Pengalaman Berjauhan Bisa Membuat Hubungan Lebih Hangat dan Romantis

Endah Wijayanti06 Jul 2020, 14:45 WIB
makin romantis

Fimela.com, Jakarta Setiap keluarga memiliki banyak kisah dan makna tersendiri. Baik kisah bahagia maupun kisah yang berurai air mata. Kisah tentang orangtua, saudara, atau kerabat dalam keluarga. Ada makna dan pelajaran yang bisa dipetik dari setiap kisah yang kita miliki dalam keluarga. Melalui Lomba My Family Story ini Sahabat Fimela bisa berbagai kisah tentang keluarga.

***

Oleh: Nanik Prasasti

Menurut saya, betul sebuah lirik lagu dari Bang Haji Rhoma Irama yang berbunyi, "Kalau sudah tiada baru terasa, bahwa kehadirannya sungguh berharga." Sepenggal lirik tersebut sangat mewakili perasaan saya ketika suami merantau bekerja di sebuah proyek yang jauh dari kota tempat kami tinggal.

Terbiasa bersama suami sejak awal pernikahan sampai menginjak tahun kelima dengan dikaruniai seorang putra berusia 4 tahun adalah hal yang membahagiakan bagi saya. Namun, sebelum Long Distance Marrriage (LDM) terjadi sekitar setahun yang lalu, hubungan saya dan suami seperti "biasa saja". Kurang ada keromantisan di antaranya, mungkin hal itu terjadi karena saya terbiasa bertemu setiap hari dan masing-masing juga disibukkan dengan berbagai rutinitas yang menyita waktu dan tenaga.

Hampir setiap hari demikian, karena saya juga seorang ibu yang bekerja. Sampai pada suatu ketika, suami mendapat panggilan kerja di sebuah proyek yang cukup menjanjikan dari segi salary, sehingga dengan berbagai pertimbangan karena masih banyak mimpi yang perlu kami perjuangkan, suami dan saya memutuskan untuk menerimanya. Tidak lupa juga tentunya memberi pengertian kepada anak, bahwasanya ayah akan bekerja jauh sehingga keseharian nantinya akan dijalankan berdua dengan ibu. Begitulah akhirnya LDM itu dimulai.

Hari pertama berangkat, entah kenapa perasaan yang berbeda muncul, sedih pastinya, tapi saya tetap meyakinkan hati agar kuat dan pasti bisa. Sebelumnya saya dan suami yang hampir tidak pernah menanyakan kabar satu sama lain, saat menjalani LDM hal yang sebelumnya kami anggap sepele pun kami tanyakan, "Sudah makan?" "Lagi ngapain?" dan pertanyaan lain yang sebelumnya hanya kami layangkan saat masa berpacaran atau awal menikah saja.

Perasaan Rindu

Ilustrasi pernikahan
Ilustrasi./Sumber foto: unsplash.com/Gades Photography.

Perasaan rindu dan cemburu kembali muncul. Sebelum LDM, perasaan rindu seolah musnah entah ke mana, tentunya karena kami setiap hari bertemu, mau menutup mata untuk tidur sudah ada suami. Saat membuka mata suami pun sudah di sebelah, oleh sebab itu perasaan rindu hilang begitu saja. Saat LDM, perasaan rindu muncul kembali dengan diiringi perasaan cemburu yang entah hilang beberapa tahun dalam hidup kami.

Memang rindu obatnya hanya bertemu, tapi apa daya saat itu suami belum mendapat izin cuti, minimal harus 6 bulan dulu baru mendapat jatah cuti 14 hari. Menahan perasaan rindu dan cemburu memang menyakitkan, tapi di satu sisi, kami bahagia memiliki kembali perasaan itu, seperti saling jatuh cinta kembali gitu.

Romantisme Pasca LDM

Setahun berlalu, proyek suami pun telah selesai, LDM yang kami jalani berakhir dan saat ini kami kembali ke rutinitas masing-masing tapi berbeda dengan beberapa tahun yang lalu. Hubungan kami saat ini lebih hidup lagi, apalagi kemarin sempat menjalani Work From Home bersama, jadi kami menghabiskan waktu yang terbuang selama LDM dengan lebih mesra. Kami saat ini sering bertukar kabar meskipun baru saja meninggalkan rumah untuk bekerja. Malam hari pun menjadi pillow time yang berharga sehingga hubungan kami terasa semakin berkualitas daripada sebelum LDM. Saat ini sebagai istri yang bahagia, saya sedang mengandung anak kedua, semoga lancar seterusnya. Aamiin.

Saya berharap sepenggal cerita ini dapat menginspirasi setiap pembaca untuk mulai menghargai hal sepele dalam hubungan yang berlangsung lama, agar hubungan kembali menjadi hidup dan kita menjalaninya pun pastinya lebih bersemangat. Coba yuk!

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓