi Menghadapi Era New Normal dari Para Ahli

Anisha Saktian Putri05 Jun 2020, 17:30 WIB
New Normal

Fimela.com, Jakarta PSBB dilakukan untuk mencegah virus corona semakin meluas. Namun di beberapa wilayah, PSBB telah dilonggorkan dan masyrakat setempat menjalakan kehidupan New Normal.

Prof. dr. Zoebairi Djoerban selaku Ketua Satgas Covid Ikatan Dokter Indonesia mengatakan PSBB dapat dilonggarkan bila peningkatan jumlah kasus makin berkurang, angka kematian turun drastis beberapa hari berturut-turut, rumah sakit tidak penuh lagi, tes masif sudah dikerjakan dan sambil waspada gelombang kedua.

New Zealand pun menjadi negara yang berhasil melakukan new normal dengan tidak ada kasus dalam 12 hari berturut-turut. "New normal diberlakukan untuk menjaga ekonomi nasional. Namun harus tetap mengikuti protokol kesehatan agar tidak ada virus corona gelombang 2," ujar Prof. Zoebairi dalam acara temu media secara online.

Strategi new normal

ilustrasi masker/unsplash
ilustrasi masker/unsplash

Lalu strategi apa yang harus dilakukan saat new normal? Prof. Zoebairi mengatakan strategi new normal harus melakukan protokol kesehatan seperti jaga jarak, jangan berkerumun, pakai masker bila keluar rumah, sering cuci tangan, etika batuk dan bersin.

"New normal itu kita boleh keluar rumah, boleh bekerja, boleh keluar kota, ke mal, dan ke pasar hingga terakhir boleh sekolah tapi harus benar-benar menerapkan protokol pencegahan virus corona," paparnya.

Prof. Zoebairi juga menambahkan semua harus sepakat perlu waktu yang tepat untuk relaksasi PSBB, agar tidak ada ledakan baru jumlah positif virus corona. "New normal sudah mulai tapi harus hati-hati melihat data, melihat perkembangan angka-angka yang menunjukkan turun-naiknya angka terinfeksi. Jadi penularannya bisa dicegah," paparnya.

Sudirman Said (Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia) juga menyampaikan tetap wsapada ketika New Normal. PMI sendiri telah mengajak masyarakat untuk mencuci tangan, hindari kerumunan, penggunaan masker, hingga melakukan penyemprotan disinfektan seminggu satu sekali di tempat umum.

"PMI sendiri menyemprotkan disinfektan ke tempat umum seperti kendaraan umum, tempat ibadah, hingga sekolah," ujarnya.

 

 

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓