Menjadi Ibu Bekerja, Pantang untuk Mengeluh

Endah Wijayanti26 Jun 2020, 11:45 WIB
menjadi ibu bekerja

Fimela.com, Jakarta Mengubah kebiasaan lama memang tidak mudah. Mengganti kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik pun kadang butuh proses yang tak sebentar. Membuat perubahan dalam keseharian dan hidup selalu memiliki perjuangannya sendiri. Melalui Lomba Change My Habit ini Sahabat Fimela berbagi kisah dan tulisannya tentang sudut pandang serta kebiasaan-kebiasaan baru yang dibangun demi hidup yang lebih baik.

***

Oleh: Icha

Hai, Sahabat Fimela. Perkenalkan saya Icha, seorang perempuan bekerja sekaligus ibu dari dua balita yang sedang lucu-lucunya. Kali ini saya ingin sedikit sharing cerita dan tips untuk menyeimbangkan karier dan keluarga di masa pandemi Covid-19 yang belum usai.

Selama bekerja dari rumah atau Work from Home (WFH), saya harus membagi waktu untuk bekerja sekaligus mengurus suami dan kedua anak balita kami yang berusia dua tahun dan lima bulan. Kebayang kan bagaimana repotnya mengurus keduanya secara bersamaan. Belum lagi pekerjaan dari kantor, deadline, atau meeting-meeting online yang menuntut fokus dan perhatian saya.

Di awal WFH, saya merasakan kerepotan yang luar biasa. Setiap pagi saya harus menyiapkan kebutuhan anak-anak  dan mengurus suami yang akan berangkat bekerja.  Saya dan suami memang berbagi tugas untuk mengurus kedua buah hati kami. Pagi kami menjadi pagi yang paling hectic. Saya bisa bernapas lega setelah anak-anak terlelap tidur.

Setelah mereka terlelap, tugas belumlah selesai. Jadwal bekerja sudah menanti di depan mata. Saya fokus memandangi layar laptop selama beberapa jam ke depan dan menggunakan waktu seefisien mungkin. Saya khawatir anak-anak bangun dan memecah konsentrasi saya bekerja. Kondisi ini sungguh menyita perhatian yang sangat ekstra dan sempat membuatku putus asa. Namun, saya tak ingin mengeluh dan meratapi keadaan.  

Saya mulai menyadari bahwa menjadi seorang ibu bekerja memang tidaklah mudah. Begitu besar energi yang harus dikeluarkan untuk menyeimbangkannya. Namun, saya percaya dengan pepatah “proses tidak akan mengkhianati hasil.” Saya harus tetap semangat dan yakin suatu saat nanti saya bisa memetik hikmah dari pengorbanan yang saya lakukan.

Oleh karenanya, alih-alih mengeluh dan menyalahkan kondisi yang ada, saya melakukan beberapa hal yang bisa menenangkan diri. Di antaranya adalah:

1. Stop Negative Thinking

Selalu menyalahkan diri sendiri dan berfikir negatif tidak akan menyelesaikan masalah, yang ada membuat ibu bekerja semakin tertekan. Ambil hikmah dari setiap masalah. Yakinlah kita bisa dan tak perlu mengeluh. Kalau pun merasa jenuh, pillow talk bersama suami saat menjelang tidur bisa memberikan mood positif untuk bekal keesokan harinya.

2. Luangkan Waktu Khusus untuk Keluarga

Setelah selesai bekerja, saya matikan semua perangkat gadget. Saya fokuskan untuk keluarga dan bercanda dengan mereka. Di sinilah waktu paling berharga bagi saya, bercengkerama, dan melihat senyuman mereka adalah moodbooster ampuh setelah lelah bekerja.

3. Sesekali Memberikan "Me Time"

Walau di rumah saja, bukan berarti saya kehilangan waktu untuk me time. Saya selalu menyempatkan diri untuk menulis atau menyalurkan hobi saya yakni berkebun.

4. Produktif dalam Bekerja, Multitasking jika Diperlukan

ibu rumah tangga bekerja
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Makistock

Sebelum bekerja saya pastikan anak-anak dalam kondisi aman. Amunisi seperti susu dan makanan telah saya siapkan agar selama bekerja konsentrasi saya tidak terpecah. Saya kerjakan pekerjaan dengan seefektif dan seefisien mungkin. Multitasking seperti menyimak meeting online sambil mengelus anak-anak seringkali saya lakukan.

5. Setiap Ingin Mengeluh, Pandangi Wajah Orang-Orang yang Tersayang

Dengan memandangi wajah anak-anak yang sangat saya sayangi, hilang semua lelah dan penat. Karena semua ini saya lakukan untuk kebahagiaan keluarga kecil saya.

Menjadi ibu bekerja apalagi bekerja di rumah saja memang tak mudah dan cukup menantang. Apresiasi saya berikan kepada perempuan-perempuan hebat nan tangguh yang bisa menjalankan keduanya dengan bersamaan dan tanpa mengeluh. Karena mengeluh tak akan membantu sama sekali, maka saya putuskan untuk menjalani semuanya dengan ikhlas dan senang hati.

Justru, saya bersyukur dengan adanya pandemi ini, saya masih diberi kesempatan untuk menemani pertumbuhan anak-anak saya di masa-masa emasnya.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓