Conscious Lifestyle Mengubah Perilaku Belanja Masyarakat

Meita Fajriana05 Jul 2020, 12:00 WIB
[Fimela] ilustrasi belanja

Fimela.com, Jakarta Conscious Lifestyle merupakan gaya hidup yang peduli terhadap lingkungan dan melakukan hal berkelanjulan (sustainable). Gaya hidup ini telah lebih dulu dipraktikkan oleh masyarakat Jepang sejak lama. Namun, masyarakat ASEAN tak terkecuali Indonesia kini mulai bergerak ke arah Conscious Lifestyle. Dengan bergesernya gaya hidup masyarakat tentunya akan berpengaruh pada cara belanja mereka.

Hal ini diungkapkan sebagaimana dalam Penelitian Hakuhodo Institute of Life and Living ASEAN (HILL ASEAN) yang menggali kesadaran dan perilaku masyarakat ASEAN akan gaya hidup dan pilihan mereka, yang memengaruhi aspek sosial dan lingkungan, termasuk gaya belanja. Temuan ini menjadi petunjuk berbasis fakta yang sangat bermanfaat untuk membantu brand dari produk-produk konsumen di berbagai negara ASEAN

“Melalui penelitian ini, kami mengidentifikasi tindakan-tindakan nyata dari Conscious Lifestyle yang diperlihatkan oleh masyarakat ASEAN. Kami menggunakan 3 jenis pendekatan penelitian, yaitu metode kuantitatif dengan sampel sebanyak 4.500 orang, metode kualitatif dengan sampel sebanyak 24 orang, dan melakukan wawancara dengan 12 orang Key Opinion Leader,” kata Devi Attamimi Institute Director HILL ASEAN dan Executive.

Devi juga mengungkapkan bahwa masyarakat ASEAN memiliki 55 poin lebih tinggi jika dibandingkan dengan masyarakat Jepang yang sudah memahami istilah Conscious Lifestyle dan melakukan tindakan nyata di dalam kehidupannya sehari-hari.

“Angka yang lebih menggembirakan tampak pada profil Indonesia, dimana 92 persen masyarakat kita telah mengetahui istilah Conscious Lifestyle dan bahkan 93 persen di antaranya telah mengaplikasikannya dalam kehidupannya,” tambahnya.

Masyarakat Jepang, sebagaimana disoroti dalam laporan ini, memiliki kebiasaan memisahkan limbah dan melakukan daur ulang yang sudah melekat dalam aksi mereka sehari-hari sejak lama. Sementara masyarakat ASEAN pada umumnya menunjukkan kemajuan kesadaran yang sangat pesat akan gaya hidup ramah lingkungan dan keberlanjutan ini, khusus pada tren belanja.

Terbentuknya gaya hidup baru di masyarakat

Belanja
Conscious Lifestyle perilaku berbelanja masyarakat yang memilih dan menimbang manfaatnya/ Credit: pexels.com/Anna

Temuan riset ini menjadi bukti perkembangan tren yang sangat positif. Kami menyaksikan terbentuknya segmentasi masyarakat baru, yaitu mereka yang sudah sepenuhnya sadar menjalankan gaya hidup yang bertanggung jawab dalam kesehariannya. Kelompok ini disebut sebagai the Consciouslites sebagai segmen yang akan mendominasi pasar dalam waktu dekat.

“Filosofi ini memandang konsumen dengan perspektif 360 derajat, lebih dari sekedar pembeli yang melakukan fungsi ekonomi, namun sebagai individu secara holistik yang memiliki gaya hidup, mimpi dan aspirasi berbeda-beda. Hasil riset ini menjadi semangat baru dan energi positif bagi kita semua dalam membuka peluang, dan menggerakkan brand untuk memanfaatkan momentum besar, menuju ke arah yang benar,” kata Irfan Ramli CEO Hakuhodo International Indonesia.

 

Mendorong pelaku industri ikut berubah

Belanja
Conscious Lifestyle perilaku berbelanja masyarakat yang memilih dan menimbang manfaatnya/unsplash

Irfan menegaskan, Hakuhodo sangat sadar pentingnya mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi produk yang tidak sebatas pada pencanangan slogan tanpa disertai tindakan.

“Pengendalian dampak sosial dan lingkungan harus menjadi kesadaran kolektif, dan sangat penting dilakukan oleh setiap individu dengan pemahaman seutuhnya. Dalam pemikiran yang lebih makro, ini berarti kita semua membantu menyelamatkan bumi,” tutupnya.

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓