Budaya Patriarki dan Kehidupan Seksual di Indonesia

Ayu Puji Lestari01 Jul 2020, 19:55 WIB
Selingkuh

Fimela.com, Jakarta Budaya patriarki seperti menjadi hal yang dimaklumi di Indonesia. Budaya ini pun sudah diwariskan sejak dulu. Anggapan bahwa pria itu harus powerful dan perempuan itu lebih kalem, membuat budaya ini pun terus diamini.

Dalam budaya patriarki, pria dianggap sebagai pemegang kekuasaan utama dan mendominasi peran. Baik dalam otoritas moral dan hak sosial. Sementara perempuan selalu dikaitkan dengan hal yang domestik, hal inilah yang menyebabkan masalah patriarki ini sangat bias gender.

Budaya patriarki menjadikan pria memiliki hak istimewa dibandingkan perempuan. Tidak hanya meliputi ranah sosial saja tapi juga ranah pribadi. Pria seakan dibenarkan untuk memiliki hak penuh atas apa yang terjadi pada perempuan.

Budaya Patriarki dan Kekerasan Seksual

Kekerasan perempuan/unsplash victorien
Kekerasan perempuan/unsplash victorien

Patriarki membuat pria merasa diagungkan, padahal kenyataannya pria sangat dirugikan dengan hal ini. Anggapan bahwa pria harus powerful ini sebenarnya sangat merugikan bagi pria.

"Budaya patriaki sebenarnya sangat merugikan pria dan kedua adalah perempuan," jelas Zoya Amirin saat dihubungi Fimela (1/7).

Menurutnya, anggapan pria harus terlihat powerful sangatlah merugikan. Pria dituntut untuk selalu bisa dan kuat. Tidak mengherankan jika hal inilah yang menyebabkan tingginya kasus perkosaan sebagai cara untuk menunjukkan powernya.

UU Penghapusan Kekerasan Seksual juga untuk Kepentingan Pria

pasangan bahagia
ilustrasi/copyright by Sushiman (shutterstock)

Perkosaan adalah cara pelaku untuk menunjukkan powerful bukan kepuasan seksnya. Meskipun banyak yang menyalah artikan. Dan perlu ditekankan pelaku perkosaan tidak selalu pria dan korbannya perempuan. Bisa jadi sebaliknya.

Untuk itulah pentingnya RUU PKS ini segera disahkan. Penghapusan kekerasan seksual tidak melulu melindungi kepentingan perempuan tapi juga pria. Dengan disahkan RUU PKS, perlindungan ini akan mencakup semua golongan. Aktivis hukum pun memiliki dasar yang kuat saat melindungi dan membantu korban.

Cek Video di Bawah Ini

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓