Memahami Risiko Berinteraksi Langsung dengan Orang Lain di Tengah New Normal

Annissa Wulan28 Jun 2020, 10:00 WIB
[Fimela] ilustrasi masker

Fimela.com, Jakarta Setelah beberapa waktu aktivitas sosial dibatasi secara besar-besaran, sekarang pemerintah mulai melonggarkan peraturan dengan menerapkan new normal. Dengan dibukanya tempat-tempat umum, sudah amankah untuk melakukan interaksi langsung dengan orang lain, seperti keluarga dan teman saat ini?

Sayangnya, pembukaan beberapa negara cenderung mengacu pada bisnis, bukan kehidupan sosial, mengingat angka positif justru terus meningkat ketika tempat-tempat umum sudah dibuka dan new normal diterapkan. Jika kamu benar-benar harus berinteraksi langsung atau berkumpul dengan orang lain, penting untuk memerhatikan pedoman yang ada.

Dilansir dari self.com, ada batasan jumlah orang yang bisa berkumpul di satu tempat, sedangkan hal-hal lain yang bersangkutan benar-benar tergantung pada pribadi masing-masing. Kamu harus memahami risikonya untuk dirimu sendiri dan orang-orang yang berkumpul bersamamu di tengah new normal.

 

Amankah berinteraksi langsung dengan orang lain di tengah new normal?

[Fimela] GOWORK
ilustrasi kembali bekerja di situasi new normal | dok. GoWork

Menurut para ahli, cara paling aman untuk melakukan interaksi langsung dengan orang lain adalah dengan tetap menjaga jarak sekitar 6 kaki atau 1 meter, mengenakan masker, dan berada di luar ruangan. Lebih sulit menjaga jarak fisik ketika kamu berada di dalam ruangan dengan orang lain.

Dan sebaiknya pastikan semua orang dalam kondisi yang sehat ketika akan bertemu satu sama lain. Pada akhirnya, risikonya benar-benar tergantung pada situasimu dan bagaimana kamu bertemu orang lain.

Saksikan video menarik setelah ini

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓