Toko Bersama Membantu UMKM Warung Tradisional Keluar dari Krisis Virus Corona

Vinsensia Dianawanti03 Jul 2020, 15:30 WIB
Desakan Ekonomi

Fimela.com, Jakarta Tantangan ekonomi kian terasa bagi warung tradisional yang jadi bagian dari industri UMKM ketika pandemi virus corona melanda. Jika sebelumnya warung tradisional sudah bersaing ketat dengan ritel, kini warung tradisional juga dihadapkan pada pandemi yang membuat terbatasnya aktivitas masyarakat. Akibatnya, terjadi penurunan pendapatan karena pembatasan sosial serta perubahan perilaku konsumen akan pentingnya kebersihan dan higienitas tempat belanja.

Berbagai usaha telah diusahakan pemerintah untuk membantu warung tradisional dan pemilik usaha UMKM bangkit dari krisis pandemi virus corona. Salah satunya adalah Gerakan Toko Bersama yang merupakan program kolaborasi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dengan Coca Cola, UKM Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, serta QASA.

Gerakan Toko Bersama yang berarti Bersih, Maju, dan Sehat menjadi upaya membantu toko dan warung tradisional dapat bertahan di tengah krisis dan dapat berkembang setelahnya. Diego Gonzales selaku Presiden Direktur PT. Coca Cola Indonesia menilai bahwa toko dan warung tradisional merupakan komunitas esensial yang mampu menjadi penopang sistem logistik pangan di Indonesia. Untuk itu, Gerakan Toko Bersama ditujukan mendukung komunitas esensial yang ada.

Data yang dikumpulkan Kemenkop UKM menunjukkan bahwa lebih dari 230ribu UMKM terdampak akibat pandemi virus corona. Masalah utama yang mereka hadapi adalah penjualan atau permintaan yang menurun, terhambatnya permodalan dan distribusi, hingga kesulitan bahan baku.

 

Standarisasi protokol kesehatan

Toko Bersama, Membantu UMKM Warung Tradisional Keluar dari Krisis Virus Corona
Kementerian Koperasi dan UMKM bekerja sama dengan Coca Cola untuk menghadirkan Gerakan Toko Bersama (Foto: Coca Cola)

"Kami sedang mengupayakan bagaimana memberdayakan warung ini jangan sampai mati. Sejak COVID-19, UMKM menghadapi tantangan terberat dari sisi supply dan demand," ungkap Teten Masduki selaku Menteri Koperasi dan UKM.

Dalam Gerakan Toko Bersama, lebih dari 500 ribu toko dan warung tradisional ditargetkan untuk diajak menyadari pentingnya pemahaman akan protokol kesehatan yang tepa. Mulai dari pengadaan fasilitas mencuci tangan, kewajiban penggunaan masker bagi pengunjung maupun pegawai toko, hingga kebijakan jaga jarak.

Beberapa waktu lalu, Coca Cola Amatil Indonesia memberikan fasilitas pengaman berupa tirai plastik untuk kasir bagi 50 ribu toko dan warung tradisional. Selain itu, Gerakan Toko Bersama ini memberikan sosialisasi dan edukasi kepada pemilik toko mengenai operasional toko yang bersih, sehat, dan aman dalam rangka persiapan new normal. Tujuannya adalah memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat untuk berbelanja di toko dan warung tradisional.

 

Akses yang mudah

Menambah Pengetahuan Soal Bisnis
Ilustrasi Mengikuti Seminar Bisnis Online Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

Teten Masduki pun menegaskan upaya mendorong peningkatan ekonomi pada warung tradisional tidak cukup pada penerapan protokol kesehatan. Melainkan dibutuhkan juga penerapan sistem dengan pemesanan online. Digitalisasi pada warung tradisional nantinya memberikan kemudahan sekaligus pembiayaan.

Sehingga pada tahap berikutnya, Gerakan Toko Bersama ini akan dilanjutkan dengan implementasi dan aktivitas standar operasinal warung tradisional. Di mana setiap warung harus memiliki kemampuan memenuhi SOP kesehatan. Seperti barang dagangan yang harus dikemas.

Simak video berikut ini

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓