Kurangi Candu Media Sosial, Produktivitas Meningkat Drastis

Endah Wijayanti30 Jun 2020, 08:01 WIB
beda pendapat medsos

Fimela.com, Jakarta Mengubah kebiasaan lama memang tidak mudah. Mengganti kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik pun kadang butuh proses yang tak sebentar. Membuat perubahan dalam keseharian dan hidup selalu memiliki perjuangannya sendiri. Melalui Lomba Change My Habit ini Sahabat Fimela berbagi kisah dan tulisannya tentang sudut pandang serta kebiasaan-kebiasaan baru yang dibangun demi hidup yang lebih baik.

***

Oleh: Rika Mayasari Harahap

Media sosial (medsos) sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseharian kita. Hampir setiap orang memulai hari dengan membuka ponsel dan mengecek medsos. Begitu pula saat menjalani aktivitas, entah itu sekadar unggah story di Instagram hingga sekadar jelajah timeline. Medsos memang tempat yang menyenangkan untuk berbagi hingga berkarya.

Sayangnya, banyak orang yang tidak pandai mengelola waktu dalam menggunakan medsos. Awalnya cuma sekadar mencari hiburan atau inspirasi, malah kebablasan hingga berjam-jam melihat hal-hal yang tidak berguna. Alhasil, banyak waktu terbuang sia-sia. Aku merupakan salah satu orang yang terjebak dengan kebiasaan candu medsos.

Kebiasaan bermain medsos membuatku sulit konsentrasi dan banyak menyia-nyiakan waktu. Aku sadar jika kebiasaan ini tidak dirubah maka aku akan merugikan diriku sendiri. Sebulan yang lalu, aku mulai bertekad untuk mengurangi dan membatasi diri dengan medsos. Aku menerapkan aturan yang tegas dengan menonaktifkan beberapa akun medsosku bahkan menghapus beberapa aplikasi.

 

Mengatur Prioritas

ilustrasi curhat di media sosial/pexels
ilustrasi curhat di media sosial/pexels

Ekstrem sih, tapi aku benar-benar menikmati hasil dari keputusanku untuk mengubah kebiasaan ini. Membatasi diri dengan medsos, aku punya banyak sekali waktu luang dan mengerjakan banyak hal. Aku menjadi lebih produktif. Selama ini, aku selalu merasa sibuk dan tidak punya banyak waktu. Padahal, waktuku di masa lalu tersedot sia-sia, kadang cuma untuk kepo kehidupan orang lain, stalking mantan yang malah bikin sakit hati, dan cek akun gosip.

Sejak mengubah kebiasaan ini, aku jadi punya banyak waktu untuk meningkatkan kapasitas diri dengan membaca buku. Aku jadi punya waktu untuk mengikuti lomba-lomba menulis, punya banyak waktu untuk mengeksplorasi hobi baru, dan yang terpenting aku merasa jiwaku menjadi lebih sehat karena tidak terpapar hal-hal negatif dari medsos.

Namun, jangan salah paham. Bukan berarti medsos itu sepenuhnya negatif ya! Banyak hal positif kok di sana dan penting juga sebenarnya untuk tetap memiliki medsos. Malahan, sering kali ternyata banyak hal baru dan informasi lebih cepat beredar lewat medsos. Mengurangi intensitas atau menghentikan penggunaan medsos ini, hanya aku sarankan untuk kalian yang punya kasus candu medsos seperti aku. Selamat mencoba, guys!

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓