4 Mitos Tentang Diet Karbohidrat Bagi Kesehatan Tubuh

Gayuh Tri Pinjungwati10 Jun 2020, 07:45 WIB
diet-kezo

Fimela.com, Jakarta Ada banyak informasi yang salah tetang diet rendah karbohidrat. Beberapa mengakui bahwa ini adalah diet yang optimal, semetara yang lain menganggapnya sebagai metode yang berpotensi berbahaya. Berikut ini ada beberapa mitos umum tentang diet rendah karbohidrat yang perlu Sahabat Fimela ketahui.

Buruk untuk Kesehatan Hati

Diet rendah karbohidrat cenderung tinggi kolesterol dan lemak termasuk lemak jenuh. Karena alasan ini, banyak orang mengakui bahwa diet karbo dapat meningkatkan kolesterol dan risiko penyakit jantung. Yang paling penting, diet rendah karbohidrat dapat meningkatkan banyak faktor penyakit jantung.

Mengurangi Asupan Makanan Nabati yang Sehat

Diet rendah karbohidrat bukanlah menghilangkan asupan karbohidrat sama sekali. Ini adalah mitos bahwa mengurangi kerbohidrat berarti harus makan lebih sedikit makanan nabati. Bahkan dirimu bisa makan sayuran, berry, kacang-kacangan dan biji-bijian tanpa melebihi 50 gram karbohdrat per hari.

Otak Membutuhkan Karbohidrat

membuat jurnal diet
Ilustrasi/copyrightshuttestock/Rawpixel.com

Banyak orang percaya bahwa otak tidak dapat berfungsi tanpa karbohirat. Dikatakan bahwa karbohidrat adalah salah satu energi pilihan untuk otak dan membutuhkan sekitar 130 gram karbohidrat per hari. Beberapa sel di otak tidak dapat menggunakan energi selain karbohidrat dalam bentuk glukosa. Namun, bagian otak lain, benar-benar mampu menggunakan keton. Jika karbohidrat dikurangi dan cukup untuk menginduksi ketosis, maka sebagian besar otak berhenti menggunakan glukosa dan mulai menggunakan keton sebagai gantinya.

Mengganggu Kinerja Fisik

Kebanyakan atlet mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan banyak orang percaya bahwa karbohidrat sangat penting untuk kinerja fisik. Mengurangi karbohidrat sangat penting untuk kinerja fisik. Mengurangi karbohidrat memang mengarah pada penurunan kinerja pada awalnyanya. Namun, ini biasanya hanya sementara. Butuh waktu beberapa saat bagi tubuh untuk beradaptasi dengan membakar lemak alih-alih karbohidrat. Banyak penelitian menunjukkan bahwa diet rendah karbohidrat baik untuk kinerja fisik, terutama olahraga ketahanan.

Diet rendah karbohidrat dapat memiliki manfaat kesehatan yang kuat. Ini sangat baik untuk meeka yang memiliki masalah kesehatan seperti obesitas, sindrom metabolic dan diabetes tipe 2. Namun, banyak gagasan umum tentang makan rendah karbohidrat tidak benar.

Cek Video di Bawah Ini

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓